Connect with us

Berita

KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Bobby: Buat Rakyat Harus Baru

KAI membatalkan impor KRL bekas dari Jepang dan menyiapkan 23 rangkaian baru. Delapan trainset menjadi prioritas dengan dukungan INKA.

Actress 1299250

Published

on

Momen Bobby Rasyidin hadiri RDP bersama Komisi VI DPR RI
Momen Bobby Rasyidin hadiri RDP bersama Komisi VI DPR RI. Gambar: YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 6 November 2026 - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, memastikan pihaknya membatalkan rencana impor KRL bekas dari Jepang.

Hal itu disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11).

Sebagai gantinya, KAI menyiapkan pengadaan 23 rangkaian kereta baru dalam dua hingga tiga tahun dengan melibatkan industri dalam negeri.

“Enggak, kita enggak impor (KRL) bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” kata Bobby dalam keterangannya.

KAI Siapkan 23 Rangkaian KRL Baru

Bobby Rasyidin menjelaskan, KAI membutuhkan 23 rangkaian kereta baru untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Dari jumlah tersebut, delapan rangkaian menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Banyak. Jadi ada delapan (trainset) yang urgent, kemudian total 23 trainset,” ujarnya.

KAI menargetkan pengadaan seluruh rangkaian tersebut dapat dilakukan dalam waktu dua hingga tiga tahun.

Proses pengadaan akan melibatkan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dan peluang kerja sama dengan produsen kereta dari luar negeri.

“Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri. Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri,” ucapnya.

Bobby juga mengungkapkan rencana realisasi persediaan rangkaian akan dipercepat dua sampai tiga tahun.

“Kita akan percepat dua sampai tiga tahun, 23 trainset itu,” ungkapnya.

Rencana Impor KRL Berbeda dari Usulan September 2026

Keputusan tersebut berbeda dengan rencana yang sebelumnya disampaikan KAI dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI.

Pada 23 September 2026, Bobby mengusulkan impor kereta bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan armada KRL Jabodetabek.

Baca Juga:  Resmi! Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan

Saat itu, Komisi VI DPR RI menyetujui usulan impor rangkaian kereta bukan baru.

Persetujuan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dalam kesimpulan rapat dengar pendapat.

“Komisi VI DPR RI mendorong KAI untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Andre, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube TVR Parlemen pada Jumat (6/11).

Bobby sebelumnya menjelaskan, impor kereta bekas merupakan solusi sementara untuk menutupi kekurangan armada.

Langkah tersebut direncanakan sambil menunggu peningkatan kapasitas industri perkeretaapian nasional.

“Sebagai solusi bridging-nya, untuk pemenuhan sarana pada hari ini, yang akan kita utilisasi paling maksimum itu 10 tahun ke depan, itu dengan melakukan impor kereta bukan baru dari Jepang,” ungkap Bobby.

Usulan impor tersebut juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi perkeretaapian selama 2026 dan 2027.

“Bagaimana kita menutup 2026 (dan) 2027 dulu. Jadi salah satunya yang kami akan usulkan itu adalah kita tambal dulu dengan melakukan impor,” ujar Bobby dalam rapat tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending