Ekonomi
Harga Perak Antam Hari Ini 30 Oktober 2026 Anjlok Rp1.050 jadi Rp35.650 per Gram
Harga perak Antam hari ini, Jumat (30/10), turun Rp1.050 menjadi Rp35.650 per gram. Simak daftar harga batangan 250 dan 500 gram.
MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam turun Rp1.050 menjadi Rp35.650 per gram pada Jumat (30/10).
Penurunan harga perak tersebut tercatat melalui laman Logam Mulia.
Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga logam mulia di pasar spot global.
Pada Kamis (29/10), harga perak Antam turun Rp400 menjadi Rp36.700 per gram.
Sementara itu, pada Rabu (28/10), harga perak masih mengalami kenaikan Rp350 menjadi Rp37.100 per gram.
Harga Perak Antam Hari Ini untuk Ukuran 250 dan 500 Gram
Berdasarkan data Logam Mulia pada Jumat (30/10), Antam menetapkan harga dasar perak murni untuk dua pilihan berat.
Berikut rincian harga dasar dan harga setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%:
- Perak murni 250 gram: Harga dasar Rp9.312.500 dan harga termasuk PPN Rp10.336.875.
- Perak murni 500 gram: Harga dasar Rp17.825.000 dan harga termasuk PPN Rp19.785.750.
Kedua ukuran perak tersebut memiliki harga dasar yang berbeda sesuai berat produk.
Harga setelah dikenakan pajak juga tercantum secara terpisah dari harga dasar.
Harga Perak Spot Global Turun 1,84 Persen
Selain penurunan harga perak Antam, pasar logam mulia global juga mencatat pelemahan pada Jumat (30/10).
Dikutip MPN Indonesia dari laman Kitco, harga perak spot turun 1,84% menjadi US$51,04 per ons saat berita ini ditulis.
Harga emas spot sempat berada pada US$4.024,60 per troy ounce, melemah 1,03%.
Sementara itu, harga perak spot berada pada US$52,180 per ons, turun 3,10%.
Penurunan harga kedua logam mulia tersebut terjadi setelah Amerika Serikat merilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Data tersebut memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve sebelum akhir tahun.
Pertumbuhan Ekonomi AS Capai 3,4 Persen
Laporan ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis (29/10) menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2026 sebesar 3,4%.
Angka tersebut melampaui ekspektasi pertumbuhan sebesar 3,2%.
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga meningkat dibandingkan kuartal II 2026 yang tercatat sebesar 2,2%.
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi yang masih berlanjut turut menjadi perhatian pasar.
Kedua perkembangan tersebut memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve menjelang akhir 2026.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi7 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
