Connect with us

Politik

Kunjungi Mamuju, Gibran Bertemu Petani Kakao Bahas Pupuk Subsidi

Gibran menanggapi keluhan petani kakao di Sulawesi Barat terkait pupuk subsidi, kekeringan, dan jalan rusak saat kunjungan ke Mamuju.

Actress 1299250

Published

on

Kunjungi Mamuju, Gibran Bertemu Petani Kakao Bahas Pupuk Subsidi
Kunjungi Mamuju, Gibran Bertemu Petani Kakao Bahas Pupuk Subsidi. Gambar: Dok. Wakil Presiden Republik Indonesia

Sulawesi Barat, MPN Indonesia 3 November 2026 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan petani kakao di Sentra Pembibitan Kakao Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (2/11).

Pada pertemuan tersebut, Gibran membahas persoalan pupuk subsidi, kerusakan jalan tani, kekeringan, dan kebutuhan sarana perkebunan.

Ia meminta koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti keluhan petani, termasuk memastikan alokasi pupuk sesuai kebutuhan dan ketentuan.

“Untuk pupuk subsidi, kita akan memastikan sudah terdaftar dalam RDKK (Rencana Pembangunan Daerah) mendapatkan alokasi sesuai kebutuhan dan ketentuan. Untuk yang belum terdaftar, tolong didata dulu untuk dikoordinasi juga,” kata Gibran, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Wakil Presiden Republik Indonesia pada Selasa (3/11).

Gibran menyampaikan arahan tersebut kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar.

Ia meminta pendataan terhadap petani yang belum tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Petani Kakao Keluhkan Ketersediaan Pupuk Subsidi

Pada dialog tersebut, seorang petani bernama Suwardi mengeluhkan keterbatasan stok pupuk subsidi di tingkat kios.

Ia menyebut jumlah pupuk yang diterima kios tidak sesuai dengan kebutuhan yang tercatat dalam RDKK.

“Kadangkala kami mau menebus pupuk di kios, pupuknya sudah habis. Sementara data RDKK yang masuk di kios itu 100 persen, kami tanyakan ke kios kenapa kami kehabisan pupuk. Kios katanya data yang mereka terima cuma 60 persen dari RDKK yang ada,” ujar Suwardi.

Selain pupuk, para petani menyampaikan persoalan kekeringan dan serangan hama yang memengaruhi kondisi perkebunan.

Mereka membutuhkan bibit serta sarana pendukung untuk memulihkan produktivitas tanaman.

Baca Juga:  Gibran Bertemu dengan Tompi hingga Raffi Ahmad, Bahas Sinergi Bantuan Kemanusiaan Sumatra

Salah seorang petani, Hasbi, mengatakan kekeringan sebelumnya menyebabkan banyak pohon kakao milik warga mati.

Ia menyampaikan kebutuhan pompa air dan waduk untuk mendukung kegiatan perkebunan.

“Kendala yang kami alami di kebun, yaitu kekeringan, Pak. Kemarin. Sehingga banyak sekali pohon kakao kami yang mati. Ya, seperti yang kami laporkan sebelumnya, butuh pompa dan waduk,” tutur Hasbi.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Gibran turut membahas pengadaan obat pengendali hama, chainsaw, hand sprayer, dan pompa air.

Ia meminta agar sarana yang memungkinkan segera tersedia dapat disalurkan kepada petani.

“Kami akan segera mengupayakan pengadaan apa pun yang bisa diperoleh, Pak, untuk didistribusikan di sini. Tadi kami sudah membawa pompa, kalau tidak salah, tetapi jumlahnya hanya sedikit karena situasinya sangat mendesak,” ujarnya.

Gibran Terima Keluhan Kerusakan di Jalan Tani

Selain persoalan produksi perkebunan, Gibran Rakabuming Raka menerima keluhan mengenai kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan warga sejak pagi.

“Dari tadi pagi warganya mengeluh tentang jalan,” ujar Gibran.

Hasbi mengungkapkan kerusakan jalan tani menyulitkan warga mendapatkan bantuan dan mengangkut hasil perkebunan.

Ia meminta pemerintah memperhatikan akses menuju kawasan pertanian.

“Kami sangat mohon bantuan untuk jalan tani kami, Pak. Kami susah dapat bantuan gara-gara akses jalan yang sangat rusak,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Basri, perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Ia meminta pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki akses jalan pertanian dan perkebunan.

“Jadi, melalui kesempatan ini kami minta kepada Bapak Wakil Presiden untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan tani yang ada di wilayah Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju,” pinta Basri.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan jalan terbagi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pusat.

Baca Juga:  Momen Wapres Gibran Gandeng Orangutan Kalimantan, Pastikan Penanganan Satwa Optimal

Ia meminta semua pihak tidak saling menyalahkan terkait kondisi infrastruktur.

“Jalan ini, kan, terbagi banyak, (ada) jalan desa, jalan kabupaten, jalan provinsi, jalan nasional. Ya, kita tidak usah saling menyalahkan, ya, Bapak, Ibu, ya,” kata Gibran.

Gibran menyatakan akan berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan pemerintah kabupaten.

Ia juga menyampaikan bahwa usulan perbaikan jalan akan mempertimbangkan kemampuan fiskal pemerintah.

“Tempat-tempat ini harus saling terkoneksi. Jadi mohon ditunggu, ya, Bapak, Ibu, ya. Dengan memperhatikan kekuatan fiskalnya dulu. Nanti coba kita ajukan dan saya lapor ke pimpinan dulu,” ujar Wapres.

Menurut Gibran, perbaikan jalan perlu dilakukan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan produksi perkebunan.

Kondisi jalan menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi pengangkutan hasil pertanian.

“Karena kalau nanti misalnya pupuknya udah bagus, hamanya udah hilang, produksinya meningkat. Kalau jalannya masih rusak, ya, percuma nanti,” imbuhnya.

Keluhan Jalan di Kalumpang dan Pengolahan Hasil Kakao

Sebelum berdialog dengan para petani, Gibran juga menerima keluhan infrastruktur saat menghadiri peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju.

Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode GKSB, Pendeta Mardi Tamandalana, menyampaikan kondisi jalan menuju Kecamatan Kalumpang yang belum diaspal.

Ia mengatakan warga terkadang harus menyusuri alur sungai untuk melintasi wilayah tersebut.

“Kemarin kami punya tamu dari Jerman, Pak, harus kami minta membantu kami mendorong mobil saat ketika hampir sampai di Kecamatan Kalumpang karena mobilnya tidak bisa lagi mendaki karena begitu beratnya jalan,” tutur Mardi.

Sementara itu, dalam dialog perkebunan, Gibran turut menyoroti fasilitas pengolahan biji kakao di Kaluku.

Fasilitas tersebut dilaporkan berhenti beroperasi setelah terdampak banjir bandang.

Baca Juga:  Deretan Koleksi Mobil Gibran Rakabuming, Paling Mahal Segini

Gibran menyampaikan perlunya penguatan fasilitas pengolahan hasil perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bagi petani.

“Kita ingin kakao yang dihasilkan petani bisa memiliki nilai tambah lebih besar bagi para petani,” tegasnya.

Pada akhir pertemuan, Gibran menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat setempat.

Ia juga mengajak warga mendoakan kesehatan dan kelancaran Presiden dalam menjalankan tugas negara.

“Salam juga dari Pak Presiden Prabowo, ya. Kita doakan Pak Presiden sehat selalu dan diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugasnya,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending