Selebriti
Pihak Pelaksana Pembangunan Rumah Tasya Farasya Buka Suara soal Kerusakan Rumah
Kontraktor rumah Tasya Farasya, HWB, memberikan klarifikasi soal kerusakan bangunan, perubahan desain, dan penghentian proyek pada 2025.
MPN Indonesia 2 November 2026 - PT Hashimawira Bersaudara (HWB), kontraktor pembangunan rumah Tasya Farasya, memberikan klarifikasi terkait kerusakan bangunan yang viral di media sosial.
Melalui pernyataan resmi pada Sabtu (31/10), HWB menjelaskan proses pembangunan, penambahan bangunan, hingga penghentian pekerjaan pada September 2025.
Klarifikasi tersebut disampaikan HWB setelah sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan kerusakan di beberapa bagian rumah Tasya Farasya.
“Sehubungan dengan pemberitaan yang saat ini sedang beredar di media sosial mengenai kondisi terkini rumah tinggal milik Tasya Farasya, kami selaku Pelaksana yang mengerjakan pembangunan rumah tersebut sejak awal, berkewajiban untuk memberikan pernyataan resmi,” tulis HWB dalam pernyataan resminya dikutip MPN Indonesia dari Instagram @hashimawirabersaudara, Senin (2/11).
Perusahaan menyatakan telah menjalankan pekerjaan berdasarkan kesepakatan dengan pemilik proyek.
HWB juga menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
“Sebagai Pelaksana, HWB berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pembangunan sesuai kesepakatan dengan pemilik proyek (Owner),” tulis pernyataan perusahaan tersebut.
Kronologi Pembangunan Rumah Tasya Farasya Sejak 2022
HWB menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam pembangunan rumah Tasya Farasya dimulai pada Mei 2022.
Saat itu, perusahaan menerima rencana renovasi interior rumah dua lantai berdasarkan desain konsultan arsitek yang ditunjuk pemilik.
Setelah dilakukan survei lapangan dan pembahasan lanjutan, rencana renovasi berubah menjadi pembongkaran total bangunan lama untuk dibuat konstruksi baru bangunan 4 lantai.
Menurut HWB, konsultan ahli struktur menyusun desain konstruksi untuk memastikan kekuatan bangunan.
Perusahaan kemudian melaksanakan pekerjaan berdasarkan perencanaan tersebut.
HWB memaparkan sejumlah data terkait pembangunan rumah Tasya Farasya:
- Mei 2022: HWB mulai terlibat dalam perencanaan renovasi rumah.
- Rp5.352.068.107: Nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pekerjaan struktur dan dinding penyekat seluruh ruangan.
- 1.675,85 meter persegi: Luas bangunan yang tercantum dalam penjelasan perusahaan.
- 1 Desember 2022: Izin bangunan untuk tiga lantai dan satu basement diterbitkan.
- Juni 2023: Pekerjaan struktur empat lapis dinyatakan selesai.
Setelah pekerjaan struktur selesai, proyek dilanjutkan dengan pemasangan dinding penyekat tiap ruangan, plafon dan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP).
HWB Mengaku Menolak Penambahan Bangunan di Rooftop
HWB juga mengungkapkan adanya pembahasan mengenai penambahan bangunan di area rooftop pada Januari 2024.
Menurut perusahaan, usulan tersebut disampaikan oleh pihak pemilik rumah.
HWB menyatakan tidak menyetujui rencana penambahan bangunan tersebut.
Perusahaan menyebut desain struktur awal hanya diperuntukkan bagi bangunan empat lapis.
“Pada dasarnya HWB menyatakan tidak setuju atas adanya penambahan bangunan di area rooftop tersebut, mengingat desain struktur awal hanya dirancang aman untuk bangunan 4 lapis,” tulis HWB.
Selain persoalan rooftop, perusahaan turut menanggapi dokumentasi kondisi bangunan yang beredar di media sosial.
HWB juga melampirkan dokumentasi proses pembesian dan kondisi struktur kolom selama pembangunan.
Perusahaan menjelaskan kondisi dinding di bawah tangga bagian depan rumah.
Menurut HWB, area tersebut sejak awal direncanakan sebagai ruang servis untuk jalur pipa utama.
HWB menyebut kondisi dinding bawah tangga yang terlihat dalam unggahan tersebut berada di luar lingkup pekerjaannya.
Pembangunan Rumah Dihentikan pada September 2025
HWB mengungkapkan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan rumah Tasya Farasya dihentikan pada awal September 2025.
Perusahaan mengaku menerima instruksi penghentian dari pemilik proyek karena pekerjaan akan dialihkan kepada kontraktor lain.
“Pada awal September 2025, HWB menerima instruksi dari Owner untuk menghentikan seluruh pekerjaan di lapangan karena proyek akan dialihkan ke kontraktor lain,” tulis HWB.
Setelah menerima instruksi tersebut, HWB menyusun Berita Acara Serah Terima (BAST). Dokumen itu dibuat untuk mencatat kondisi terakhir pekerjaan sebelum proyek dialihkan.
Perusahaan kemudian mengirimkan BAST kepada pemilik rumah untuk dibahas dan ditandatangani setelah mendapat persetujuan bersama.
Namun, HWB mengaku belum menerima tanggapan dari pemilik maupun perwakilannya.
“Akan tetapi pihak Owner dan wakilnya hingga saat ini tidak pernah menanggapi BAST tersebut,” lanjut HWB.
HWB Kirim Surat Tindak Lanjut dan Tawarkan Pemeriksaan Bersama
HWB menyampaikan bahwa perusahaan telah mengirimkan dua surat tindak lanjut terkait penyelesaian dokumen BAST.
Surat tersebut dikirim pada 17 Oktober 2025 dan 12 November 2025.
Dalam surat tersebut, HWB meminta pemilik rumah dan kontraktor pengganti untuk tidak melanjutkan pekerjaan sebelum BAST ditandatangani.
Permintaan itu berkaitan dengan pendokumentasian kondisi pekerjaan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Melalui surat tertanggal 12 November 2025, HWB juga menyatakan kesediaannya menjalani pemeriksaan bersama.
Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menilai pekerjaan yang dianggap memiliki kekurangan dari segi kualitas maupun kuantitas.
“Apabila terdapat adanya pekerjaan yang dianggap kurang sempurna baik kualitas maupun kuantitas, kami bersedia melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan bersama dengan pihak arsitek dan/atau auditor konstruksi profesional yang independen,” tulis HWB dalam surat tersebut.
HWB Sayangkan Belum Ada Respons Pemilik Rumah
HWB menyatakan telah melakukan pengawasan pembangunan sejak izin diterbitkan pada 1 Desember 2022 hingga awal September 2025.
Perusahaan juga kembali menyinggung dokumen BAST dan surat tindak lanjut yang belum mendapat tanggapan.
“Dengan tidak adanya tanggapan dari pihak Owner maupun wakilnya terhadap BAST dan surat-surat yang telah disampaikan, hal ini sangat disayangkan karena tidak memberi kesempatan bagi HWB untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan,” tulisnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi4 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi1 week agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita3 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
-
Internasional4 weeks agoPekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Digelar Serentak di Sekitar 100 Negara
