Connect with us

Berita

Petugas Pemadam Karhutla di Toraja Utara Gugur Tertimpa Pohon

Petugas Manggala Agni, Padayya (45), meninggal saat menangani karhutla di Toraja Utara setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Poros Karre.

Actress 1299250

Published

on

Petugas Pemadam Karhutla di Toraja Utara Gugur Tertimpa Pohon
Petugas Pemadam Karhutla di Toraja Utara Gugur Tertimpa Pohon. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 31 Oktober 2026 - Seorang petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Padayya (45), meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bertugas menangani kebakaran di kawasan hutan lindung Lembang Nanna, Kecamatan Nanggala, Rabu (28/10) sekitar pukul 20.50 Wita.

Korban tertimpa pohon saat sedang beristirahat bersama sejumlah petugas di Jalan Poros Karre, tidak jauh dari titik api.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulawesi Selatan, Kasman, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan Padayya merupakan petugas pemerintah yang tergabung dalam tim pemadaman.

“Statusnya PPPK Manggala Agni UPTD KPH Saddang II, Kabupaten Toraja Utara, DLHK Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Kasman, dikutip MPN Indonesia dari detikSulsel pada Sabtu (31/10).

Kronologi Kejadian

Rekan korban di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II, Robert Limbong Allo, menjelaskan kronologi kejadian.

Sekitar 15 petugas berada di sekitar lokasi kebakaran saat pohon tumbang menimpa Padayya.

Sebagian personel sedang beristirahat, sementara petugas lainnya memantau perkembangan api.

Robert bersama Padayya dan sejumlah rekannya juga sedang beristirahat saat melihat titik api yang berpotensi menyebar.

“Saya teriak, ‘Di sebelah sini masih ada api, nanti menyebar lagi ke sebelahnya’,” kata Robert saat ditemui di rumah duka, dikutip MPN Indonesia dari Tribun Timur pada Sabtu (31/10).

Robert kemudian meminta petugas lainnya menarik mundur selang pemadam untuk mengantisipasi penyebaran api.

Namun, sebuah pohon tiba-tiba tumbang saat para petugas mulai berdiri dan bersiap bergerak.

“Saat istirahat di tengah Jalan Poros Karre dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tiba-tiba sebuah pohon tumbang jatuh,” jelas Kasman.

Baca Juga:  Pabrik Helm di Bogor Terbakar, Asap Terlihat hingga Tangsel

Suara pohon tumbang membuat petugas terkejut dan berpencar untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut berlangsung cepat sehingga para petugas tidak sempat menghindari pohon yang tumbang.

Setelah kejadian, Robert menyadari Padayya tidak berada bersama rekan-rekannya.

Para petugas kemudian mencari korban menggunakan senter kepala dan lampu telepon seluler.

Tim akhirnya menemukan Padayya dalam posisi tertelungkup di bawah pohon tumbang yang melintang di jalan raya.

Robert sempat memeriksa kondisi korban dengan menyentuh bagian tengkuknya.

“Kami sempat sentuh leher bagian belakang (tengkuk), tetapi dingin sekali,” papar Robert.

Rekan-rekan korban kemudian mengevakuasi Padayya menggunakan mobil menuju Puskesmas Nanggala.

Korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kebakaran Berlangsung Sejak 19 Oktober

Kebakaran hutan lindung di Lembang Nanna telah berlangsung sejak Senin (19/10).

Hingga peristiwa yang menewaskan Padayya terjadi, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kasman mengatakan sejumlah instansi telah mengerahkan personel gabungan untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut.

“Sampai ini masih belum bisa dipadamkan, telah dilakukan usaha pemadaman oleh tim gabungan dari KPH Saddang 2, Balai Dalkarhut Kementerian Kehutanan, TNI dan Polri,” ucapnya.

Robert mengatakan para petugas telah melakukan pemadaman selama beberapa hari.

Namun, mereka baru bertugas sekitar satu hari di lokasi tempat Padayya tertimpa pohon.

Bupati Akan Evaluasi Peralatan Pemadam Kebakaran

Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, melayat ke rumah duka Padayya pada Kamis (29/10).

Frederik menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan apresiasi kepada para petugas yang terlibat dalam pemadaman.

“Kami semua berduka. Saya sangat menghormati dan menghargai perjuangan teman-teman di lapangan, baik petugas pemadam maupun masyarakat yang bekerja keras memadamkan kebakaran,” kata Frederik.

Baca Juga:  Tiga Bocah jadi Korban Kebakaran di Palembang karena Terkunci dari Luar

Frederik mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan memiliki risiko bagi personel yang bekerja di medan berbahaya.

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan mengevaluasi kebutuhan peralatan serta kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan pemadaman.

Menurut Frederik, luas wilayah Toraja Utara menjadi salah satu tantangan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran.

Pemerintah daerah juga berencana meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri.

Koordinasi tersebut mencakup peningkatan patroli malam untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau berkepanjangan.

Pemerintah daerah juga akan memeriksa berbagai kemungkinan penyebab munculnya api, termasuk unsur kesengajaan maupun faktor lainnya.

“Karena itu, upaya pencegahan perlu kita tingkatkan,” tuturnya.

(AKM/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending