Connect with us

Politik

Lukashenko jadi Presiden Pertama yang Menginap di Istana Negara

Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara saat kunjungan ke Indonesia.

Logompn

Published

on

Lukashenko jadi Presiden Pertama yang Menginap di Istana Negara
Lukashenko jadi Presiden Pertama yang Menginap di Istana Negara. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia

MPN Indonesia 3 Juli 2026 - Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara, Jakarta, dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Lukashenko menjadi presiden pertama dari negara sahabat yang bermalam di Istana Negara.

“Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara,” kata Sugiono kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan dalam kerja sama bilateral kedua negara yang berkembang.

“Ya, saya kira kita memberikan penghormatan karena biasanya juga kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel,” ujarnya.

Sugiono juga menyebut keputusan menginap di Istana Negara dilakukan setelah mempertimbangkan preferensi Lukashenko dan penilaian dari Presiden Prabowo Subianto.

“Tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” lanjut Sugiono.

Agenda Kenegaraan di Istana Merdeka

Prabowo Subianto menerima Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7), melalui upacara kenegaraan yang dimulai sekitar pukul 11.25 WIB.

Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada 15 Juli 2025 dan menjadi kunjungan kedua Lukashenko setelah terakhir pada 2013.

Kunjungan Aleksandr Lukashenko diawali dengan penyambutan resmi saat rombongan memasuki gerbang Istana Merdeka.

Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Lukashenko di halaman Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto mengumumkan peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 antara Indonesia dan Belarus.

Peta jalan ini mencakup berbagai sektor strategis sebagai bagian dari diplomasi dan hubungan internasional kedua negara.

Baca Juga:  Taiwan Rilis Video Promosi Wisata "Waves of Wonder" untuk Tarik Wisatawan Indonesia

“Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026–2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” kata Prabowo Subianto, dikutip MPN Indonesia melalui laman Kemensetneg pada Jumat (3/7).

Di sisi lain, Aleksandr Lukashenko menegaskan pentingnya Indonesia bagi Belarus di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia akan selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah Anda, jika ada cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup,” kata Lukashenko.

Ia juga menyampaikan perkembangan hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

“Senang sekali dalam beberapa tahun ini hubungan Belarus dengan Indonesia sangat dekat, terdapat banyak progres di berbagai bidang, ada yang sudah tercapai untuk masa depan dan ada yang masih bersifat potensial,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending