Connect with us

Berita

KAI Buka Suara soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari

KAI Commuter menjelaskan penggunaan KRL oleh polisi saat penggerebekan Kampung Bahari. Kereta khusus tersebut telah dikoordinasikan dengan kepolisian.

Actress 1299250

Published

on

KAI Buka Suara soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari
KAI Buka Suara soal Polisi Naik KRL saat Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Bahari. Gambar: X/@wni_nihbos

MPN Indonesia 2 November 2026 - PT KAI Commuter memberikan penjelasan terkait penggunaan kereta rel listrik (KRL) oleh polisi saat penggerebekan kasus narkotika di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11).

Kereta tersebut merupakan perjalanan khusus hasil koordinasi pihak kepolisian dengan KAI Commuter untuk mengangkut personel menuju lokasi operasi sekitar pukul 06.25 WIB.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa perjalanan tersebut menggunakan kereta luar biasa (KLB) dengan rute Jakarta Kota-Tanjung Priok.

“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu (1/11) sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan KLB merupakan hasil koordinasi dari pihak kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” ujar Karina dalam keterangannya.

KAI Jelaskan Dampak Penggerebekan terhadap Perjalanan KRL

Karina memastikan penggunaan kereta khusus untuk operasi kepolisian tersebut tidak mengganggu jadwal reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.

“Perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan regular Commuter Line menuju Tanjung Priok,” jelasnya.

Meski demikian, tiga perjalanan kereta reguler mengalami keterlambatan akibat kerumunan warga di sekitar rel Kampung Bahari.

Kerumunan tersebut terjadi saat petugas melakukan penggerebekan di kawasan tersebut.

“KAI Commuter menyampaikan pemohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat 3 perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4-19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan,” ujar Karina.

Keterlambatan tersebut tercatat antara 4 hingga 19 menit pada tiga perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok.

Polisi Amankan 27 Orang dan Barang Bukti Narkotika

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang kemudian menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Baca Juga:  Polisi Tahan 4 Tersangka dalam Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Berdasarkan keterangan Polri, sebanyak 27 orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Selain mengamankan sejumlah orang, petugas menyita berbagai barang bukti berupa ratusan gram sabu, ganja, ribuan pil ekstasi, mesin pengepres ekstasi, perlengkapan terkait narkoba, senjata tajam, senjata api, serta uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan narkoba.

(AKM/NID/RAD)

Trending