Connect with us

Internasional

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya usai Trump Ancam Deklarasikan jadi Wilayah AS

Iran menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendalinya setelah Donald Trump mengancam mendeklarasikan jalur strategis itu sebagai wilayah AS.

Logompn

Published

on

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya usai Trump Ancam Deklarasikan jadi Wilayah AS
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya usai Trump Ancam Deklarasikan jadi Wilayah AS. Gambar: ABC News

MPN Indonesia 17 Agustus 2026 - Iran menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendalinya setelah Presiden Donald Trump menyatakan kemungkinan mendeklarasikan itu sebagai wilayah Amerika Serikat (AS).

“Sebentar lagi saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump dalam pidatonya, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Senin (17/8).

Pernyataan tersebut muncul ketika lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti akibat blokade yang masih berlangsung.

Di saat bersamaan, Teheran menegaskan hanya Iran yang berwenang menentukan pembukaan maupun penutupan jalur tersebut.

Iran Bantah, Selat Hormuz Tetap Miliknya

Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan kewenangan atas jalur tersebut tetap berada di tangan Iran.

“Selat Hormuz telah menjadi milik Iran, adalah milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran,” tulis Gharibabadi di X @Gharibabadi, dikutip MPN Indonesia pada Senin (17/8).

Ia juga menyatakan blokade akan berlanjut hingga Washington menerima apa yang disebutnya sebagai kekalahan strategis.

Selat Hormuz Sepi, Lalu Lintas Kapal Turun Drastis

Perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz terjadi ketika aktivitas pelayaran di kawasan itu menurun tajam.

Data Kpler menunjukkan hanya sedikit kapal yang masih melintasi jalur tersebut.

Penurunan aktivitas tersebut terjadi di tengah blokade yang masih berlangsung. Kondisi itu juga memengaruhi distribusi energi melalui salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pasukannya telah menjalankan operasi penegakan blokade hingga 14 Agustus.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Kamis mengatakan Amerika Serikat dapat mempertahankan blokade tersebut tanpa batas waktu melalui rotasi kapal secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ratusan Warga AS Demo Trump, Protes soal Serangan Udara di Iran

Tekanan Militer dan Ekonomi Terus Berlanjut

Selain operasi di laut, Washington juga melanjutkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Donald Trump membagikan laporan Newsmax di Truth Social yang memuat pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Bessent mengatakan Iran akan menghadapi isolasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, harga minyak bergerak naik seiring meningkatnya risiko geopolitik akibat blokade yang berkepanjangan.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending