Connect with us

Viral

Dua Wanita PMI di Arab Saudi Ngaku Dipaksa Layani 450 Pria Sebulan: Tak sampai Target, Tak Digaji

Dua wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi mengaku dipaksa melayani 15 pria setiap hari atau sekitar 450 pria dalam sebulan.

Logompn

Published

on

Dua Wanita PMI di Arab Saudi Ngaku Dipaksa Layani 450 Pria Sebulan Tak sampai Target, Tak Digaji
Dua Wanita PMI di Arab Saudi Ngaku Dipaksa Layani 450 Pria Sebulan: Tak sampai Target, Tak Digaji. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Dua wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi mengaku dipaksa melayani 15 pria setiap hari atau sekitar 450 pria dalam sebulan.

Pengakuan ini viral di media sosial usai diunggah oleh akun Instagram @bisikanneti.

“Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau gak sampe target gak dapat gaji,” kata salah satu wanita itu, dilihat MPN Indonesia dari Instagram @bisikanneti, Rabu (6/5).

Mereka juga mengaku mengalami kekerasan apabila tidak memenuhi target tersebut.

Diiming-Imingi Kerja lewat WhatsApp

Mereka mengaku berangkat ke Arab Saudi setelah menerima tawaran pekerjaan melalui pesan WhatsApp dari seorang berinisial N.

“Mau kerja yang halal untuk anak,” ujar salah satu wanita itu.

Setibanya di Arab Saudi, keduanya bertemu wanita berinisial Z dan mengaku disekap serta dipaksa melayani sejumlah pria setiap hari.

Keduanya sempat beberapa kali mencoba melarikan diri melalui ventilasi kamar mandi, namun gagal karena terhalang teralis besi.

Hingga akhirnya, mereka berhasil kabur saat diajak ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju dan kemudian bersembunyi sampai mendapat pertolongan dari sopir taksi.

Pernyataan Dinas Ketenagakerjaan NTB

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqon mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua PMI tersebut merupakan warga NTB.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah NTB telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

“Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut. Pihak yang take video juga coba kami hubungi ternyata sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujar Aidy, Senin (4/5).

Baca Juga:  KPK Periksa 6 Bos Travel dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

(AKM/NID/RAD)

Trending