Connect with us

Lifestyle

Apa Itu April Fools? Intip Tradisinya di Berbagai Negara

Kenali tradisi April Mop di berbagai negara, dari Prancis hingga Iran, dengan sejarah unik dan cara perayaan yang berbeda.

Logompn

Published

on

Apa Itu April Fools Intip Tradisinya di Berbagai Negara
Apa Itu April Fools Intip Tradisinya di Berbagai Negara. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 April 2026 - Hari April Fools atau April Mop dirayakan setiap 1 April di banyak negara dengan cara yang unik dan beragam.

Perayaan ini umumnya melibatkan lelucon ringan, tipuan sosial, dan aktivitas humor.

Meskipun memiliki nama serupa, masing-masing negara memiliki tradisi yang berbeda dalam menyambut hari ini, bahkan ada yang tidak merayakannya pada bulan April.

Hari April Fools memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang beragam. Di Iran, praktik serupa sudah ada sejak abad ke-5 SM melalui tradisi Sizdah Bedar.

Di Amerika Latin, perayaan lelucon justru berlangsung di akhir Desember.

Dikutip MPN Indonesia melalui CNN World dan Global Rescue pada Kamis (2/4), berikut adalah tradisi Hari April Fools di berbagai negara.

Prancis, Italia, Belgia, Swiss

Di Prancis, Italia, Belgia, dan Swiss yang berbahasa Prancis, tradisi menempelkan ikan kertas di punggung seseorang menjadi simbol utama perayaan ini.

Anak-anak menempelkan gambar ikan ke orang-orang di sekitar mereka sambil meneriakkan frasa “Poisson d’Avril” (Prancis) atau “Pesce d’Aprile” (Italia).

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dengan menempelkan kertas bergambar ikan di punggung teman mereka.

Toko roti juga ikut serta dengan menjual cokelat atau kue berbentuk ikan.

Iran

Iran dapat dikatakan memiliki tradisi April Mop tertua melalui perayaan Sizdah Bedar, yang juga mengandung unsur lelucon atau prank.

Perayaan ini berlangsung pada hari ke-13 Tahun Baru Persia, biasanya jatuh pada tanggal 1 atau 2 April.

Sizdah Bedar, yang diyakini sudah ada sejak abad ke-5 sebelum Masehi, secara harfiah berarti “menyingkirkan angka 13,” sehingga sarat dengan nuansa kepercayaan atau takhayul.

Selain itu, perayaan ini juga dianggap sebagai festival musim semi, yang memiliki kaitan dengan tradisi lain yang mirip dengan April Mop, seperti perayaan kuno Romawi bernama Hilaria.

Inggris dan Irlandia

Di Inggris dan Irlandia, Hari April Mop memiliki aturan waktu. Lelucon hanya boleh dilakukan sebelum tengah hari.

Jika seseorang mencoba bercanda setelah pukul 12 siang, ia justru menjadi bahan olok-olok.

Humor yang digunakan cenderung sederhana, seperti permainan kata atau kejutan ringan.

Tradisi media seperti menerbitkan berita palsu juga dilakukan, namun dalam batasan yang wajar dan tetap terkendali.

Skotlandia

Di Skotlandia, April Fools secara historis berlangsung selama dua hari.

Hari pertama dikenal sebagai “Gowk Day,” di mana korban dikirim untuk menjalankan tugas bodoh yang tak bermakna.

“Gowk” sendiri merupakan istilah untuk burung cuckoo dan juga berarti orang bodoh.

Hari kedua adalah “Tailie Day,” yang berfokus pada lelucon seperti menempelkan tanda “tendang aku” di punggung orang.

Amerika Serikat dan Kanada

Perayaan di Amerika Serikat dan Kanada melibatkan tipuan yang lebih terorganisir dan sering kali berskala besar.

Banyak perusahaan dan media menggunakan hari ini untuk menerbitkan pengumuman palsu, produk fiktif, atau siaran pers bohong.

Media sosial memainkan peran penting dalam penyebaran informasi ini. Meskipun meriah, batasan tetap dijaga, terutama terkait isu kesehatan, keamanan, dan bencana.

Amerika Latin

Di negara-negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Kolombia, tradisi serupa dirayakan pada 28 Desember melalui “El Día de los Inocentes” atau “Hari Orang yang Tidak Bersalah” (semacam April Mop versi bulan Desember).

Pada hari ini, masyarakat melakukan lelucon yang mirip dengan April Fools.

Media juga ikut berpartisipasi dengan menyebarkan berita palsu. Korban disebut sebagai inocente atau “yang tidak bersalah.”

Di Brasil, perayaan tetap dilakukan pada (1/4) dan dikenal dengan nama Dia das Mentiras atau Hari Kebohongan.

Spanyol

Di Ibi, Spanyol, masyarakat merayakan “El Día de los Inocentes” dengan menggelar perang makanan besar-besaran yang melibatkan seluruh kota, lengkap dengan strategi ala militer dan cerita sejarah di baliknya.

Tradisi “Els Enfarinats” ini kabarnya sudah berlangsung lebih dari 200 tahun, di mana sekelompok orang melakukan pengambilalihan kota secara simbolis layaknya operasi militer.

Para “penguasa” baru ini kemudian bebas membuat aturan-aturan aneh yang harus dipatuhi warga.

Jika melanggar, mereka akan dikenai “denda” yang hasilnya disumbangkan untuk amal.

Ditambah dengan aksi lempar tepung dan tarian, perayaan ini pun terasa seperti permainan peran (LARP) yang terinspirasi dari strategi ala gim.

Eropa Tengah dan Utara

Di banyak negara Eropa Tengah dan Utara seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Polandia, perayaan April Fools lebih menonjolkan humor berbasis kata-kata serta tipu daya yang sering dipicu oleh media.

Di kawasan Nordik, media justru memainkan peran besar dalam tradisi ini. Surat kabar ternama biasanya memuat setidaknya satu berita palsu yang dibuat sangat meyakinkan, dan pembaca pun sengaja berburu untuk menemukan kebohongan tersebut.

Keseruannya bukan hanya pada isi cerita, tetapi juga pada usaha bersama untuk mengungkap mana yang tidak benar.

Di Polandia, perayaan Prima Aprilis berjalan dengan konsep serupa, melibatkan banyak orang, namun tetap menjaga agar lelucon yang dibuat tidak merugikan.

Sebuah ungkapan populer berbunyi, “Prima Aprilis, uważaj, bo się pomylisz! (Hari April Mop, hati-hati, kamu bisa salah!).

Sementara itu, di Jerman, Austria, dan Swiss berbahasa Jerman, hari ini dikenal sebagai Aprilscherz.

Istilah tersebut merujuk pada upaya “mengirim seseorang ke bulan April,” atau dengan kata lain memperdaya mereka.

Media kerap menerbitkan berita fiktif, sedangkan masyarakat lebih memilih tipu daya yang cerdas dan halus, bukan aksi lelucon yang berlebihan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Continue Reading

Trending