Connect with us

Politik

Kepala BGN Usul Ilmu Gizi Masuk Kurikulum Sekolah

Kepala BGN Sudaryono mengusulkan pendidikan gizi masuk kurikulum sekolah melalui MBG agar siswa memahami manfaat makanan yang dikonsumsi.

Actress 1299250

Published

on

Kepala BGN Usul Ilmu Gizi Masuk Kurikulum Sekolah
Kepala BGN Usul Ilmu Gizi Masuk Kurikulum Sekolah. Gambar: YouTube/Badan Gizi Nasional Republik Indonesia

MPN Indonesia 1 November 2026 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar pendidikan gizi masuk dalam kurikulum sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan tersebut disampaikan melalui akun Instagramnya pada Selasa (27/10) dan dijelaskan kembali di Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Usulan ini berkaitan dengan pemberian pemahaman mengenai kandungan gizi makanan kepada siswa melalui kegiatan makan bersama di sekolah.

“Jadi bagaimana memasukkan MBG atau edukasi gizi ini menjadi salah satu bagian dari kurikulum yang ada di pendidikan kita,” kata Sudaryono dikutip MPN Indonesia dari Instagram @sudaru_sudaryono, Minggu (1/11).

Kepala BGN Jelaskan Usulan Pendidikan Gizi

Sudaryono menyampaikan bahwa usulan memasukkan pendidikan gizi dan MBG ke dalam kurikulum menjadi perbincangan masyarakat di media sosial.

Ia kemudian menjelaskan maksud dari penggabungan kegiatan makan dan pembelajaran tersebut.

“Mungkin sekarang lagi ramai, Kepala BGN minta MBG dan pendidikan gizi masuk kurikulum misalnya, itu maksudnya adalah menjadi satu kesatuan dari unsur pendidikan kita,” ucap Sudaryono dalam agenda 100 Hari Kerja, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Badan Gizi Nasional Republik Indonesia pada Minggu (1/11).

Melalui konsep tersebut, siswa tidak hanya menerima makanan dari program makan bergizi gratis.

Namun, juga mendapatkan penjelasan mengenai kandungan dan manfaat zat gizi dalam makanan yang dikonsumsi.

Edukasi Gizi Dilaksanakan Saat Siswa Menyantap MBG

Sudaryono menjelaskan bahwa pelaksanaan pendidikan gizi dapat disesuaikan dengan jadwal kepulangan siswa.

Sekolah dapat menyediakan waktu khusus untuk makan sekaligus memberikan pemahaman mengenai gizi.

“Dikasih waktu khusus di dalam, jadi tidak mengganggu jam pelajaran,” katanya.

Baca Juga:  Waka BGN Janji Akan Tanggung Jawab Biayai Korban Keracunan MBG

Pada kegiatan tersebut, siswa dapat mempelajari fungsi karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan kandungan gizi lainnya.

“Untuk anak SD kelas 1, kelas 2 yang pulang pagi, itu sebelum pulang sekolah jam 10.00 dia makan. Untuk yang pulang siang, itu diberikan waktu jam 12.00 sampai dengan jam 13.00, 1 jam itu makan MBG sambil diberi pencerahan terkait kenapa kok harus makan karbo, kenapa kok harus makan protein hewani, apa fungsi protein hewani, kenapa harus makan protein hewani, kenapa harus makan sayur,” jelasnya.

Materi Pendidikan Gizi Juga Diterapkan di Rumah

Badan Gizi Nasional mengusulkan pembelajaran mengenai manfaat zat gizi dari berbagai sumber makanan.

Materi yang diusulkan mencakup karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.

Sudaryono menjelaskan bahwa siswa perlu memahami alasan tubuh membutuhkan zat gizi tersebut.

Pembelajaran juga membahas kebutuhan protein dan manfaat mengonsumsi sayuran.

“Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat. Kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya vitamin, mineral. Kenapa mesti protein, satu orang itu makan protein itu harus berapa dan sebagainya,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pemahaman anak-anak mengenai pentingnya kandungan gizi, terutama mereka yang tinggal di daerah.

“Tidak banyak di antara anak-anak dan kita semua yang hadir di sini itu kemudian memahami itu dulu. Sekarang jadi orang kota, paham. Tapi di daerah-daerah ini orang enggak tahu,” imbuhnya.

Sudaryono juga menyinggung penerapan pengetahuan mengenai gizi dalam penyediaan makanan di rumah.

Menurutnya, keluarga dapat memilih bahan makanan berdasarkan kandungan gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

“Di rumah-rumah mereka masing-masing itu kemudian gizinya ditambah dengan belanja bahan-bahan yang kandungan gizinya juga menopang pertumbuhan dari anak-anak,” tuturnya.

Baca Juga:  Sambangi Dapur SPPG Bosowa Bina Insani, DPRD Temukan Lalat hingga Dapur yang Tak Higienis

(AKM/NID/RAD)

Trending