Connect with us

Politik

Tinjau Karhutla, Gibran: Saya Mohon Maaf untuk Warga Kalimantan

Gibran Rakabuming meninjau karhutla di Kalimantan Tengah, Selatan, dan Barat untuk memastikan pemadaman serta layanan warga berjalan optimal.

Logompn

Published

on

Tinjau Karhutla, Gibran Saya Mohon Maaf untuk Warga Kalimantan
Tinjau Karhutla, Gibran Saya Mohon Maaf untuk Warga Kalimantan. Gambar: Dok. Wakil Presiden RI

MPN Indonesia 11 September 2026 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kebakaran hutan di Kalimantan pada Kamis (10/9).

Gibran meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat untuk memastikan pemadaman, perlindungan masyarakat, serta penanganan dampak terhadap satwa berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ujar Gibran saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Wakil Presiden RI, Jumat (11/9).

Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Palangka Raya di Kalimantan Tengah, Banjarbaru di Kalimantan Selatan, serta Kubu Raya di Kalimantan Barat.

Kunjungan tersebut bertujuan melihat perkembangan penanganan di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan setiap daerah dapat dipenuhi sesuai kondisi masing-masing.

Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di Tiga Provinsi

Gibran Rakabuming Raka menegaskan penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api.

Pemerintah juga diminta memastikan keselamatan masyarakat, satwa liar, dan habitatnya tetap menjadi bagian dari penanganan secara menyeluruh.

Wapres meminta pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan bersamaan dengan proses pemadaman.

Selain itu, pemerintah diminta memastikan layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan logistik tetap tersedia selama penanganan karhutla berlangsung.

“Pemadaman titik api dan pelayanan kepada warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air, dan logistik,” tegas Wapres.

Baca Juga:  Jelang Imlek, Gibran Kunjungi Klenteng Sam Poo Kong dan Pasar Imlek Semawis

Gibran juga meminta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan masker ketika kualitas udara memburuk akibat asap.

“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” ujar Gibran.

Di sektor kesehatan, ia meminta kesiapan rumah sakit agar mampu merespons dampak karhutla secara cepat.

“Rumah sakit harus siap, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” ujar Gibran.

Di bidang pendidikan, Gibran menegaskan penyesuaian kegiatan belajar mengajar harus mempertimbangkan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik.

“Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa,” ujarnya.

Inovasi Pemadaman Kebakaran Hutan di Lahan Gambut

Selama peninjauan di Kalimantan Selatan, Wapres melihat penerapan formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman lahan gambut.

Teknologi tersebut dikembangkan melalui kajian laboratorium terhadap cairan pembentuk busa yang kemudian diformulasikan ulang agar sesuai digunakan pada lahan gambut.

Formulasi itu membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan sehingga proses pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan menjadi lebih efektif serta penggunaan air lebih efisien.

Pengujian menggunakan drone thermal, suhu area gambut yang semula sekitar 130 derajat Celsius turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu sekitar satu menit setelah diaplikasikan.

Gibran menegaskan setiap inovasi harus memberikan manfaat nyata di lapangan.

“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” imbuhnya.

Gibran Kunjungi Rumah Relawan yang Meninggal Dunia

Selain meninjau posko penanganan, Gibran mengunjungi keluarga almarhum Akhmad Rijani, petugas yang gugur saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Pasar Taman Puring Ludes Terbakar, 34 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Ia juga berdialog dengan petugas pemadam yang bertugas di lapangan.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam. Saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ungkap Gibran.

Kepada petugas pemadam, Wapres mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan kerja.

“Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.

Pada malam hari, Wapres melanjutkan peninjauan ke kawasan lahan gambut di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

“Kita tetap harus mengawal untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar aman,” kata Gibran.

Ia menyampaikan bara api di bawah permukaan gambut masih berpotensi memicu kebakaran kembali meski kobaran api di permukaan telah padam.

“Meski kobaran api di permukaan tanah padam di beberapa tempat, kabut asap masih bertahan karena bara api di dalam lahan gambut belum sepenuhnya padam,” ujarnya.

Wapres meminta pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan patroli pencegahan.

Ia juga mengingatkan kewaspadaan perlu dijaga karena kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

“Tingkatkan kewaspadaan. El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Lakukan patroli pencegahan lebih intens. Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen. Pastikan setiap kendala di lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi kepada publik,” pungkas Wapres.

(AKM/NID/RAD)

Trending