Connect with us

Ekonomi

Penyebab IHSG Anjlok, Ini Faktor Utamanya

Analis menilai, penurunan IHSG dipicu melemahnya kepercayaan investor, perubahan kebijakan global, dan kondisi ekonomi domestik.

Logompn

Published

on

Penyebab IHSG Anjlok, Ini Faktor Utamanya
Penyebab IHSG Anjlok, Ini Faktor Utamanya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2026 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan global, mulai dari ketidakpastian politik dan ekonomi, perubahan kebijakan global, hingga pelemahan indikator makroekonomi.

Sejumlah analis menilai, penurunan IHSG ini mencerminkan melemahnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan pemerintah, serta memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham.

Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), I Wayan Nuka Lantara, menjelaskan bahwa penurunan IHSG menunjukkan sentimen negatif pelaku pasar.

“IHSG yang anjlok menunjukkan perspektif negatif dari pelaku pasar modal. Ketika indeks turun drastis, harga saham di perusahaan dengan kapitalisasi terbesar, terutama di sektor perbankan, mengalami penurunan signifikan dan membuat investor kehilangan kepercayaan, disusul dengan tindakan menjual saham secara cepat,” jelasnya, dikutip MPN Indonesia melalui laman FEB UGM pada Kamis (25/6).

Ia menambahkan bahwa kondisi ini mencerminkan krisis kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap situasi ekonomi dan politik nasional.

“Hal ini terlihat dari sejumlah kebijakan yang kurang bisa menenangkan pasar. Sebagai contohnya, ketidakkonsistenan pemerintah dalam menerapkan efisiensi. Masyarakat diminta untuk menerapkan efisiensi, sedangkan pemerintah tidak konsisten melakukannya, misalnya dalam ukuran kabinet yang jumbo,” ujarnya.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Penurunan IHSG terjadi akibat berbagai faktor yang saling berkaitan.

Dari sisi domestik, analis menilai ketidakpastian politik dan ekonomi menjadi pemicu utama.

Selain itu, daya beli masyarakat yang melemah serta target pertumbuhan ekonomi yang dinilai tidak realistis memperburuk kondisi.

Baca Juga:  Serangan AS ke Iran Sebabkan Harga Bitcoin Anjlok

Faktor lainnya adalah defisit anggaran yang meningkat serta beban utang negara yang jatuh tempo.

Dari sisi eksternal, perubahan metodologi perhitungan free float oleh MSCI juga menjadi pemicu kekhawatiran investor terhadap perubahan bobot saham Indonesia di indeks global.

Selain itu, tekanan global dan kondisi geopolitik mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman seperti dolar AS dan emas.

Secara makroekonomi, inflasi yang tinggi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa sehingga menurunkan daya beli masyarakat.

Hal ini berdampak pada penurunan konsumsi rumah tangga dan potensi penurunan laba perusahaan.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS meningkatkan beban utang perusahaan, khususnya yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing.

Faktor psikologis juga berperan dalam mempercepat penurunan indeks harga saham gabungan.

Aksi panic selling oleh investor ritel saat IHSG turun tajam menyebabkan tekanan jual semakin besar dalam waktu singkat.

Dampak terhadap Ekonomi dan Investor

Penurunan IHSG memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional dan pelaku pasar.

Investor domestik, terutama pemula dan investor muda, menjadi kelompok yang paling terdampak akibat penurunan nilai aset investasi.

“Ini dapat menurunkan semangat mereka untuk berinvestasi. Bahkan, bagi mereka yang telah mengumpulkan dana bertahun-tahun untuk investasi, nilai aset mereka anjlok,” tambah Wayan.

Selain itu, kondisi ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penurunan investasi baru dan meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja.

Melemahnya pasar saham juga dapat berdampak pada nilai tukar rupiah dan kenaikan harga barang impor.

Wayan juga menyoroti risiko lanjutan jika kondisi tidak segera membaik.

“Beban utang yang jatuh tempo semakin besar, sementara penerimaan negara dari pajak justru mengalami penurunan, dapat berujung pada meningkatnya ketidakpuasan masyarakat dan berujung pada gejolak sosial yang berpotensi memicu kerusuhan,” ujarnya.

Baca Juga:  IHSG Hari Ini 16 Oktober 2026 Anjlok 8,01% Saat Pembukaan, BEI Langsung Trading Halt

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending