Otomotif
Hyundai Serahkan 11 Bus Listrik untuk Bali, Bisa Tempuh 200 Km Sekali Cas
Hyundai menyerahkan 11 bus listrik County EV di Bali. Bus ini memiliki kapasitas 20 penumpang, baterai 128 kWh, dan jarak tempuh lebih dari 200 km.
MPN Indonesia 24 Oktober 2026 - Hyundai Motor Company menyerahkan 11 unit bus listrik County EV untuk mendukung transportasi publik bebas emisi di Bali.
Penyerahan dilakukan dalam acara Peluncuran Bus Listrik dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility pada Kamis (22/10).
Armada tersebut menggunakan platform kendaraan listrik dari Hyundai dengan karoseri produksi perusahaan lokal, Laksana.
Global Green Growth Institute (GGGI) melaksanakan proyek Bali E-Mobility dengan pendanaan dari Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan serta dukungan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali.
Proyek Bali E-Mobility menjadi program percontohan pertama pengoperasian bus listrik untuk transportasi publik di Bali guna mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.
Senior Vice President and Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division Hyundai Motor Company, Chul Youn Park, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap program tersebut.
“Kami senang dapat berkontribusi pada transisi Bali menuju transportasi berkelanjutan melalui penyediaan bus listrik. Dengan berbekal pengalaman dan kehadiran kami yang terus berkembang di Indonesia, kami bertujuan untuk memperluas bisnis kendaraan komersial listrik kami di berbagai kota dan wilayah utama di negara ini. Ke depannya, kami akan terus mengejar peluang bisnis baru di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dengan memanfaatkan produk kompetitif dan kemampuan dukungan lapangan kami,” ujar Chul Youn Park, dikutip MPN Indonesia dari Hyundai Motor Group, Sabtu (24/10).
Hyundai County EV Memiliki Kapasitas 20 Penumpang
Sebanyak 11 kendaraan yang diserahkan merupakan model County EV berukuran sedang dengan panjang sekitar 8 meter.
Armada ini memiliki kapasitas 20 penumpang dan dilengkapi baterai berkapasitas 128 kWh.
Dalam kondisi baterai terisi penuh, bus listrik tersebut diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer.
Pengoperasiannya didukung fasilitas stasiun pengisian daya yang menjadi bagian dari proyek Bali E-Mobility.
Dalam proyek ini, Hyundai Motor menyediakan platform kendaraan listrik, sedangkan Laksana menangani pengembangan dan produksi karoseri.
Kerja sama tersebut melibatkan teknologi kendaraan listrik asal Korea Selatan dan industri karoseri Indonesia.
Pemantauan Operasional Bus Listrik
Hyundai Motor juga menyiapkan EV Bus Field Quality Assurance Program untuk mendukung tahap awal pengoperasian bus listrik di Bali.
Program ini mencakup pemantauan kualitas kendaraan dan performa operasional sejak bus mulai digunakan.
Hyundai akan membentuk pusat pemantauan kualitas kendaraan di lokasi proyek untuk mengawasi kondisi bus dan performanya selama tahap awal operasional.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung penggunaan armada selama beroperasi.
Dukungan operasional ini menjadi bagian dari keterlibatan Hyundai dalam pelaksanaan proyek Bali E-Mobility.
Proyek Bali E-Mobility Tindak Lanjuti Kesepakatan Indonesia dan Korea Selatan
Pelaksanaan Bali E-Mobility merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan pada 2025.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi sistem transportasi Bali menuju penggunaan kendaraan listrik.
Program ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penerapan transportasi publik berbasis listrik.
Pelaksanaannya juga melibatkan kerja sama pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan transportasi berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Sebelum penyerahan armada di Bali, Hyundai telah menyediakan kendaraan serupa untuk layanan transportasi publik di Surabaya pada November 2024.
Hyundai Motor menyatakan akan memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Kota yang disebut dalam rencana pengembangan tersebut meliputi:
- Jakarta
- Semarang
- Surabaya
- Medan
Perusahaan juga menargetkan pengembangan peluang bisnis kendaraan niaga listrik di kawasan Asia-Pasifik melalui dukungan produk dan operasionalnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
