Connect with us

Viral

Lansia Tewas Tertemper KRL di Bogor, Diduga Tak Dengar Kereta Datang

Lansia 83 tahun meninggal setelah terserempet KRL di Bogor. Polisi menduga korban tak menyadari kedatangan kereta karena gangguan pendengaran.

Actress 1299250

Published

on

Lansia Tewas Diduga Terserempet Kereta di Bogor
Lansia Tewas Diduga Terserempet Kereta di Bogor. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 4 November 2026 - Seorang lansia berinisial MRS (83) meninggal dunia setelah diduga terserempet kereta rel listrik (KRL) di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11).

Kecelakaan tersebut terjadi di kawasan rel Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, sekitar pukul 09.45 WIB.

Peristiwa di daerah tersebut terjadi saat korban diduga berjalan kaki di pinggir rel dan terserempet kereta jurusan Bogor-Jakarta.

Polisi menyebut korban memiliki gangguan pendengaran sehingga diduga tidak menyadari kedatangan kereta dari belakang.

“Telah terjadi kecelakaan, seorang warga yang terserempet kereta api di Pondok Rumput, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor,” kata Kapolsek Tanah Sareal Kompol Sonson Sudarsono dalam keterangannya. 

Kronologi Kejadian 

Sonson menjelaskan korban sedang berjalan di sekitar jalur kereta sebelum kecelakaan terjadi. Kereta yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta kemudian diduga menyerempet korban.

“Untuk kronologi dari pihak saksi di lokasi bahwa yang bersangkutan sedang berjalan di bantaran rel kereta, kemudian tiba-tiba ada kereta yang dari arah Bogor menuju Jakarta, kemudian korban tersebut terserempet. Jadi bukan tertabrak, jadi informasinya di lapangan itu terserempet kereta api yang menuju ke Jakarta,” kata Sonson.

Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam Dwi menyebut kejadian berlangsung di wilayah RT 01/RW 02, Kebon Pedes. Warga menemukan korban tergeletak di tengah jalur kereta api.

Setelah menerima informasi dari masinis, warga mendatangi lokasi dan memindahkan tubuh korban ke tepi rel agar tidak terkena kereta lain yang melintas.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pengurus lingkungan dan pihak kepolisian.

Baca Juga:  Viral! Bantuan Lansia di Tegal Dipangkas hingga Diminta Beli Buku Hamil

“Kemudian bersama-sama warga dipindahkan ke jalur Bogor-Jakarta kemudian saksi lapor kepada Ketua RW 02 yang saat itu lapor ke pihak kepolisian,” kata Imam dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Rabu (4/11). 

Masinis KRL Sempat Berhenti dan Memanggil Warga

Ketua RW 02 Sumardi mengatakan kereta sempat berhenti setelah kejadian. Masinis kemudian turun dan memberi tahu warga mengenai korban yang berada di sekitar rel.

Menurut Sumardi, bagian belakang kereta sudah melewati posisi korban ketika rangkaian berhenti.

Warga kemudian membantu memindahkan tubuh korban karena khawatir ada kereta lain yang melintas.

“Sudah dipindahkan sama warga, takut ada kereta lewat lagi kan begitu. Karena masinis kan sempat ngasih tahu, manggil warga kalau ada yang ketabrak,” kata Sumardi.

Polisi Lakukan Olah TKP, Keluarga Tolak Autopsi

Setelah menerima laporan kecelakaan, tim Inafis Polresta Bogor Kota mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Jenazah MRS kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Gang Hampal, Pondok Rumput. Pemindahan jenazah dilakukan atas permintaan pihak keluarga.

Imam menjelaskan keluarga telah membuat surat pernyataan terkait penanganan jenazah korban.

“Akibat dari kejadian kecelakaan kereta api korban dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga dan dibuatkan surat pernyataan dari pihak keluarga,” jelas Imam.

Sonson juga menyampaikan pihak keluarga menolak autopsi terhadap jenazah korban. Setelah berkoordinasi dengan petugas, keluarga meminta agar jenazah dibawa untuk dimakamkan.

(AKM/NID/RAD)

Trending