Internasional
Hujan Lebat Diduga Picu Longsor Cerobong Peri di Cappadocia, Turki, 3 Orang Tewas
Hujan lebat diduga memicu longsor cerobong peri di Cappadocia, Turki. Tiga orang tewas dan lima lainnya terluka.
MPN Indonesia 31 Oktober 2026 - Tiga orang tewas dan lima lainnya terluka akibat runtuhnya formasi batuan cerobong peri di Cappadocia, Turki, Kamis (29/10).
Hujan lebat diduga memicu tanah longsor yang menyebabkan bebatuan berjatuhan di kawasan Goreme sekitar pukul 15.15 waktu setempat.
Peristiwa luar negeri ini terjadi di dekat pintu masuk Museum Terbuka Goreme, salah satu kawasan wisata yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Gubernur Nevsehir, Huseyin Kok, mengonfirmasi bahwa korban meninggal terdiri dari dua warga negara Turki dan satu warga negara asing.
Petugas penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan memeriksa kemungkinan adanya orang yang tertimbun.
“Kami berharap tidak ada korban jiwa lainnya,” kata Kok dikutip MPN Indonesia dari AP News, Sabtu (31/10).
Kronologi Runtuhnya Cerobong Peri di Cappadocia
Peristiwa tersebut terjadi ketika tanah longsor menyebabkan sebagian formasi batuan vulkanik berukuran besar runtuh di wilayah Goreme.
Lokasi kejadian berada di dekat area parkir kendaraan dan pintu masuk kawasan wisata.
Saksi mata mengaku mendengar suara keras ketika bagian puncak batuan runtuh. Runtuhan tersebut menghasilkan awan debu yang menyelimuti area sekitar.
Petugas kemudian mengerahkan ambulans, tim penyelamat, dan alat berat ke lokasi kejadian.
Gubernur Kok menyebut hujan lebat yang terjadi sebelumnya kemungkinan menjadi penyebab tanah longsor.
Pergerakan tanah tersebut diduga memicu runtuhnya sebagian formasi batuan di kawasan wisata.
Tiga Korban Tewas dan Lima Orang Terluka
Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, sebelumnya menyampaikan laporan awal mengenai jumlah korban melalui media sosial.
“Menurut temuan awal, dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam insiden tersebut,” kata Gurlek.
Jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi tiga orang setelah petugas menemukan satu jenazah tambahan.
Identitas korban meninggal dan korban luka belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.
Tim Penyelamat Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi
Petugas penyelamat melakukan pencarian di sekitar tumpukan batu untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Alat berat digunakan untuk memindahkan bongkahan batu dari bagian bawah formasi yang runtuh. Ambulans dan kendaraan darurat disiagakan di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian berlangsung hingga malam hari dengan bantuan lampu sorot. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menghentikan kegiatan evakuasi.
“Hingga saat ini, semua operasi kami telah selesai. Kami telah menyelesaikan semua pengecekan dan inspeksi,” kata Kok.
Pihak berwenang juga menutup kawasan terdampak untuk umum setelah kejadian. Penutupan dilakukan saat petugas menangani material batuan yang berjatuhan.
Formasi Batuan Cappadocia Pernah Alami Keruntuhan
Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi di kawasan wisata Cappadocia. Pada 2024, longsoran batu dilaporkan terjadi tanpa menyebabkan korban luka.
Pada September 2025, sebagian formasi cerobong peri lainnya di Goreme juga mengalami keruntuhan.
Pejabat setempat mengaitkan kejadian tersebut dengan perubahan suhu serta proses pembekuan dan pencairan air.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa pada September 2025.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki telah melakukan restorasi untuk melestarikan formasi batuan di kawasan tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk menangani kerusakan akibat perubahan iklim, erosi alami, dan aktivitas manusia.
UNESCO juga mencatat adanya kerusakan pada beberapa kerucut dan pilar batuan akibat gempa bumi.
Selain faktor alam, aktivitas wisatawan dan tindakan vandalisme turut dilaporkan di kawasan tersebut.
“Penggunaan berlebihan oleh wisatawan dan beberapa tindakan vandalisme telah dilaporkan, dan beberapa struktur yang tidak sesuai telah diperkenalkan,” tulis UNESCO dikutip MPN Indonesia dari laman resmi UNESCO, Sabtu (31/10).
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi1 week agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
