Connect with us

Politik

Pramono Berencana Ubah Wisata Kuliner Pasar Baru Dibuka 24 Jam: Saya Sebut seperti Myeong-dong

Pramono Anung berencana menjadikan Pasar Baru kawasan wisata kuliner 24 jam ala Myeong-dong Korea Selatan setelah pembangunan MRT rampung.

Actress 1299250

Published

on

Pramono Berencana Ubah Wisata Kuliner Pasar Baru Dibuka 24 Jam Saya Sebut seperti Myeong dong
Pramono Berencana Ubah Wisata Kuliner Pasar Baru Dibuka 24 Jam: Saya Sebut seperti Myeong-dong. Gambar: Dok. Jakarta Travel Guide

MPN Indonesia 1 November 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengubah Pasar Baru, Jakarta Pusat, menjadi kawasan wisata kuliner 24 jam, seperti Myeong-dong di Korea Selatan.

Rencana tersebut disampaikan Pramono saat berada di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

Penataan kawasan Pasar Baru akan dilakukan setelah pembangunan MRT yang menghubungkan Monas hingga Harmoni selesai.

“Nanti begitu MRT selesai sampai dengan Monas–Harmoni, maka kita persiapkan Pasar Baru menjadi tempat untuk hub baru, wisata kuliner 24 jam, yang kemudian saya sebut seperti Myeong-dong di Korea,” kata Pramono dalam pernyataannya.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kembangkan Kawasan Wisata Tematik

Selain Pasar Baru, Pemprov DKI Jakarta juga berencana mengembangkan sejumlah kawasan wisata dengan karakter berbeda di kawasan Glodok Pecinan dan Kota Tua.

Pramono menjelaskan, masing-masing kawasan akan dikembangkan dengan ciri khas sesuai karakter wilayahnya.

“Ada beberapa tempat yang berdekatan dengan Pasar Baru yang akan menjadi tempat-tempat tematik. Yang pertama adalah Glodok Pecinan, pasti akan mempunyai khas tersendiri. Yang terakhir di Kota Tua, pasti juga akan mempunyai khas tersendiri,” papar Pramono.

Kawasan Glodok Pecinan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata tematik yang menonjolkan budaya masyarakat Tionghoa.

Sementara itu, pengembangan Kota Tua juga direncanakan menyasar pengunjung dari kalangan menengah ke atas.

“Glodok Pecinan yang kemudian mempunyai tematik yang lebih mendekati tradisi masyarakat Tionghoa. Kemudian di Kota Tua yang segmennya lebih pada menengah ke atas karena memang bangunan dan juga restoran dan sebagainya nanti akan diperuntukan dengan tema-tema yang seperti itu,” paparnya.

Pramono Anung menyampaikan, pengembangan sejumlah kawasan wisata tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat di Jakarta tidak hanya terpusat di Blok M.

Baca Juga:  Hore! Naik MRT, LRT, dan TransJakarta Gratis pada 21 & 24 April 2025

“Sehingga dengan demikian bayangan apa yang saya bayangkan dan pasti akan saya siapkan, bahwa Jakarta itu tidak hanya semata-mata aktivitasnya misalnya seperti di Blok M,” ujar Pramono.

(AKM/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending