Connect with us

Kriminal

Perampokan di Indramayu, Tetangga jadi Tersangka usai Jasad Korban Ditemukan dalam Mobil Terbakar

Perampokan di Indramayu membuat Komariyah hilang. Mobil keluarganya ditemukan terbakar dengan jasad perempuan di dalamnya.

Actress 1299250

Published

on

Perampokan di Indramayu, Uang Ratusan Juta Raib dan Istri Diduga Tewas dalam Mobil Terbakar
Perampokan di Indramayu, Uang Ratusan Juta Raib dan Istri Diduga Tewas dalam Mobil Terbakar. Gambar: Instagram/@indramayuinfo

MPN Indonesia 4 November 2026 - Kasus perampokan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (2/11), diduga berujung pada penculikan dan pembunuhan.

Komariyah (45) dilaporkan hilang setelah rumahnya disatroni pelaku yang membawa kabur uang ratusan juta rupiah, perhiasan emas, dan mobil Mitsubishi Xpander berwarna putih.

Pada Selasa (3/11), mobil milik keluarga tersebut ditemukan terbakar di wilayah Cijati, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Indramayu.

Polisi menemukan jasad perempuan di dalam mobil yang terbakar. Keluarga menduga jasad tersebut merupakan Komariyah, tetapi masih menunggu konfirmasi resmi kepolisian mengenai hasil identifikasinya.

Suami korban, Dudung Badrun (66), meyakini mobil yang ditemukan terbakar tersebut merupakan kendaraan milik keluarganya.

“Iya betul, mobil yang terbakar di Cikawung itu mobil kami, berikut juga korban yang ditemukan di situ. Namun dari polisi belum memberikan informasi resmi kepada kami, tapi harapan kami semoga Hj. Komariyah selamat,” kata Dudung kepada awak media.

Kronologi Kejadian

Dudung menjelaskan bahwa kejadian tersebut diperkirakan berlangsung antara pagi hingga siang hari. Saat itu, Komariyah sedang seorang diri di rumah.

Pada Senin (2/11) sekitar pukul 05.30 WIB, Komariyah sempat meminta uang Rp3,5 juta kepada suaminya.

Uang tersebut rencananya digunakan untuk berbelanja ke Cirebon bersama sejumlah temannya.

Sekitar pukul 06.00 WIB, anak bungsu pasangan tersebut berangkat sekolah. Dudung kemudian meninggalkan rumah untuk bekerja sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kemudian jam 06.00 WIB, anak saya yang bungsu pergi ke sekolah, dan jam 08.00 WIB saya pergi kerja, sedangkan istri saya waktu itu sedang siap-siap menunggu temannya,” kata Dudung.

Baca Juga:  Aktor Sekaligus Musisi Berinisial FA Ditangkap Terkait Narkoba di Jakarta Selatan

Dudung terakhir kali melihat istrinya duduk di teras rumah sambil menunggu kedatangan teman-temannya.

Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika anak bungsu mereka pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB.

Anak yang masih duduk di bangku SMP tersebut mendapati rumah dalam keadaan terkunci dan seluruh gorden tertutup.

“Itu rumah dalam keadaan dikunci. Biasanya rumah itu hordengnya tidak tertutup, tapi siang itu hordeng tertutup dan rumah dikunci, kuncinya tidak ada,” ungkap Dudung.

Anak tersebut kemudian menunggu di teras hingga tertidur dan baru terbangun pada sore hari.

Menjelang magrib, Komariyah belum juga pulang sehingga anaknya meminta bantuan kepada paman dan bibinya.

Setelah mendapat kabar dari keluarga, Dudung meminta pintu rumah dibongkar. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi.

Uang Ratusan Juta dan Emas Setengah Kilogram Hilang

Keluarga mendapati kondisi rumah berantakan setelah berhasil membuka pintu.

Sejumlah lemari terlihat telah diacak-acak dan ditemukan bercak darah di beberapa bagian ruangan.

“Setelah dibongkar, kenyataannya seperti itu. Rumah dalam kondisi berantakan, ada banyak bercak darah, dan kondisi lemari dibongkar,” kata Dudung.

Selain Komariyah yang belum ditemukan, keluarga mengetahui sejumlah barang berharga telah hilang dari rumah.

Barang-barang yang dilaporkan dibawa kabur pelaku meliputi uang tunai senilai ratusan juta rupiah, perhiasan emas dengan berat diperkirakan mencapai 500 gram atau setengah kilogram, serta satu unit mobil Mitsubishi Xpander berwarna putih.

“Itu sudah raib semua,” kata Dudung.

Dudung juga mengungkapkan dugaan kekerasan yang dialami istrinya sebelum dibawa pergi.

Menurutnya, tetangga sempat mendengar suara yang menyerupai seseorang sedang kesakitan dari dalam rumah.

“Korban disekap dan dianiaya saat itu, menurut tetangga, waktu itu seperti ada suara krek-krek kaya orang yang lagi dicekek,” ungkap Dudung dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Rabu (4/11).

Baca Juga:  Terduga Pelaku Perusakan Bus Persib U-18 Berhasil Ditangkap Polisi

Dudung menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah orang yang terlibat.

Dua Terduga Pelaku Dibawa ke Polres Indramayu

Polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus perampokan dan penculikan Komariyah. Lalu keduanya dibawa ke Polres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Keduanya digiring menuju ruang penyidik bersama sebuah karung berisi barang berharga yang diduga milik korban.

Dudung menyebut salah satu orang yang diduga terlibat merupakan tetangga dekat keluarganya. Rumah orang tersebut hanya berjarak beberapa rumah dari kediaman korban.

Menurut Dudung, istrinya juga kerap memberikan pekerjaan kepada orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

“Tetangga ini biasa diberikan pekerjaan oleh istri saya. Saya tidak menduga ada niatan busuk dari pelaku,” ujar Dudung.

Dudung mengatakan istrinya tidak memiliki persoalan dengan orang tersebut.

“Istri saya tidak ada masalah dengan pelaku, selama ini sikapnya pun baik bahkan kerap memberikan pekerjaan,” kata Dudung.

Sementara itu, berdasarkan informasi warga, terdapat dua rumah yang diduga milik terduga pelaku sekitar 30 meter di belakang rumah korban.

Salah satu rumah tersebut terlihat mengalami kerusakan berupa kaca jendela pecah.

Belum diketahui penyebab kerusakan kaca maupun motif di balik kejadian tersebut.

Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan dan Penculikan

Tim Inafis Polres Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban pada Senin (2/11) malam.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti dalam proses penyelidikan.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan adanya peristiwa perampokan dan dugaan penculikan di Desa Kalianyar.

“Iya benar, saat ini kami terus bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” ujar AKP Tarno.

Baca Juga:  Usai Kasus MinyaKita Viral, Kini Beras 5 Kg di Kalimantan Timur Tak Sesuai Takaran

Dudung sendiri menduga kejadian yang menimpa istrinya mengarah pada pembunuhan berencana. Ia meminta polisi memberikan hukuman berat kepada pelaku.

“Nyawa harus dibayar dengan nyawa karena ini sudah pembunuhan berencana,” tegas Dudung.

(AKM/NID/RAD)

Trending