Connect with us

Internasional

Demo Berujung Rusuh di Spanyol, Toko Dijarah dan 128 Orang Ditangkap

Kerusuhan di Barcelona, Spanyol, menyebabkan 128 orang ditangkap dan 23 toko dirusak. Sebanyak 72 orang yang ditangkap masih di bawah umur.

Actress 1299250

Published

on

Demo Berujung Rusuh di Spanyol, Toko Dijarah dan 128 Orang Ditangkap
Demo Berujung Rusuh di Spanyol, Toko Dijarah dan 128 Orang Ditangkap. Gambar: Dok. EFE

MPN Indonesia 26 Oktober 2026 - Demonstrasi dan aksi massa di Barcelona, Spanyol, berujung kerusuhan pada Sabtu (24/10) malam.

Polisi menangkap 128 orang setelah kerusuhan yang melibatkan penjarahan toko dan pembakaran fasilitas umum di sekitar Plaza de Catalunya, Barcelona.

Kerusuhan terjadi setelah seruan gerakan anti-sistem menyebar melalui media sosial.

Wali Kota Barcelona, Jaume Collboni mengecam kerusuhan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan vandalisme tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.

Collboni juga menyatakan bahwa orang tua atau wali dari anak di bawah umur yang terlibat dalam kerusuhan dapat dimintai pertanggungjawaban.

Demonstrasi di Spanyol Berujung Penjarahan 23 Toko

Berdasarkan laporan terbaru kepolisian Catalonia, Mossos d’Esquadra, pada Minggu (25/10), polisi menangkap 128 orang terkait kerusuhan di Barcelona.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 orang atau sekitar 56 persen merupakan anak di bawah umur.

Kerusuhan tersebut juga menyebabkan sejumlah kebakaran di berbagai lokasi.

Petugas pemadam kebakaran menangani 33 kejadian kebakaran selama kerusuhan berlangsung.

Selain itu, sebanyak 23 toko menjadi sasaran perusakan atau penjarahan.

Kerusuhan tersebut juga menyebabkan 14 petugas kepolisian mengalami luka-luka, empat di antaranya luka berat.

Plaza de Catalunya merupakan kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan dan warga setempat, terutama pada akhir pekan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pengunjung terjebak di dalam toko.

Situasi serupa juga terjadi di pusat perbelanjaan El Corte Inglés.

Pintu penutup sejumlah toko diturunkan untuk mencegah massa masuk dan melakukan penjarahan.

Sementara itu, rekaman lainnya memperlihatkan demonstran berpakaian hitam dan mengenakan tudung menendang etalase toko.

Baca Juga:  Gubernur Jateng Tanggapi Aksi Sopir Truk soal Aturan ODOL, Janji Koordinasi dengan Pusat

Para demonstran dalam rekaman tersebut juga terlihat membawa kabur barang dagangan.

Aksi Massa Diserukan Melalui Media Sosial

Demonstrasi anti-sistem di Barcelona sebelumnya diserukan melalui unggahan di media sosial.

Seruan demonstrasi tersebut juga menggunakan slogan “Instituts Indignats”, yang merujuk pada gerakan protes pelajar “Lycéens Indignés” di Prancis.

Gerakan di Prancis tersebut digunakan untuk menggalang aksi protes pelajar dalam beberapa pekan terakhir. Slogan serupa kemudian muncul dalam seruan demonstrasi di Barcelona.

Di tengah kerusuhan tersebut, otoritas setempat membedakan aksi anti-sistem dengan demonstrasi damai yang menuntut hak atas perumahan.

Aksi damai tersebut juga berlangsung di sekitar Plaza de Catalunya.

Demonstrasi Meluas di Eropa

Kerusuhan di Spanyol berlangsung ketika sejumlah negara Eropa menghadapi demonstrasi terkait persoalan politik dan ekonomi.

Aksi protes juga terjadi di Prancis, Albania, Belgia, dan Italia.

Di Madrid, ribuan pensiunan menggelar demonstrasi pada Sabtu (24/10) untuk menuntut perbaikan sistem pensiun publik.

Aksi tersebut diselenggarakan oleh gerakan pensiunan dengan dukungan serikat pekerja, termasuk Konfederasi Umum Buruh (CGT).

Massa bergerak dari Stasiun Atocha menuju Calle Alcalá, dekat Stasiun Metro Sevilla.

Para demonstran menuntut jaminan standar hidup yang layak bagi pensiunan saat ini dan generasi mendatang.

Tuntutan yang disampaikan peserta demonstrasi di Madrid meliputi:

  • Penyesuaian kenaikan pensiun berdasarkan inflasi aktual.
  • Kenaikan pensiun minimum agar setara dengan upah minimum.
  • Penghapusan kesenjangan pensiun antara laki-laki dan perempuan.
  • Perlindungan sistem pensiun publik dari privatisasi.
  • Kemudahan pensiun dini tanpa sanksi keuangan bagi pekerja dengan masa kontribusi minimal 35 tahun.
  • Pencabutan sejumlah reformasi pensiun yang diberlakukan sejak 2011.

Tuntutan mengenai pensiun dini dan pencabutan reformasi tersebut juga disuarakan oleh CGT.

Baca Juga:  Brimob di Sumatra Selatan Minta Maaf usai Salah Tangkap TNI yang Dituding sebagai Provokator

Demonstrasi di Madrid berlangsung dengan tuntutan yang berbeda dari aksi anti-sistem di Barcelona.

 (RAD/NID/RAD)

Trending