Connect with us

Otomotif

Tesla Roadster Bisa ‘Terbang’ Pakai 10 Thruster, Produksi Ditargetkan 2028

Tesla Roadster terbaru memamerkan teknologi SpaceX yang memungkinkan mobil melompat dan berputar di udara. Produksi ditargetkan mulai 2028.

Actress 1299250

Published

on

Tesla Roadster Bisa 'Terbang' Pakai 10 Thruster, Produksi Ditargetkan 2028
Tesla Roadster Bisa 'Terbang' Pakai 10 Thruster, Produksi Ditargetkan 2028. Gambar: Dok. Tesla

MPN Indonesia 17 Oktober 2026 - Tesla memamerkan kemampuan baru Roadster generasi terbaru melalui demonstrasi yang memperlihatkan mobil sport listrik tersebut melakukan manuver singkat di udara dengan bantuan sistem pendorong gas dingin atau cold-gas thrusters.

Dalam demonstrasi di fasilitas pengujian dan pengembangan SpaceX di Texas, Amerika Serikat, Roadster diperlihatkan meninggalkan sebuah ramp, berputar di udara, dan kembali mendarat secara terkendali.

Tesla juga mendemonstrasikan mobil tersebut melompati sejumlah kendaraan yang diparkir serta mencatat akselerasi 0-60 mil per jam atau sekitar 96 km/jam dalam 0,81 detik menurut pengukuran yang ditampilkan perusahaan.

Kemampuan bermanuver di udara tersebut memanfaatkan teknologi yang dikembangkan dengan mengadopsi sejumlah teknologi SpaceX.

Namun, kemampuan “terbang” penuh tidak tersedia pada seluruh konfigurasi Roadster.

Tesla menyiapkan tiga konfigurasi, yakni Performance, Thrust, dan Rocket.

Varian Rocket menjadi versi paling ekstrem dengan 10 cold-gas thrusters yang ditempatkan di sejumlah bagian kendaraan untuk menghasilkan dorongan ke depan, ke atas, serta membantu gerakan rotasi.

Meski Tesla menyebut Rocket sebagai konfigurasi yang siap untuk terbang atau air ready, versi satu kursi tersebut belum mendapat persetujuan untuk digunakan di jalan umum.

Tesla Roadster Gunakan 10 Cold-Gas Thrusters

Teknologi pendorong menjadi salah satu perubahan terbesar pada Roadster generasi terbaru.

Vice President of Vehicle Engineering Tesla Lars Moravy menjelaskan bahwa sistem demonstrasi menggunakan 10 nozzle yang terhubung dengan dua bejana bertekanan dengan kapasitas gabungan sekitar 600 liter.

Sistem tersebut menyimpan sekitar 250 kilogram gas bertekanan untuk menghasilkan dorongan yang diperlukan saat mobil berakselerasi maupun melakukan manuver di udara.

Sistem pendorong itu merupakan bagian dari teknologi yang dikembangkan Tesla dengan memanfaatkan pengalaman SpaceX dalam mengelola gas bertekanan tinggi.

Baca Juga:  BYD Salip Tesla di Inggris, Penjualan Melonjak Tajam Sepanjang 2025

Namun, konfigurasi pendorong berbeda pada setiap versi Roadster.

Performance tidak menggunakan sistem pendorong penuh dan mengandalkan aerodinamika aktif serta multi-mode suction system.

Sementara Thrust menambahkan cold-gas thrusters di bagian belakang untuk membantu akselerasi.

Adapun Rocket menggunakan sistem yang lebih lengkap dengan pendorong di sekeliling kendaraan untuk menghasilkan gerakan ke depan, ke atas, hingga gerakan rotasi saat berada di udara.

Tesla menyebut konfigurasi Rocket sebagai versi satu kursi dan hanya tersedia melalui undangan.

Dalam demonstrasi, Roadster terlihat melaju melalui sebuah ramp sebelum meninggalkan permukaan dan melakukan gerakan rotasi di udara.

Mobil kemudian kembali ke posisi normal dan mendarat menggunakan bantuan sistem pendorong.

Tesla juga menunjukkan manuver udara saat Roadster melompati deretan kendaraan perusahaan.

Meski demonstrasi tersebut memperlihatkan kemampuan mobil meninggalkan permukaan tanah, teknologi itu lebih tepat digambarkan sebagai kemampuan melakukan manuver atau penerbangan singkat dibandingkan penerbangan berkelanjutan seperti pesawat atau kendaraan eVTOL.

Associated Press melaporkan sistem tersebut memungkinkan Roadster meluncur ke udara dalam waktu singkat dan berputar ketika berada di udara.

Mobil yang digunakan dalam demonstrasi juga dioperasikan secara otonom untuk alasan keselamatan.

Sistem Kipas Bantu Hasilkan Downforce

Selain cold-gas thrusters, Roadster menggunakan sistem kipas penyedot atau multi-mode suction system di bagian bawah kendaraan.

Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan gaya tekan ke bawah atau downforce bahkan ketika kendaraan melaju dalam kecepatan rendah.

Sistem kipas bekerja bersama komponen aerodinamika aktif untuk meningkatkan daya cengkeram kendaraan ke permukaan.

Roadster juga dilengkapi sejumlah perangkat aerodinamika aktif, termasuk komponen pada bagian depan dan sayap belakang yang dapat menyesuaikan kebutuhan aerodinamika kendaraan.

Moravy menjelaskan bahwa sistem kipas dapat menghasilkan gaya tekan lebih dari 2G dalam kondisi tertentu.

Namun, angka tersebut merupakan klaim teknis Tesla dan belum merupakan hasil pengujian independen.

Teknologi tersebut membantu kendaraan mempertahankan daya cengkeram ketika berakselerasi maupun bermanuver.

Baca Juga:  Tesla Perkenalkan Robot Optimus di Berlin, Bisa Bagikan Popcorn!

Dengan demikian, sistem aerodinamika aktif dan pendorong gas dingin memiliki fungsi berbeda.

Kipas terutama meningkatkan daya tekan kendaraan ke permukaan, sedangkan thrusters memberikan dorongan tambahan.

Tesla Catat Akselerasi 0-96 Km/Jam dalam 0,81 Detik saat Demonstrasi

Tesla turut memperlihatkan kemampuan akselerasi Roadster dalam acara tersebut.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan perusahaan, Roadster mencatat waktu 0,81 detik untuk melaju dari posisi diam hingga 60 mil per jam atau sekitar 96 km/jam.

Angka itu merupakan hasil yang ditampilkan Tesla saat demonstrasi dan belum diverifikasi melalui pengujian independen.

Tesla kemudian mengungkap target performa berbeda untuk masing-masing konfigurasi Roadster.

Performance diklaim mampu mencapai 0-60 mph dalam waktu kurang dari 1,6 detik.

Versi Thrust yang dilengkapi pendorong gas dingin di bagian belakang diklaim dapat menuntaskan akselerasi yang sama dalam waktu kurang dari 0,9 detik.

Sementara konfigurasi Rocket ditargetkan mampu mencapai 60 mph dalam waktu kurang dari 0,59 detik dengan kecepatan maksimum lebih dari 230 mph atau sekitar 370 km/jam.

Seluruh angka performa tersebut masih merupakan klaim atau target Tesla karena Roadster generasi terbaru belum memasuki produksi massal.

Tesla juga mengklaim Roadster terbaru memiliki jarak tempuh lebih dari 300 mil atau sekitar 483 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Roadster Gunakan Sistem Kendali Elektronik

Perubahan lain terdapat pada sistem kendali kendaraan.

Tesla memperkenalkan teknologi steer-by-wire, yakni sistem yang menerjemahkan input kemudi secara elektronik tanpa hubungan mekanis konvensional langsung seperti pada sistem kemudi tradisional.

Tesla Roadster juga menggunakan sistem kendali pengereman dan akselerasi berbasis elektronik.

Franz von Holzhausen dalam presentasi Roadster menjelaskan kendaraan menggunakan steer-by-wire untuk kemudi, serta sistem elektronik pada pengereman dan throttle.

Dari sisi desain, generasi terbaru Roadster juga berubah dibandingkan prototipe yang diperkenalkan Tesla pada 2017.

Bentuk kendaraan kini terlihat lebih bersudut dengan sejumlah komponen aerodinamika aktif yang dapat berubah mengikuti kebutuhan performa.

Tesla Siapkan Performance, Thrust, dan Rocket

Tesla membagi Roadster terbaru menjadi tiga konfigurasi dengan kemampuan berbeda.

Baca Juga:  Elon Musk Ngamuk di X usai Tesla Diisukan Bakal Tendang Dirinya dari CEO

Performance menjadi versi yang disebut Tesla sebagai road ready. Mobil ini memiliki dua kursi, aerodinamika aktif, dan multi-mode suction system.

Tesla mengklaim akselerasi 0-60 mph dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1,6 detik.

Thrust merupakan konfigurasi yang lebih berorientasi untuk lintasan atau race ready.

Versi dua kursi tersebut menambahkan cold-gas thrusters di bagian belakang dan diklaim mampu berakselerasi 0-60 mph dalam waktu kurang dari 0,9 detik.

Rocket menjadi konfigurasi paling ekstrem. Versi satu kursi ini menambahkan pendorong di sejumlah bagian kendaraan sehingga dapat memberikan dorongan ke atas sekaligus mengendalikan gerakan rotasi.

Tesla menyebutnya air ready dan hanya menawarkannya melalui undangan.

Tesla saat ini membuka reservasi Roadster. Untuk Performance, Tesla meminta pembayaran reservasi total senilai 50.000 dolar AS, yang terdiri dari pembayaran awal dan pembayaran lanjutan.

Sementara itu, sejumlah laporan dari halaman reservasi Tesla menyebut konfigurasi Thrust memerlukan pembayaran reservasi 250.000 dolar AS.

Angka tersebut merupakan biaya reservasi, bukan harga jual final kendaraan.

Ketentuan reservasi Tesla juga menjelaskan bahwa reservasi tidak sama dengan pembelian kendaraan.

Harga pembelian akan dicantumkan melalui perjanjian pembelian ketika proses produksi untuk pesanan mendekati waktunya.

Dengan demikian, harga jual final Roadster terbaru belum diumumkan Tesla.

Produksi Tesla Roadster Ditargetkan Mulai 2028

Meski demonstrasi telah dilakukan, Roadster generasi terbaru belum memasuki tahap produksi untuk konsumen.

Elon Musk mengatakan produksi untuk konsumen ditargetkan mulai pada 2028.

Jadwal tersebut muncul setelah Roadster mengalami penundaan selama bertahun-tahun sejak generasi kedua pertama kali diperkenalkan pada 2017.

Tesla sebelumnya menargetkan Roadster generasi kedua mulai diproduksi pada 2020, tetapi jadwal itu mengalami sejumlah penundaan.

Hingga kini, sejumlah spesifikasi versi produksi juga masih dapat berubah.

Tesla telah mengungkap klaim jarak tempuh lebih dari 300 mil, target akselerasi untuk tiga konfigurasi, serta sejumlah teknologi aerodinamika dan pendorong.

Namun, perusahaan belum mengumumkan harga jual final kendaraan dan sejumlah spesifikasi teknis masih menunggu konfirmasi ketika Roadster semakin mendekati tahap produksi.

Tesla juga mengingatkan melalui ketentuan reservasinya bahwa reservasi hanya memberikan perkiraan prioritas pengiriman dan bukan jaminan waktu pengiriman tertentu.

(AKM/NID/RAD)

Trending