Connect with us

Teknologi

Perkiraan Harga PS6, Tembus Rp17 Juta?

PlayStation 6 diprediksi menjadi konsol Sony termahal karena lonjakan biaya RAM, SSD, dan komponen perangkat keras.

Logompn

Published

on

Perkiraan Harga PS6, Tembus Rp17 Juta?
Perkiraan Harga PS6, Tembus Rp17 Juta? Gambar: Wccftech

MPN Indonesia 5 Juli 2026 - Harga konsol generasi terbaru Sony yang disebut sebagai PlayStation 6 (PS6) diperkirakan dapat menembus kisaran Rp17 juta.

Informasi ini berasal dari pembocor perangkat keras AMD, Kepler_L2, yang membagikan estimasi harga tersebut melalui forum NeoGAF.

Menurut Kepler_L2, biaya produksi atau Bill of Materials (BoM) konsol PlayStation terbaru tersebut kini mendekati USD1.000 (Rp17,9 juta).

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya estimasi biaya masih berada di kisaran USD760 (Rp13,6 juta), tetapi mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan biaya ini disebut dipicu oleh lonjakan harga komponen utama seperti RAM dan SSD yang terus meningkat secara global.

Dalam laporan terbaru, Kepler_L2 menyebut biaya produksi telah naik sekitar USD200 (Rp3,59 juta) dibandingkan estimasi sebelumnya.

Kenaikan Biaya Produksi dan Dampaknya

BoM merupakan total biaya seluruh komponen dalam pembuatan perangkat, mencakup prosesor, RAM, media penyimpanan SSD, motherboard, hingga sistem pendingin.

Dengan estimasi terbaru mencapai sekitar USD960 atau Rp17,2 juta, angka ini melampaui perkiraan biaya produksi sebelumnya yang berkisar USD743 hingga USD760.

Kondisi ini berpotensi menjadikan PS6 sebagai konsol PlayStation termahal sepanjang sejarah.

Sebagai perbandingan, PlayStation 5 Pro dengan kapasitas 2 TB saat ini dijual sekitar USD900 atau Rp16,19 juta.

Biaya produksi yang mendekati atau bahkan melampaui angka tersebut belum termasuk komponen lain seperti riset dan pengembangan, distribusi, pemasaran, serta margin keuntungan perusahaan.

Selain itu, krisis komponen memori global turut memperparah situasi.

Harga DRAM dan NAND dilaporkan meningkat signifikan sejak tahun sebelumnya, yang berdampak langsung pada biaya produksi perangkat keras.

Dalam kondisi ini, Sony dinilai memiliki keterbatasan opsi selain menaikkan harga jual produk.

Baca Juga:  Sony Setop Produksi Disc untuk PlayStation Mulai 2028, Ini Alasannya

Strategi Bisnis Sony

Perubahan harga juga tidak terlepas dari strategi bisnis Sony yang mulai bergeser.

Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, menyampaikan bahwa perusahaan kini lebih memprioritaskan profitabilitas dibandingkan ekspansi pengguna.

Hal ini berarti subsidi harga konsol yang sebelumnya digunakan untuk menarik pengguna baru mulai dikurangi.

Pendekatan ini mengandalkan monetisasi melalui layanan berulang seperti langganan (subscription) dan konten tambahan (DLC).

Dengan strategi tersebut, harga perangkat keras seperti PS6 kemungkinan tidak lagi ditekan serendah mungkin seperti generasi sebelumnya.

Perkiraan Harga dan Waktu Peluncuran

Dengan biaya produksi yang mendekati USD1.000, Kepler_L2 menilai harga jual di kisaran tersebut dapat menjadi skenario bagi konsumen jika tren kenaikan komponen berlanjut.

Bahkan, model standar atau Digital Edition berpotensi berada pada kisaran harga tersebut.

Meski terjadi lonjakan biaya, peluncuran PS6 diperkirakan tidak akan mengalami penundaan.

Kepler_L2 menyebut bahwa jika harga komponen terus naik, menunda peluncuran justru dapat memperbesar biaya produksi.

Sebaliknya, jika harga mulai stabil, tidak ada alasan bagi Sony untuk menggeser jadwal rilis.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, PS6 diperkirakan akan meluncur pada akhir 2027 atau 2028.

Namun, hingga kini Sony belum mengumumkan harga resmi untuk PS6 maupun tanggal resmi peluncurannya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending