Connect with us

Viral

Aksi Rombongan Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari Jakut

Polisi menggunakan KRL untuk menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Sebanyak 27 orang diamankan dalam operasi tersebut.

Actress 1299250

Published

on

Aksi Rombongan Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari Jakut
Aksi Rombongan Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari Jakut. Gambar: X/@rimapurwasih

MPN Indonesia 2 November 2026 - Rombongan polisi menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11).

Sebanyak 1.816 personel gabungan dikerahkan untuk mengepung kawasan tersebut dari berbagai arah.

Penggunaan kereta dilakukan untuk menjangkau lokasi peredaran narkotika di sepanjang jalur rel dan mempersempit jalur pelarian pengedar.

Direktur Investigasi Narkotika Kepolisian Metro Jaya, Superintendan Senior Bismo Teguh Prakoso membenarkan penggunaan KRL dalam operasi yang dilakukan secara serentak dari berbagai arah.

“Kami melakukan penggerebekan serentak dari berbagai sudut dalam kerja sama erat dengan Badan Narkotika Nasional, Badan Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional Indonesia, petugas Kepolisian Metro Jaya, dan Brigade Mobil,” kata Bismo dikutip MPN Indonesia dari laman resmi INP Polri, Senin (2/11).

Polisi Gunakan KRL untuk Mengepung Kampung Bahari

Polisi memanfaatkan Commuter Line untuk menjangkau kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.

Dalam operasi tersebut, personel gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penggerebekan dari arah berbeda.

Tim pertama menggunakan Commuter Line yang terdiri atas delapan gerbong untuk menjangkau kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.

Kereta kemudian berhenti di kawasan rawan peredaran narkoba di sepanjang jalur rel Kampung Bahari.

Para petugas turun menggunakan tangga kayu kecil sebelum membentuk barisan menuju lokasi penggerebekan.

Sementara itu, tim kedua bergerak melalui Jalan R.E. Martadinata, Tanjung Priok, untuk menutup akses menuju Kampung Bahari.

KAI Commuter Jelaskan Penggunaan Kereta oleh Polisi

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter membenarkan penggunaan kereta untuk mengangkut personel gabungan dalam operasi tersebut.

Baca Juga:  Unpad Nonaktifkan Guru Besar usai Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan perjalanan khusus tersebut telah melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu 1 November sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) merupakan hasil koordinasi dari pihak Kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” kata Karina dalam keterangannya.

Karina menjelaskan bahwa perjalanan Kereta Luar Biasa tersebut tidak mengganggu jadwal reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

Namun, kerumunan warga di sekitar rel menyebabkan sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan selama proses penggerebekan berlangsung.

“KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4 sampai 19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan,” ucap Karina.

Polisi Amankan 27 Orang dan Barang Bukti Narkotika

Operasi pemberantasan kasus narkotika di Kampung Bahari sempat mendapat perlawanan dari kelompok yang berada di lokasi.

Berdasarkan keterangan Polri, sebanyak 27 orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Sementara itu, data rinci mengenai jumlah keseluruhan tersangka akan disampaikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti berupa ratusan gram sabu, ganja, ribuan pil ekstasi, mesin pencetak ekstasi, perlengkapan terkait narkoba, senjata tajam, senjata api, serta uang tunai yang diduga berasal dari hasil transaksi narkoba.

(AKM/NID/RAD)

Trending