Lifestyle
Apa Itu Gonore? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penyembuhannya
Apa itu gonore? Pelajari penyebab kencing nanah, gejala pada pria dan wanita, cara diagnosis, pengobatan, dan langkah pencegahannya.
MPN Indonesia 22 Oktober 2026 - Gonore atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita dan umumnya menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral tanpa menggunakan kondom dengan orang yang terinfeksi.
Gonore dapat menimbulkan keluhan berupa keluarnya cairan, seperti nanah dari alat kelamin dan nyeri saat buang air kecil.
Namun, sebagian penderita tidak mengalami gejala sehingga infeksi dapat berlangsung tanpa disadari.
Bakteri penyebab gonore dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk saluran reproduksi, uretra, serviks, anus, tenggorokan, dan mata.
Infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.
Gonore dapat diobati menggunakan antibiotik sesuai anjuran dokter.
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, infeksi dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit radang panggul, gangguan kesuburan, serta penyebaran infeksi ke darah dan sendi.
Apa Itu Gonore (Kencing Nanah)?
Gonore adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) yang terjadi akibat infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang juga dikenal sebagai gonococcus.
Bakteri tersebut dapat menginfeksi selaput lendir pada organ reproduksi dan beberapa bagian tubuh lainnya.
Penyakit ini dikenal dengan istilah kencing nanah karena salah satu gejala yang dapat muncul adalah keluarnya cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
Cairan tersebut dapat disertai rasa nyeri atau panas ketika buang air kecil.
Gonore dapat dialami pria maupun wanita yang terpapar bakteri penyebabnya.
Pada wanita, infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas atau hanya menyebabkan keluhan ringan yang menyerupai masalah kesehatan lainnya.
Bagian Tubuh yang Dapat Terinfeksi Gonore
Berdasarkan lokasi infeksinya, gonore dapat menyerang beberapa bagian, seperti:
- Uretra: Saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Infeksi pada bagian ini disebut uretritis.
- Serviks: Leher rahim pada wanita yang dapat mengalami peradangan akibat infeksi bakteri gonore atau servisitis.
- Rektum: Bagian akhir usus besar yang dapat mengalami infeksi atau proktitis.
- Tenggorokan: Infeksi pada bagian ini disebut faringitis gonore dan dapat terjadi akibat kontak seksual oral.
- Mata: Infeksi dapat menyebabkan kemerahan dan keluarnya cairan bernanah, termasuk pada bayi yang tertular saat persalinan.
Apa Penyebab Gonore?
Penyebab gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Bakteri Gram negatif yang berbentuk menyerupai biji kopi ini dapat tumbuh dan berkembang pada bagian tubuh yang hangat dan lembap.
Penularan terjadi ketika seseorang melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.
Seseorang yang tidak menunjukkan gejala gonore juga tetap dapat menularkan bakteri kepada pasangan seksualnya.
Bagaimana Gonore Menular?
Penularan gonore dapat terjadi melalui beberapa cara, yaitu:
- Hubungan seksual vaginal: Kontak seksual melalui vagina dengan pasangan yang terinfeksi.
- Hubungan seksual anal: Kontak seksual melalui anus yang dapat menyebabkan infeksi pada rektum.
- Hubungan seksual oral: Kontak seksual melalui mulut yang dapat menyebabkan infeksi pada tenggorokan.
- Penggunaan mainan seks yang terkontaminasi: Penggunaan alat bantu seksual yang terkontaminasi bakteri penyebab gonore.
- Penularan dari ibu kepada bayi: Ibu yang mengalami gonore dapat menularkan infeksi kepada bayi ketika proses persalinan.
Faktor Risiko Terkena Gonore
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi gonore, yakni:
- Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom;
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau sering berganti pasangan
- Memiliki pasangan yang terdiagnosis gonore atau infeksi menular seksual lainnya;
- Pernah mengalami infeksi menular seksual sebelumnya;
- Berusia di bawah 25 tahun;
- Tidak menjalani pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin; dan
- Mengonsumsi alkohol atau obat terlarang yang meningkatkan kemungkinan perilaku seksual berisiko.
Gejala Gonore yang Perlu Diketahui
Gejala Gonore pada Pria
Pada pria, gonore umumnya menimbulkan keluhan pada uretra dan organ reproduksi.
Gejala yang dapat muncul, seperti:
- Keluarnya cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis;
- Rasa nyeri, perih, atau terbakar saat buang air kecil;
- Meningkatnya frekuensi buang air kecil;
- Nyeri atau pembengkakan pada testis;
- Peradangan pada muara saluran kencing; dan
- Nyeri pada alat kelamin, termasuk ketika berhubungan seksual.
Keluarnya cairan kental seperti nanah dari penis merupakan salah satu keluhan yang sering dikaitkan dengan infeksi gonore pada pria.
Gejala Gonore pada Wanita
Pada wanita, infeksi gonore sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Jika keluhan muncul, gejalanya dapat menyerupai infeksi kandung kemih atau keputihan biasa.
Gejala gonore pada wanita, seperti:
- Keputihan yang meningkat atau tidak normal;
- Keluarnya cairan kental berwarna kuning atau kehijauan dari vagina;
- Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil;
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi;
- Perubahan siklus menstruasi;
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul;
- Nyeri saat berhubungan seksual; dan
- Pembengkakan pada vulva.
Gejala Gonore pada Anus
Infeksi gonore pada anus atau rektum dapat menimbulkan beberapa keluhan, yaitu:
- Rasa gatal pada anus;
- Nyeri di sekitar anus;
- Perdarahan dari anus;
- Keluarnya cairan dari anus; dan
- Rasa sakit ketika buang air besar.
Gejala Gonore pada Tenggorokan
Gonore juga dapat menginfeksi tenggorokan, terutama melalui kontak seksual oral dengan orang yang terinfeksi.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
- Sakit tenggorokan yang berlangsung berkepanjangan;
- Nyeri atau rasa tidak nyaman ketika menelan;
- Kemerahan dan peradangan pada tenggorokan; dan
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Gejala Gonore pada Mata
Infeksi gonore pada mata dapat menyebabkan mata menjadi merah dan mengeluarkan cairan bernanah.
Infeksi mata akibat gonore juga dapat terjadi pada bayi yang tertular bakteri dari ibunya saat persalinan.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
Apakah Gonore Bisa Terjadi Tanpa Gejala?
Gonore dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala, terutama pada wanita.
Seseorang yang terinfeksi mungkin tidak menyadari adanya penyakit karena tidak mengalami keluhan pada alat kelamin maupun bagian tubuh lainnya.
Meskipun tidak menunjukkan gejala, penderita tetap dapat menularkan infeksi kepada pasangan seksualnya.
Oleh karena itu, pemeriksaan diperlukan apabila seseorang memiliki pasangan yang terdiagnosis gonore atau mempunyai faktor risiko penularan, meskipun tidak merasakan keluhan.
Berapa Lama Gejala Gonore Muncul Setelah Terinfeksi?
Gejala gonore dapat muncul beberapa hari setelah seseorang terpapar bakteri penyebab infeksi.
Berdasarkan informasi dalam referensi, gejala umumnya muncul dalam waktu 2–7 hari setelah paparan.
Namun, keluhan juga dapat muncul hingga sekitar dua minggu atau 30 hari setelah paparan.
Perbedaan waktu munculnya gejala tersebut menunjukkan bahwa keluhan tidak selalu terjadi segera setelah penularan.
Sebagian orang bahkan tidak mengalami gejala sama sekali.
Karena itu, ada atau tidaknya keluhan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan seseorang mengalami infeksi gonore.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Gonore?
Diagnosis gonore dilakukan melalui pemeriksaan oleh dokter.
Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui gejala yang dialami, riwayat kemungkinan penularan, serta memastikan keberadaan bakteri penyebab infeksi.
Dokter dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium sesuai kondisi pasien.
Wawancara Medis dan Pemeriksaan Fisik
Pada tahap awal, dokter akan menanyakan beberapa informasi yang berkaitan dengan kondisi pasien, seperti:
- Gejala yang dialami dan waktu pertama kali muncul;
- Riwayat aktivitas seksual;
- Penggunaan kondom ketika berhubungan seksual;
- Riwayat kontak dengan pasangan yang diduga atau telah terdiagnosis gonore; atau
- Riwayat penyakit menular seksual sebelumnya.
Selanjutnya, dokter dapat memeriksa bagian tubuh yang mengalami keluhan untuk mengetahui adanya tanda infeksi.
Pemeriksaan fisik dapat meliputi pengamatan terhadap keluarnya cairan dari alat kelamin, kemerahan, pembengkakan, atau nyeri pada bagian yang terinfeksi.
Jika diperlukan, pemeriksaan juga dapat dilakukan pada anus, tenggorokan, atau mata.
Tes Urine dan Pemeriksaan Sampel Cairan
Guna memastikan diagnosis, dokter dapat mengambil sampel urine atau cairan dari bagian tubuh yang diduga mengalami infeksi.
Sampel dapat berasal dari:
- Uretra atau saluran kencing;
- Serviks atau leher rahim;
- Rektum atau anus;
- Tenggorokan; dan
- Mata.
Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk membantu mendeteksi bakteri penyebab gonore.
Tes Sensitivitas Antibiotik
Dokter juga dapat melakukan tes sensitivitas antibiotik untuk mengetahui respons bakteri terhadap jenis antibiotik tertentu.
Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan pilihan pengobatan yang sesuai, terutama berkaitan dengan kemungkinan resistensi antibiotik.
Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual Lainnya
Penderita gonore dapat menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi menular seksual lain.
Beberapa infeksi yang disebutkan, seperti klamidia, HIV, dan sifilis.
Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan, termasuk tes darah untuk mendeteksi infeksi tertentu, sesuai kebutuhan pasien.
Bagaimana Cara Mengobati Gonore?
Pengobatan gonore dilakukan menggunakan antibiotik yang diberikan sesuai pemeriksaan dan anjuran dokter.
Tujuan pengobatan adalah mengatasi infeksi bakteri, meredakan keluhan, mencegah komplikasi, serta mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
Pemilihan antibiotik perlu memperhatikan kondisi pasien dan kemungkinan resistensi bakteri terhadap obat.
Pengobatan Gonore dengan Antibiotik
Salah satu antibiotik yang digunakan untuk mengobati gonore adalah ceftriaxone.
Antibiotik dapat diberikan melalui suntikan atau obat minum, bergantung pada jenis obat dan pertimbangan dokter.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan antibiotik lain berdasarkan hasil pemeriksaan dan sensitivitas bakteri.
Pasien juga perlu memberi tahu dokter apabila mempunyai riwayat alergi obat atau sedang menggunakan obat-obatan tertentu.
Pentingnya Menjalani Pengobatan Sesuai Anjuran Dokter
Pasien perlu menjalani pengobatan sesuai dosis dan ketentuan yang diberikan dokter, meskipun gejala telah berkurang.
Pengobatan yang tidak dijalankan dengan tepat dapat menyebabkan infeksi tidak tertangani sepenuhnya dan meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Dokter juga dapat menentukan waktu pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi pasien setelah mendapatkan pengobatan.
Selama menjalani pengobatan, pasien dianjurkan menghindari hubungan seksual sampai dokter menyatakan infeksi telah sembuh.
Mengapa Pasangan Seksual Juga Perlu Diperiksa?
Pasangan seksual dari seseorang yang terdiagnosis gonore perlu menjalani pemeriksaan karena berpotensi mengalami infeksi yang sama.
Pemeriksaan tetap diperlukan meskipun pasangan tidak menunjukkan gejala.
Jika pasangan juga mengalami infeksi, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai.
Penanganan pasangan seksual merupakan bagian dari upaya mencegah penularan berulang.
Resistensi Antibiotik pada Bakteri Gonore
Bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik tertentu.
Resistensi antibiotik merupakan kondisi ketika bakteri memiliki kemampuan bertahan terhadap obat yang sebelumnya digunakan untuk mengatasi infeksi.
Kondisi tersebut dapat mempersulit pengobatan.
Karena itu, penggunaan antibiotik untuk gonore harus mengikuti pemeriksaan dan petunjuk dokter.
Apa Saja Komplikasi Gonore Jika Tidak Diobati?
Gonore yang tidak mendapatkan pengobatan atau tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan komplikasi pada sistem reproduksi maupun bagian tubuh lainnya.
Komplikasi yang terjadi dapat berbeda antara pria, wanita, ibu hamil, dan bayi.
Komplikasi Gonore pada Wanita
Pada wanita, infeksi dapat menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan beberapa komplikasi, antara lain:
- Penyakit radang panggul: Peradangan pada organ reproduksi wanita akibat penyebaran infeksi.
- Infertilitas: Gangguan kesuburan yang dapat terjadi akibat komplikasi infeksi pada organ reproduksi.
- Kehamilan ektopik: Kehamilan yang terjadi di luar rahim dan risikonya dapat meningkat akibat penyakit radang panggul.
Komplikasi Gonore pada Pria
Pada pria, gonore yang tidak ditangani dapat menyebabkan peradangan pada epididimis, yaitu saluran di bagian belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma.
Peradangan tersebut dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada bagian testis.
Infeksi yang menimbulkan komplikasi pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan.
Risiko Gonore pada Ibu Hamil dan Bayi
Ibu hamil yang mengalami gonore dapat menularkan bakteri penyebab infeksi kepada bayinya saat proses persalinan.
Komplikasi yang berkaitan dengan gonore pada kehamilan dan bayi, seperti:
- Keguguran;
- Kelahiran prematur;
- Infeksi mata pada bayi baru lahir; dan
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan pada bayi.
Infeksi gonore pada bayi terutama dapat menyerang mata setelah terjadi penularan saat kelahiran.
Penyebaran Infeksi ke Darah dan Sendi
Pada kondisi tertentu, bakteri gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk darah dan sendi.
Penyebaran infeksi dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, dan perubahan pada kulit berupa ruam.
Infeksi yang telah menyebar ke bagian tubuh lain dapat memerlukan penanganan lebih lanjut.
Peningkatan Risiko Infeksi HIV
Gonore juga berkaitan dengan peningkatan risiko tertular HIV.
Karena itu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan infeksi menular seksual lainnya pada pasien yang terdiagnosis gonore, sesuai riwayat dan kondisi pasien.
Cara Mencegah Penularan Gonore
Pencegahan gonore dilakukan dengan mengurangi risiko kontak dengan bakteri penyebab infeksi melalui aktivitas seksual.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan gonore, yaitu:
- Menggunakan kondom secara konsisten dan benar ketika melakukan hubungan seksual;
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual untuk mengurangi risiko paparan infeksi;
- Menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang menunjukkan gejala infeksi menular seksual;
- Menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual secara rutin, terutama apabila mempunyai faktor risiko;
- Memberi tahu pasangan seksual apabila terdiagnosis gonore agar pasangan dapat menjalani pemeriksaan;
- Segera mendapatkan pengobatan sesuai anjuran dokter jika dinyatakan mengalami infeksi; dan
- Menghindari hubungan seksual selama menjalani pengobatan hingga dokter menyatakan infeksi telah sembuh.
Pemeriksaan dan penanganan pasangan yang terinfeksi juga diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya penularan kembali.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan ke dokter diperlukan apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi gonore atau memiliki riwayat kontak seksual dengan orang yang terdiagnosis penyakit tersebut.
Beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan, yakni:
- Keluarnya cairan tidak normal dari penis atau vagina;
- Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil;
- Nyeri atau pembengkakan pada testis;
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul;
- Perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi;
- Keluhan pada anus, tenggorokan, atau mata yang diduga berkaitan dengan infeksi; dan
- Memiliki pasangan seksual yang terdiagnosis gonore, meskipun tidak mengalami gejala.
Pemeriksaan dapat dilakukan oleh dokter, termasuk dokter spesialis dermatologi dan venereologi atau spesialis kulit dan kelamin.
Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan kebutuhan tes laboratorium dan pengobatan berdasarkan kondisi pasien.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
