Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 30 Oktober 2026 Naik, Risiko Konflik Timur Tengah Masih Tinggi
Harga minyak WTI naik melampaui US$103 per barel pada 30 Oktober. Konflik Timur Tengah dan keamanan kapal tanker menjadi perhatian investor.
MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Harga minyak dunia hari ini, Jumat (30/10), naik di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip MPN Indonesia dari Trading Economics, harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar AS per barel, sementara patokan minyak AS mendekati 103 dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah muncul laporan mengenai pengarahan sejumlah opsi serangan militer terhadap Iran kepada Presiden AS Donald Trump.
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Trump berulang kali memperingatkan kemungkinan serangan udara terhadap Teheran usai pemilu paruh waktu pekan depan.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance telah mengirim surat untuk membuka kembali perundingan perdamaian.
Ketegangan juga melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara ancaman terhadap kapal tanker di Selat Hormuz masih tinggi.
Kedua patokan harga minyak mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang Oktober.
Pergerakan minyak dunia tersebut terjadi di tengah berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
JD Vance Kirim Surat untuk Buka Kembali Perundingan AS-Iran
Di tengah perkembangan tersebut, upaya membuka kembali komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran juga berlangsung.
Pejabat Iran mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance telah mengirim surat terkait perundingan perdamaian.
Surat tersebut bertujuan membuka kembali pembicaraan antara kedua pihak.
Namun, upaya diplomatik itu berlangsung di tengah ancaman serangan militer terhadap Iran yang masih menjadi perhatian.
Ketegangan Arab Saudi dan Houthi Dorong Kekhawatiran Pasar Minyak
Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Bentrokan antara kedua pihak dilaporkan semakin intensif di tengah berlanjutnya konflik AS-Iran.
Perkembangan tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak selama Oktober.
Brent dan patokan minyak AS sama-sama mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang periode tersebut.
Selain bentrokan militer, keamanan jalur pelayaran minyak di kawasan masih menghadapi ancaman.
Selat Hormuz menjadi salah satu wilayah yang menghadapi risiko serangan terhadap kapal tanker.
Ancaman Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz Masih Tinggi
Ancaman terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz masih tinggi akibat serangan yang terus menyasar kapal tanker.
Jalur perairan tersebut menjadi salah satu jalur pengangkutan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
Meski ancaman keamanan masih berlangsung, ekspor minyak mentah regional telah pulih mendekati tingkat sebelum perang.
Pemulihan terjadi ketika produsen tetap mengangkut kargo minyak melalui Selat Hormuz.
Para produsen melakukan pengangkutan tersebut secara diam-diam di tengah risiko keamanan pelayaran.
Aktivitas ekspor terus berlangsung meskipun kapal tanker masih menjadi sasaran serangan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi7 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
