Connect with us

Internasional

Detik-Detik Jet Pribadi Jatuh dan Meledak di Florida, Seluruh Penumpang Tewas

Jet pribadi Learjet 60 jatuh dan meledak di Florida, Amerika Serikat, menewaskan 9 orang. FAA dan NTSB menyelidiki penyebab kecelakaan.

Actress 1299250

Published

on

Detik Detik Jet Pribadi Jatuh dan Meledak di Florida, Seluruh Penumpang Tewas
Detik Detik Jet Pribadi Jatuh dan Meledak di Florida, Seluruh Penumpang Tewas. Gambar: Dok. New York Post

MPN Indonesia 2 November 2026 - Sebuah jet pribadi jenis Learjet 60 jatuh dan meledak di kawasan permukiman Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11).

Kecelakaan pesawat tersebut menewaskan sembilan orang di dalamnya, termasuk penumpang dan awak pesawat.

Dikutip MPN Indonesia dari Federal Aviation Administration (FAA), Pesawat yang terbang dari Austin, Texas, menuju Bahama itu menukik tajam sebelum menghantam jalan Military Trail sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Benturan tersebut memicu ledakan dan kobaran api serta terbentuk cekungan besar di lokasi kecelakaan.

Gubernur Florida Ron DeSantis menggambarkan kondisi pesawat sebelum menghantam permukaan jalan.

“Itu adalah kecelakaan pesawat yang dahsyat. Kelihatannya seperti rudal yang jatuh,” kata DeSantis, dikutip MPN Indonesia dari CNN US pada Senin (2/11).

Rekaman kamera dasbor kendaraan memperlihatkan pesawat meluncur dengan bagian hidung mengarah ke bawah.

Pesawat kemudian menghantam jalan dan menghasilkan bola api besar disertai asap hitam.

Kronologi Jet Pribadi Jatuh

Sebelum kecelakaan, pilot Learjet 60 melaporkan kondisi penerbangan kepada petugas pengendali lalu lintas udara.

Rekaman komunikasi LiveATC.net menunjukkan adanya laporan penumpukan es pada pesawat dan turbulensi sedang.

Pilot juga menyampaikan bahwa suhu udara di luar pesawat mencapai minus 47 derajat Celsius.

Turbulensi yang dialami pesawat dilaporkan menyebabkan perubahan ketinggian hingga 700 kaki.

Situasi kemudian berubah ketika pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan cepat.

Pilot mengirimkan panggilan darurat kepada Pusat Pengendalian Lalu Lintas Udara Miami.

“Mayday, mayday. Kami turun 10.000 kaki per menit!” ujar pilot kepada Miami Air Route Traffic Control Center.

Baca Juga:  RI Siapkan 4 Strategi Hadapi Kebijakan Tarif Trump

Tidak lama kemudian, pilot kembali melaporkan peningkatan kecepatan penurunan pesawat.

“Kita sedang dalam kondisi kecepatan berlebih, turun dengan kecepatan 20.000 kaki per menit. Kita akan menabrak tanah!” ucapnya.

Data pelacakan ADS-B Exchange menunjukkan pesawat kehilangan ketinggian sekitar 27.000 kaki dalam satu menit.

Sinyal pelacakan kemudian terputus menjelang pesawat menghantam tanah.

Data penerbangan lainnya memperlihatkan pesawat sempat berbelok tajam ke kanan sebelum menukik.

Rekaman kamera kendaraan yang melintas menunjukkan benturan terjadi dalam waktu singkat dan langsung memicu ledakan.

Warga Mendengar Ledakan

Pada peristiwa tersebut, pesawat dilaporkan menghantam pepohonan dan merobohkan kabel listrik.

Sedikitnya satu rumah semi-permanen dilaporkan terdampak kobaran api.

Warga sekitar turut mendengar ledakan ketika pesawat menghantam tanah.

Salah satunya Andrew Mannino yang berada di sekitar kawasan tersebut.

“Saya mendengar dan merasakan ledakan itu. Listrik langsung padam dan masih padam hingga sekarang,” jelas Mannino.

Mannino juga mengaku mencium bau asap dan melihat awan hitam besar membubung ke udara.

Sembilan Orang Tewas, Sekitar 600 Warga Dievakuasi

Otoritas setempat memastikan sembilan orang yang berada di dalam Learjet 60 meninggal dunia.

Identitas korban serta jumlah penumpang dan awak pesawat belum diumumkan.

Gubernur Ron DeSantis menyatakan belum menerima laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dari warga di jalan.

Palm Beach County Fire Rescue menetapkan kejadian tersebut sebagai insiden korban massal.

Petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan tim penyelamat dikerahkan ke lokasi.

Komisaris Palm Beach County Distrik 3, Joel Flores, mengatakan kerusakan menghalangi akses masuk ke kawasan rumah mobil.

Kondisi tersebut menyebabkan ratusan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.

Pihak berwenang juga menutup sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Pria di Florida Ngaku Nyaris Meninggal karena Saran Keliru dari ChatGPT, Ini Duduk Perkaranya

Perbaikan infrastruktur diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya 30 hari sebelum jalur tersebut dapat kembali dibuka.

FAA dan NTSB Selidiki Penyebab Kecelakaan Pesawat

FAA mengerahkan petugas untuk membantu penyelidikan yang dipimpin National Transportation Safety Board (NTSB).

Penyebab pasti kecelakaan belum diumumkan oleh otoritas penerbangan.

Sebelum jatuh, pesawat diketahui melewati kawasan dengan aktivitas badai.

Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi cuaca berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

Analis penerbangan CNN, Mary Schiavo, menyoroti rekaman penurunan pesawat yang tertangkap kamera kendaraan.

“Itu bukan penurunan yang terkendali. Jelas, apa pun yang terjadi, pesawat mereka telah kehilangan kendali,” ujar Schiavo.

Penyelidik akan memeriksa informasi penerbangan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum benturan.

Keberadaan perekam suara kokpit pada pesawat tersebut juga belum dipastikan.

Menurut catatan FAA, Learjet 60 tersebut terdaftar atas nama perusahaan berbentuk LLC di Delaware.

Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyebut kejadian tersebut sebagai tragedi yang mengerikan.

“Mari kita bersama-sama mendoakan keluarga serta kerabat dari para korban yang telah meninggalkan kita,” tambah Duffy dalam pernyataannya.

Lokasi jatuhnya pesawat berada beberapa mil dari resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump dan ia meninggalkan bandara terdekat menggunakan Air Force One sekitar satu jam sebelum kejadian.

(RAD/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending