Politik
Profil Letjen Ariyo Windutomo, Plt KSP yang Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Profil Ariyo Windutomo, Letjen TNI yang ditunjuk Prabowo sebagai Plt KSP. Simak pendidikan Akmil 1996 dan perjalanan kariernya.
MPN Indonesia 4 November 2026 - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (4/11).
Penunjukan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta.
Prabowo menunjuk Ariyo untuk mengisi kekosongan jabatan setelah memberhentikan Listyo Sigit Prabowo melalui keputusan presiden.
Pemberhentian itu dilakukan setelah Listyo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
“Untuk selanjutnya Bapak Presiden menunjuk Plt untuk mengisi kekosongan tersebut,” kata Prasetyo, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (4/11).
Ariyo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) sejak November 2024.
Perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut juga memiliki pengalaman di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Profil Ariyo Windutomo
Ariyo Windutomo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1996.
Ia satu angkatan dengan Mayjen TNI Deddy Suryadi yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro.
Sepanjang kariernya, Ariyo menjalani sejumlah penugasan di lingkungan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan.
Pada 2011–2012, Ariyo pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok.
Selain itu, ia juga pernah bertugas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.
Ariyo kemudian mendapat penugasan di lingkungan Kementerian Pertahanan melalui sejumlah jabatan di bidang administrasi dan kepegawaian.
Ia pernah menjabat sebagai Analis Madya Biro Kepegawaian serta Kepala Bagian Kepegawaian Kemenhan.
Karier Ariyo Windutomo
Karier Ariyo Windutomo berlanjut setelah mendapat penugasan sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2022.
Saat menjabat, Ariyo berpangkat kolonel infanteri. Ia bertugas sebagai Kepala Biro Umum sejak 28 Oktober 2022 hingga 1 April 2024.
Setelah itu, Ariyo juga pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas (Kasatwas) Universitas Pertahanan (Unhan).
Pada Mei 2024, ia termasuk perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal.
Ariyo kemudian ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat Presiden pada 2024.
Ia resmi dilantik menjadi Kasetpres pada 29 November 2024, menggantikan Heru Budi Hartono.
Selama menjabat sebagai Kasetpres, Ariyo kembali mendapat kenaikan pangkat menjadi letnan jenderal pada Maret 2026.
Ia juga ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2026.
Terbaru, Presiden Prabowo menunjuk Ariyo sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan pada 4 November 2026.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan menyusul penetapannya sebagai tersangka.
Selain Listyo, Bareskrim Polri juga menetapkan Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Ketiganya diduga terlibat dalam penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo sepanjang 2025–2026.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi4 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Berita3 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
-
Internasional4 weeks agoPekan Antariksa Dunia 2026 di Mana? Digelar Serentak di Sekitar 100 Negara
