Connect with us

Internasional

Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Empat Drone Houthi di Wilayah Riyadh dan Madinah

Arab Saudi hancurkan 4 drone di Riyadh dan Madinah. Serangan terjadi saat konflik Houthi memanas dan fasilitas minyak jadi sasaran.

Actress 1299250

Published

on

Arab Saudi Hancurkan Empat Drone Houthi di Wilayah Riyadh dan Madinah
Arab Saudi Hancurkan Empat Drone Houthi di Wilayah Riyadh dan Madinah. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Oktober 2026 - Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pencegatan dan penghancuran empat drone di wilayah Riyadh dan Madinah pada Kamis (22/10/2026).

Juru bicara koalisi, Turki Al-Malki, menyampaikan pengumuman tersebut melalui unggahan di platform X.

“Pencegatan dan penghancuran empat pesawat nirawak di wilayah Riyadh dan Madinah,” ujar Al-Malki sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari AFP, Jumat (23/10).

Selain empat drone tersebut, koalisi sebelumnya melaporkan pencegatan satu drone lainnya di wilayah Riyadh.

Pengumuman itu disampaikan di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah bandara dan fasilitas energi di Arab Saudi menjadi sasaran serangan.

Serangan di Bandara dan Ladang Minyak Arab Saudi Tewaskan 4 Orang

Selain pencegatan drone di Riyadh dan Madinah, dua serangan terjadi di Provinsi Timur Arab Saudi pada Rabu (21/10).

Kedua insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sepuluh lainnya mengalami luka-luka.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam menewaskan dua orang, yakni seorang warga negara Arab Saudi dan seorang warga negara India.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) juga melaporkan delapan orang terluka dalam serangan tersebut.

GACA menyatakan operasional bandara telah kembali normal pada Kamis (22/10), sementara pemeriksaan kerusakan masih dilakukan.

Dalam insiden terpisah, dua orang meninggal dunia akibat puing-puing drone yang dicegat saat mengarah ke fasilitas pengolahan minyak di ladang Shaybah milik Saudi Aramco.

Baca Juga:  Pesawat Komersial Ini Santai Lewati Langit Iran di Tengah Gempuran Israel, Netizen: Pilotnya Belum Baca Grup

Puing drone tersebut menyebabkan kebakaran pada kendaraan milik kontraktor di luar area fasilitas.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional ladang minyak.

“Upaya serangan tersebut mengakibatkan kematian dua orang, seorang warga Filipina dan seorang warga Nepal, serta melukai dua orang lainnya,” demikian pernyataan Kementerian Energi Arab Saudi yang dikutip MPN Indonesia dari Arab News, Jumat (23/10).

Dua korban terluka dalam insiden tersebut merupakan warga negara Pakistan dan India.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, turut mengecam kedua serangan dan menyatakan kelompok Houthi bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Saudi Aramco Perintahkan Evakuasi Kantor Pusat di Dhahran

Rangkaian serangan terhadap infrastruktur energi turut memengaruhi aktivitas Saudi Aramco di Dhahran, Provinsi Timur Arab Saudi.

Perusahaan minyak milik negara itu dilaporkan menginstruksikan pegawainya meninggalkan kantor pusat di Dhahran dan bekerja dari jarak jauh.

Menurut laporan Reuters pada Kamis (22/10), informasi tersebut diperoleh dari enam sumber yang mengetahui situasi perusahaan.

Instruksi evakuasi dilakukan di tengah meningkatnya ancaman serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur penting Arab Saudi.

Namun, penyebab spesifik evakuasi kantor pusat tersebut belum dapat dipastikan.

Saudi Aramco juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters mengenai kebijakan tersebut.

Konflik Yaman Kembali Memanas, WHO Catat 1.574 Korban Tewas

Meningkatnya serangan terhadap wilayah Arab Saudi terjadi di tengah eskalasi konflik antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik berkepanjangan di Yaman telah berlangsung sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa.

Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Pakistan, 356 Orang Tewas

Setelah periode gencatan senjata yang dimulai pada 2022, konflik kembali meningkat pada pertengahan 2026.

Pada awal Oktober 2026, pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Eskalasi konflik tersebut juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sedikitnya 1.574 orang meninggal dunia dan 6.939 lainnya terluka akibat meningkatnya konflik di Yaman sepanjang 6 Agustus hingga 19 Oktober 2026.

WHO tidak merinci apakah jumlah korban tersebut seluruhnya merupakan warga sipil atau juga mencakup kombatan.

Sementara itu, berdasarkan penghitungan AFP dari data resmi, serangan terhadap sejumlah bandara Arab Saudi sepanjang Oktober 2026 telah menewaskan sedikitnya 22 orang hingga Kamis (22/10).

(RAD/NID/RAD)

Trending