Viral
Banjir Lahar Gunung Semeru Terjang Lumajang, Tiga Kecamatan Terdampak
Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang Lumajang pada 2 November 2026. Tanggul di Tempursari jebol akibat derasnya aliran air.
Jawa Timur, MPN Indonesia 2 November 2026 - Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11).
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (1/11) malam menyebabkan peningkatan debit air sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Banjir meluap hingga merendam jalan dan permukiman warga di tiga kecamatan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menerima laporan banjir sekitar pukul 05.00 WIB.
Petugas kemudian diterjunkan mulai pukul 07.00 WIB untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat di wilayah terdampak.
“Untuk kronologinya masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Tapi tim kami sudah meluncur ke titik-titik banjir sejak 07.00 WIB. Terutama di Kecamatan Jatiroto, Ronojiwo, dan Kecamatan Tempusari,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono dikutip MPN Indonesia dari detikJatim, Senin (2/11).
Tiga Kecamatan di Lumajang Terdampak Banjir Lahar Dingin
BPBD Kabupaten Lumajang mencatat tiga kecamatan terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru, yakni Jatiroto, Pronojiwo, dan Tempursari.
Selain genangan, petugas juga menerima laporan awal mengenai kemungkinan longsor di sejumlah lokasi.
“Untuk korban jiwa atau meninggal dunia sendiri belum dapat info lebih lanjut. Cuma untuk wilayah ini sudah dapat laporan dari grup BPBD atau relawan itu ada beberapa wilayah yang saya sebutkan di 3 kecamatan tadi. Kalau longsor itu sudah pasti, cuma untuk laporan rilnya belum,” tegas Yudhi.
Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah daerah aliran sungai Gunung Semeru.
Tanggul di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, dilaporkan jebol akibat derasnya aliran air.
Getaran Banjir Gunung Semeru Terekam Selama Enam Jam
Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar hujan selama enam jam pada pukul 00.00–06.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, melaporkan satu kejadian getaran banjir dengan amplitudo maksimum 65 milimeter.
“Pada periode pengamatan Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan lama gempa 21.600 detik atau enam jam,” kata Agastya dalam keterangannya.
Selain getaran banjir, petugas juga mencatat aktivitas erupsi Gunung Semeru melalui pengamatan kegempaan.
Sebanyak 14 kali gempa letusan atau erupsi terekam dengan amplitudo 10–25 milimeter dan durasi 31–153 detik.
Petugas juga mencatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 milimeter dan durasi 115 detik.
Badan Geologi Keluarkan Peringatan Bahaya Lahar Semeru
Badan Geologi meminta penambang pasir, pengemudi angkutan material, dan masyarakat menghentikan sementara aktivitas di sekitar aliran sungai Gunung Semeru.
Peringatan tersebut dikeluarkan karena hujan berpotensi membawa endapan material vulkanik melalui sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui MAGMA Indonesia dan Pos Pengamatan Gunung Semeru.
BPBD Lumajang Lakukan Pemantauan Wilayah Terdampak
BPBD Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan PGA Gunung Sawur, Pos Pantau Curahkobokan, dan Unit Oro-oro Ombo.
Informasi perkembangan banjir disampaikan melalui jaringan relawan di sepanjang daerah aliran sungai Gunung Semeru.
Selain wilayah terdampak banjir lahar dingin, BPBD mencatat hujan deras juga mengguyur sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yakni Gucialit, Ranuyoso, Jatiroto, Yosowilangun, Rowokangkung, Sukodono, Lumajang, dan Kedungjajang.
Mengenai korban dan kerugian, laporan BPBD pada tahap awal pemantauan menyebutkan belum ada korban jiwa maupun kerugian material yang tercatat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi4 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi1 week agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita3 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
-
Internasional4 weeks agoPekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Digelar Serentak di Sekitar 100 Negara
