Connect with us

Selebriti

Toni Cu Buat Laporan Kepolisian usai Kamera, Laptop hingga HP-nya Dicuri Karyawan

Toni Cu tengah memproses laporan polisi terkait dugaan pencurian aset studio dengan kerugian lebih dari Rp100 juta. Bukti CCTV dikumpulkan.

Actress 1299250

Published

on

Toni Cu Buat Laporan Kepolisian usai Kamera, Laptop hingga HP nya Dicuri
Toni Cu Buat Laporan Kepolisian usai Kamera, Laptop hingga HP-nya Dicuri. Gambar: Instagram/@toni_cu

MPN Indonesia 5 November 2026 - Kreator konten Toni Cu tengah memproses pembuatan laporan polisi setelah sejumlah barang elektronik milik studionya diduga dicuri.

Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta.

Melalui unggahan Instagram Story pribadinya, Toni menyampaikan bahwa dirinya tengah menyiapkan laporan polisi terkait dugaan pencurian sejumlah barang elektronik dari studionya.

“Lagi proses buat laporan polisi ya, akan sy update terus,” tulis Toni dalam unggahan dikutip MPN Indonesia dari Instagram Story @toni_cu, Kamis (5/11).

Toni juga menyampaikan terima kasih kepada para pengikutnya yang telah memberikan dukungan, saran, dan masukan melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram.

“Terima kasih untuk semua followers, saran, masukan saya bacain DM satu satu. Makasih byk selalu support saya,” ungkapnya.

Dalam unggahan tersebut, Toni turut membagikan tangkapan layar pesan dari seorang warganet yang menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan kepada polisi dengan menyertakan bukti rekaman CCTV.

Kronologi Hilangnya Barang Elektronik Milik Toni Cu

Sebelumnya, Toni mengungkapkan bahwa sejumlah aset studionya hilang pada Selasa (3/11).

Ia mengaku menerima informasi dari timnya sekitar pukul 14.00 WIB mengenai kehilangan sejumlah barang elektronik.

Berdasarkan rekaman CCTV yang disebut telah diperoleh, terlihat seseorang mengambil sejumlah perangkat elektronik dari studio tanpa izin.

Barang yang dilaporkan hilang meliputi kamera Sony ZV-E10 II, MacBook M1, iPad Air generasi ketujuh, laptop Tecno, tujuh unit ponsel, serta dua unit tablet.

Dalam daftar yang dibagikan, sejumlah perangkat tersebut terdiri atas Advan X1, tiga unit Tecno Spark 50, Oppo F1, dua unit Tecno Spark Go 2, tablet Infinix, dan Tecno Megapad SE 2.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Sejoli yang Diduga Sindikat Curanmor di Tangerang Selatan

Total kerugian akibat hilangnya barang-barang tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta.

Toni mengaku kehilangan tersebut tidak hanya berdampak secara finansial, tetapi juga menghambat pekerjaan karena sejumlah perangkat menyimpan data dan dokumentasi penting milik timnya.

“Jujur, bukan nominal uangnya yang saya pikirin, tapi di dalam aset tersebut ada banyak data penting dan dokumentasi yang bisa menghambat pekerjaan tim kami,” tulisnya.

Toni Cu Singgung Karyawan Berinisial W

Dalam kronologi yang dibagikan, Toni turut menyinggung seseorang berinisial W yang telah bekerja bersama timnya selama hampir tiga bulan.

Menurut Toni, W awalnya dikenal sebagai sosok yang rajin, serius, dan memiliki niat kerja yang baik.

Namun, belakangan muncul sejumlah persoalan terkait kedisiplinan dan perilakunya selama bekerja.

W disebut kerap tidak memiliki jadwal kehadiran yang jelas, meminjam uang kepada beberapa rekan kerja dengan nominal mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah, serta beberapa kali membawa pulang barang kantor tanpa izin.

Barang-barang tersebut disebut baru dikembalikan setelah diminta oleh pihak studio.

Akibat berbagai persoalan tersebut, Toni dan timnya sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan kontrak kerja W setelah tiga bulan.

Dalam sejumlah tangkapan layar percakapan yang dibagikan, terdapat dugaan bahwa W membawa beberapa perangkat elektronik dari studio tanpa sepengetahuan pihak terkait.

Upaya mencari keberadaan W telah dilakukan. Salah satu percakapan menyebut W tidak pulang ke rumah selama sekitar dua minggu dan keluarganya belum mengetahui keberadaannya.

Toni Cu Kumpulkan Bukti CCTV untuk Laporan Polisi

Dalam proses pengumpulan bukti, Toni dan timnya sempat menghadapi kendala ketika hendak mengakses rekaman CCTV asli.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diunggah, data CCTV yang sebelumnya tersedia mendadak tidak dapat dibuka.

Kondisi tersebut sempat menimbulkan dugaan adanya gangguan pada perangkat penyimpanan hingga kemungkinan peretasan sistem.

Baca Juga:  Eks Ketua PN Jaksel Serahkan Rp6,9 M Uang Suap Vonis Lepas CPO

Pihak studio juga disebut berupaya menghubungi vendor yang sebelumnya memasang CCTV untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut.

Di sisi lain, Toni menyatakan telah memiliki rekaman yang memperlihatkan wajah seseorang yang mengambil barang dari studio.

“Rekaman CCTV lengkap, termasuk wajah orang yang mengambil barang, sudah kami miliki,” ungkap Toni.

Sebelumnya, Toni juga meminta bantuan kepada masyarakat yang memahami persoalan hukum dan kriminal atau pernah mengalami kejadian serupa untuk memberikan informasi melalui DM Instagram.

“Saya tidak ingin masalah ini semakin panjang. Saya hanya ingin barang kami kembali dan semuanya diselesaikan dengan baik melalui jalur hukum,” tulisnya.

(ELG/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending