Connect with us

Berita

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, 2 Kru Tewas

Helikopter TNI AD jatuh saat operasi pemadaman karhutla di Kalteng. Dua kru meninggal dunia dan satu masih dicari menurut TNI AD.

Actress 1299250

Published

on

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, 2 Kru Tewas
Gambar berikut merupakan ilustrasi helikopter. Gambar: Dok. Ilutsrasi Canva

MPN Indonesia 5 November 2026 - Helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) jatuh saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

Kecelakaan tersebut menyebabkan sejumlah korban jiwa. Berdasarkan keterangan lanjutan TNI AD pada Kamis (5/11), dua personel dinyatakan meninggal dunia, lima selamat, dan satu lainnya masih dalam proses pencarian.

“Hingga saat ini, dua orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu Mayor CPN Dudi dan Lettu CPN Hafiz. Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, dalam keterangan tertulis.

Kondisi Delapan Kru Helikopter TNI AD

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, delapan personel berada di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi.

Petugas telah mengevakuasi sejumlah kru, sementara proses evakuasi terhadap personel lainnya masih berlangsung.

Donny menjelaskan bahwa lima kru lainnya berhasil diselamatkan, yakni Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.

TNI AD bersama tim gabungan mengerahkan personel untuk menangani kecelakaan tersebut. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan laut setelah insiden dilaporkan.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono, helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman karhutla.

Helikopter tersebut menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Operasi pemadaman dilakukan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Suhu Capai 464 Derajat Celcius, Pendakian Gunung Slamet Ditutup

Saat menjalankan tugas, helikopter melakukan pengambilan air untuk pemadaman melalui udara.

“Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing,” kata Donny.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

TNI AD menyatakan penyebab jatuhnya Helikopter Mi-17V5 belum dapat dipastikan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Donny menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat helikopter menjalankan tugas pemadaman karhutla. Hingga kini, penyebab insiden tersebut masih diselidiki.

“Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Donny.

(AKM/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending