Connect with us

Berita

Mangkunegara IX Agama Apa? Ini Fakta Keyakinan dan Riwayat Raja Mangkunegaran Solo

Agama Mangkunegara IX adalah Islam. Simak penjelasan Pura Mangkunegaran, hasil penelitian ilmiah, profil, dan tradisi pemakamannya.

Actress 1299250

Published

on

Mangkunegara IX Agama Apa Ini Fakta Keyakinan dan Riwayat Raja Mangkunegaran Solo
Mangkunegara IX Agama Apa Ini Fakta Keyakinan dan Riwayat Raja Mangkunegaran Solo. Gambar: Dok. Mangkunegaran.id

MPN Indonesia 7 November 2026 - Agama Mangkunegara IX adalah Islam. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX merupakan salah satu tokoh bangsawan Jawa yang pernah memimpin Pura Mangkunegaran di Surakarta, Jawa Tengah.

Sosok yang memiliki nama kecil Gusti Pangeran Haryo Sudjiwo Kusumo ini memimpin Mangkunegaran sejak 24 Januari 1988 hingga meninggal dunia pada 13 Agustus 2021.

Identitas agama Mangkunegara IX juga telah dikonfirmasi oleh pihak Pura Mangkunegaran dan diperkuat penelitian ilmiah mengenai prosesi pemakamannya.

Meski beragama Islam, Mangkunegara IX tetap mempertahankan berbagai tradisi budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun di lingkungan istana.

Agama Mangkunegara IX

Kepastian mengenai agama Mangkunegara IX pernah disampaikan langsung oleh pihak Pura Mangkunegaran setelah meninggal dunia pada Agustus 2021.

Mengutip pemberitaan detikNews pada 13 Agustus 2021, Pelaksana Tugas Pengageng Kabupaten Mandrapura Pura Mangkunegaran, Supriyanto Waluyo, menjelaskan bahwa pemakaman Mangkunegara IX dilaksanakan berdasarkan tata cara Islam dan tradisi Dinasti Mataram.

“Untuk prosesinya (pemakaman) secara Islam. Dinasti Mataram kan Islam, beliau juga beragama Islam,” ujar Supriyanto.

Informasi serupa ditemukan dalam penelitian berjudul The Religious-Cultural Aspect of Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX Funeral Ceremony.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Al-Qalam Volume 29 Nomor 2 pada November 2023 itu ditulis oleh Nur Laili Noviani bersama empat peneliti lainnya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Diponegoro.

Penelitian tersebut secara eksplisit menyebut Mangkunegara IX sebagai seorang Muslim.

Prosesi Pemakaman Mangkunegara IX

Mangkunegara IX meninggal dunia di Jakarta pada Jumat, 13 Agustus 2021, pukul 02.50 WIB.

Baca Juga:  Profil dan Agama Gusti Sura, yang Kini Telah Menikah dengan Putra Pendiri Rosalia Indah

Jenazahnya kemudian dibawa ke Surakarta untuk disemayamkan di Pura Mangkunegaran sebelum dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar, pada Minggu, 15 Agustus 2021.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Al-Qalam mengungkapkan bahwa prosesi pemakamannya memadukan ritual keagamaan Islam dengan adat istiadat Jawa.

Jenazah Mangkunegara IX disalatkan, sementara keluarga dan pihak istana juga menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum.

Kegiatan tahlilan tersebut dilaksanakan setiap malam sejak hari pertama hingga hari ketujuh setelah kematiannya.

Di sisi lain, prosesi adat tetap dijalankan, termasuk tradisi brobosan, yakni penghormatan terakhir keluarga dengan melewati bagian bawah peti jenazah.

Jenazah Mangkunegara IX juga mengenakan pakaian kebesaran kerajaan atau ageman keprabon, bukan kain kafan sebagaimana lazimnya pemakaman Muslim.

Penggunaan pakaian kebesaran tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang dipertahankan dalam lingkungan bangsawan Mangkunegaran.

Selain itu, upacara pelepasan jenazah diiringi gending atau musik tradisional Jawa yang memiliki makna khusus dalam prosesi kedukaan keluarga istana.

Penelitian yang sama mencatat bahwa sejumlah tokoh lintas agama turut menyampaikan doa penghormatan terakhir sesuai keyakinan masing-masing.

Kehadiran unsur budaya dan doa lintas agama tersebut tidak mengubah fakta mengenai identitas keagamaan Mangkunegara IX.

Hubungan Mangkunegaran dengan Dinasti Mataram Islam

Pura Mangkunegaran memiliki hubungan sejarah dengan Dinasti Mataram Islam yang berkembang di Jawa.

Hubungan tersebut menjadi salah satu alasan tradisi Islam tetap memiliki kedudukan penting dalam kehidupan keluarga dan tata upacara Mangkunegaran.

Pada 1 Maret 2022, Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, kembali menegaskan pentingnya agama Islam dalam tradisi kepemimpinan Mangkunegaran.

Pernyataan itu disampaikan menjelang pengukuhan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Mangkunegara X, penerus Mangkunegara IX.

Menurut keterangan pihak Pura Mangkunegaran yang diberitakan detikJateng, penerus kepemimpinan Mangkunegaran harus memenuhi ketentuan tradisi yang berkaitan dengan agama Islam.

Baca Juga:  Gibran Hadiri Peringatan Kenaikan Takhta Mangkunegara X di Solo

Meski demikian, keberadaan adat Jawa dalam berbagai upacara istana tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Mangkunegaran.

Profil Singkat Mangkunegara IX

Mangkunegara IX lahir di Surakarta pada 18 Agustus 1951. Ia merupakan putra KGPAA Mangkunegara VIII dan Raden Ajeng Sunituti.

Berdasarkan informasi dalam situs resmi Pura Mangkunegaran, Mangkunegara IX dikukuhkan sebagai pemimpin pada 24 Januari 1988.

Selama lebih dari tiga dekade memimpin, ia dikenal memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni dan kebudayaan Jawa.

Sejumlah karya seni tari yang berkaitan dengan kepemimpinannya antara lain Bedhaya Surya Sumirat, Panji Sepuh, Harjuna Sasrabahu, dan Puspita Ratna.

Mangkunegara IX juga mendorong pengembangan kegiatan kesenian, termasuk melalui kerja sama dengan seniman di luar lingkungan istana.

Setelah meninggal pada 13 Agustus 2021, kepemimpinan Mangkunegaran dilanjutkan oleh putranya, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang dinobatkan sebagai Mangkunegara X pada 12 Maret 2022.

(AKM/NID/RAD)

Trending