Connect with us

Internasional

Abdul El-Sayed jadi Senator Muslim Pertama AS, Ini 10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela

Simak 10 politikus Muslim yang menang dalam pemilu sela AS 2026. Abdul El-Sayed mencetak sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih ke Senat AS.

Actress 1299250

Published

on

Abdul El Sayed jadi Senator Muslim Pertama AS, Ini 10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela

MPN Indonesia 6 November 2026 - Abdul El-Sayed mencatat sejarah sebagai senator Muslim pertama Amerika Serikat (AS) setelah memenangkan pemilihan di Michigan pada Selasa (3/11).

Politikus Partai Demokrat itu mengalahkan Mike Rogers dari Partai Republik dengan perolehan sekitar 52,5 persen suara.

Kemenangan El-Sayed menjadi bagian dari keberhasilan sedikitnya 10 politikus Muslim dalam pemilu sela AS 2026.

Sebanyak tujuh politikus terpilih ke Kongres AS, sedangkan tiga lainnya memenangkan kursi senat negara bagian.

Hasil pemilu tersebut mencakup kemenangan kandidat baru dan terpilihnya kembali sejumlah anggota parlemen Muslim.

Para kandidat memenangkan pemilihan di berbagai negara bagian, termasuk Michigan, New Jersey, New York, Minnesota, Indiana, California, dan Illinois.

Abdul El-Sayed jadi Senator Muslim Pertama AS

El-Sayed, 42 tahun, merupakan dokter keturunan Mesir-Amerika dan mantan pejabat kesehatan masyarakat.

Dia memenangkan kursi Senat AS yang ditinggalkan Gary Peters setelah memutuskan pensiun.

Dalam kampanyenya, El-Sayed mengangkat persoalan layanan kesehatan, biaya hidup, dan pengaruh korporasi dalam politik.

Dia juga mengkritik bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel dan Mesir.

Baca Juga:  Nilai Tukar Rupiah Menguat jadi Rp16.370 per Dolar AS Pagi Ini

Kemenangan El-Sayed mendapat sambutan dari komunitas Muslim Amerika.

Abdullah Memon, juru kampanyenya dari California, mengaku terharu ketika menghadiri perayaan kemenangan bersama keluarga El-Sayed.

“Di pesta hasil pemilu, saya bukan orang yang emosional, tapi saya sedikit terharu. Melihat dia dan istrinya yang mengenakan hijab, dan keluarganya, mereka adalah Muslim Amerika seperti saya, dan itu membuat saya merasa bangga menjadi orang Amerika,” ucap Memon, seperti dikutip MPN Indonesia dari CBS News.

Saad Ijaz, pendukung sekaligus juru kampanye El-Sayed dari Washington DC, juga menyampaikan pengalamannya setelah menyaksikan pidato kemenangan tersebut.

“Saya kira kemarin adalah hari yang sangat menyentuh hati saat saya menyaksikan Abdul menyampaikan pidato kemenangannya. Adik laki-laki saya, yang berusia 13 tahun, sering diejek di sekolah. Untuk pertama kalinya, ia mengatakan kepada saya bahwa dia merasa ada harapan,” kata Ijaz.

Ijaz menyebut kemenangan El-Sayed memiliki arti bagi keterwakilan Muslim dalam politik nasional Amerika Serikat.

“Untuk pertama kalinya, seseorang yang memiliki keyakinan dan latar belakang serupa dengan saya, dapat mewakili komunitas saya tidak hanya di Michigan tetapi di seluruh negeri,” lanjutnya.

Daftar 10 Politikus Muslim yang Menang Pemilu Sela AS 2026

Selain El-Sayed, sembilan politikus Muslim lainnya memenangkan pemilihan legislatif federal dan negara bagian.

Dikutip MPN Indonesia dari The News Arab, berikut daftar pemenang beserta daerah pemilihan dan latar belakang mereka.

1. Abdul El-Sayed — Senat AS, Michigan

Politikus Demokrat berusia 42 tahun ini mengalahkan Mike Rogers dari Partai Republik.

Dia menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai senator federal AS.

2. Adam Hamawy — DPR AS, Distrik ke-12 New Jersey

Hamawy mengalahkan kandidat Republik Gregg Mele.

Dokter bedah plastik berusia 56 tahun itu merupakan mantan dokter tempur Angkatan Darat AS dan veteran Perang Irak.

Baca Juga:  Iran dan Tiga Negara Eropa Gelar Perundingan Nuklir di Istanbul

Pada 2024, dia menjadi sukarelawan medis di Gaza untuk merawat warga Palestina yang terluka.

Kemenangannya menjadikannya perwakilan Muslim pertama New Jersey di Kongres AS.

3. Darializa Avila Chevalier — DPR AS, Distrik ke-13 New York

Politikus Demokrat berusia 33 tahun keturunan Dominika ini menjadi perempuan Muslim Latina pertama yang terpilih ke Kongres AS.

Dia sebelumnya mengalahkan petahana Adriano Espaillat dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni 2026.

4. Rashida Tlaib — DPR AS, Distrik ke-12 Michigan

Politikus Demokrat keturunan Palestina-Amerika ini mengalahkan James Hooper dari Partai Republik.

Tlaib terpilih untuk masa jabatan kelima dan dikenal memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

5. Ilhan Omar — DPR AS, Distrik ke-5 Minnesota

Omar kembali terpilih setelah mengalahkan John Nagel dari Partai Republik dan kandidat independen DeVelle Jackson.

Politikus keturunan Somalia-Amerika itu mempertahankan kursinya untuk masa jabatan kelima.

6. Andre Carson — DPR AS, Distrik ke-7 Indiana

Carson mengalahkan Patrick McAuley dari Partai Republik dan James Sceniak dari Partai Libertarian.

Dia telah menjadi anggota DPR AS sejak 2008 dan merupakan anggota Muslim dengan masa jabatan terlama di lembaga tersebut.

7. Lateefah Simon — DPR AS, Distrik ke-12 California

Politikus Demokrat sekaligus aktivis hak-hak sipil ini mempertahankan kursinya setelah mengalahkan Jamie Joyce, sesama kandidat Partai Demokrat.

8. Aber Kawas — Senat Negara Bagian New York, Distrik ke-12

Aktivis keturunan Palestina-Amerika ini dilaporkan memenangkan pemilihan dengan mengangkat isu perumahan terjangkau, layanan kesehatan, hak imigran, dan penolakan pendanaan perang Israel di Gaza.

9. Abbas Alawieh — Senat Negara Bagian Michigan, Distrik ke-2

Politikus Demokrat keturunan Lebanon-Amerika ini dilaporkan memenangkan kursi yang mencakup Dearborn dan wilayah sekitarnya.

Alawieh merupakan salah satu pendiri gerakan Uncommitted pada pemilihan presiden 2024.

10. Nabeela Syed — Senat Negara Bagian Illinois, Distrik ke-26

Politikus Demokrat keturunan India-Amerika ini mengalahkan Darby Hills dari Partai Republik.

Baca Juga:  Kanker Mulai Menyebar, Kondisi Joe Biden Disebut Melemah

Syed sebelumnya menjadi anggota DPR Negara Bagian Illinois.

Kemenangannya membuat kursi tersebut beralih dari Partai Republik ke Demokrat.

Kandidat Muslim AS Soroti Bantuan Militer untuk Israel dan Perang Gaza

Isu politik luar negeri Amerika Serikat, khususnya bantuan militer kepada Israel dan perang di Gaza, menjadi salah satu perhatian sejumlah kandidat Muslim dalam kampanye pemilu sela AS 2026.

Abdul El-Sayed, yang mencalonkan diri sebagai senator dari Michigan, mengkritik pemberian bantuan militer tanpa syarat kepada Israel.

Ia juga menyebut tindakan militer Israel di Gaza sebagai genosida.

El-Sayed menilai anggaran pemerintah Amerika Serikat seharusnya lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan, dibandingkan membiayai militer negara asing.

Sementara itu, Adam Hamawy yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR AS dari New Jersey mengampanyekan penghentian bantuan militer kepada negara-negara yang melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia, termasuk Israel.

Hamawy juga memperjuangkan program layanan kesehatan universal Medicare for All, penghapusan utang medis dan pendidikan, serta pembubaran badan penegakan hukum imigrasi Amerika Serikat, Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, juga dikenal konsisten mengkritik kebijakan Amerika Serikat terkait Israel dan perang di Gaza.

Tlaib menyuarakan perlindungan warga sipil serta hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Adapun Omar mendorong pengawasan terhadap kebijakan persenjataan Amerika Serikat dan memperjuangkan pertanggungjawaban hukum internasional atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

André Carson, anggota Kongres dari Indiana, turut mendukung upaya memperkuat mekanisme hukum internasional.

Ia menjadi salah satu pendukung resolusi yang diajukan Omar pada Juli 2026 untuk mendorong keanggotaan Amerika Serikat di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Di tingkat negara bagian, Aber Kawas mengangkat isu Palestina dalam kampanyenya untuk Senat Negara Bagian New York.

Kawas menentang penggunaan dana yang mendukung tindakan Israel terhadap warga Palestina.

Ia juga mendukung kebijakan Not On Our Dime yang bertujuan membatasi pendanaan melalui organisasi berbasis di New York yang dinilai terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara itu, Abbas Alawieh, kandidat Senat Negara Bagian Michigan, memiliki rekam jejak sebagai salah satu pendiri gerakan Uncommitted.

Gerakan tersebut muncul dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 2024 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Joe Biden saat itu yang memberikan dukungan kepada Israel di tengah perang Gaza.

Meski demikian, dalam kampanye pemilu sela 2026, Alawieh lebih menekankan isu domestik, seperti perumahan, layanan kesehatan, transportasi umum, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga pekerja.

(RAD/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending