Connect with us

Selebriti

Ariana Grande Sakit Apa? Ini Penyakit yang Pernah Diidapnya

Di balik penampilannya yang ceria di atas panggung, Ariana Grande pernah menghadapi masalah kesehatan mental yang cukup berat.

Logompn

Published

on

Ariana Grande Sakit Apa Ini Penyakit yang Pernah Diidapnya
Ariana Grande Sakit Apa? Ini Penyakit yang Pernah Diidapnya. Gambar: Instagram/@arianagrande

MPN Indonesia 4 Agustus 2026 - Ariana Grande dikenal sebagai penyanyi dengan suara khas dan deretan lagu populer.

Namun, di balik penampilannya yang ceria di atas panggung, bintang film Wicked tersebut pernah menghadapi masalah kesehatan mental yang cukup berat.

Ariana mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD), depresi, kecemasan, hingga serangan panik.

Dalam podcast The Hollywood Reporter Awards Chatter pada Februari 2025, Ariana menceritakan perjuangannya menghadapi berbagai tekanan emosional ketika mengerjakan album Sweetener dan Thank U, Next.

Ariana Grande Mengalami PTSD

Ariana Grande mengalami trauma setelah ledakan bom terjadi dalam konsernya di Manchester pada Mei 2017.

Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan menyebabkan ratusan orang lainnya terluka, demikian laporan People.

Setelah tragedi tersebut, Ariana diketahui mengalami PTSD atau gangguan stres pascatrauma.

“Saya menjalani banyak terapi, dan saya berurusan dengan PTSD,” ujarnya.

“Dan, tentu saja, saya menanganinya dengan sangat serius, tetapi menjadikan musik sebagai bagian dari pengobatan itu benar-benar berkontribusi menyelamatkan hidup saya,” imbuh dia.

Mengalami Depresi dan Kecemasan

Selain PTSD, Ariana Grande mengaku berjuang menghadapi depresi, kecemasan, dan berbagai bentuk kesedihan.

Masa pembuatan album Sweetener dan Thank U, Next menjadi periode yang sangat melelahkan secara emosional baginya.

Sweetener dirilis pada Agustus 2018 dan menjadi proyek pertamanya setelah tragedi Manchester.

Kurang dari satu bulan setelah album tersebut dirilis, mantan kekasih Ariana, Mac Miller, meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang tidak disengaja.

Baca Juga:  Disebut Barang Bekas oleh Ayah Vadel Badjideh, Nikita Mirzani: Emang Barang Bekas

Musik Membantu Ariana Grande Bertahan

Di tengah kondisi emosional yang berat, Ariana Grande menjadikan musik sebagai bagian dari proses pemulihannya.

Ia menyelesaikan sebagian besar proses pembuatan album Thank U, Next dalam waktu sekitar dua minggu. Album tersebut kemudian dirilis pada Februari 2019.

Menurut Ariana, musik membantunya melewati masa-masa kelam dan menjadi salah satu caranya untuk bertahan hidup.

“Itu adalah masa-masa kelam, dan musik membawa begitu banyak keceriaan, begitu pula pengalamannya,” kata Ariana.

“Tetapi musik itu tercipta dengan penuh urgensi, dan dibuat dengan penuh urgensi, dan itu adalah cara untuk bertahan hidup,” tambahnya.

Label rekamannya sempat ragu untuk merilis Thank U, Next dalam waktu yang berdekatan dengan Sweetener.

Pasalnya, perilisan album secara beruntun ketika itu bukan sesuatu yang umum dilakukan.

Namun, Ariana merasa tidak perlu mengikuti pola yang berlaku karena membuat musik merupakan kebutuhan emosionalnya pada saat itu.

“Dan saya hanya berkata, ‘Saya tidak terlalu peduli dengan rumusnya. Saya tidak ingin mengikuti aturan saat ini karena inilah yang saya butuhkan dari jiwa saya’,” kata Ariana.

Ia menilai proses tersebut memberikan efek yang membebaskan dan membantu pemulihannya.

“Rasanya sangat menyembuhkan dan membebaskan. Itu adalah momen koneksi yang sangat indah,” lanjutnya.

Tekanan dalam Kehidupan Ariana Grande

Masalah kesehatan mental Ariana juga tidak terlepas dari berbagai tekanan yang dihadapinya sepanjang karier.

Ia pernah mendapat cap sebagai penyanyi yang arogan. Tuduhan tersebut memberikan tekanan psikologis yang membuatnya menjadi lebih tertutup.

Setelah Mac Miller meninggal dunia, Ariana turut menghadapi kesedihan mendalam.

Hubungannya dengan Pete Davidson juga berakhir tidak lama setelah kepergian Mac Miller.

Melalui lagu “Ghostin” dalam album Thank U, Next, Ariana mencurahkan bagaimana kesedihannya turut memengaruhi hubungannya dengan Davidson.

Baca Juga:  Ditanya Soal Masalah Buku Nikah, Rizky Febian Akui yang Tanggung Jawab WO

Berusaha Bangkit dari Masa Sulit

Setelah melewati berbagai tragedi dan masalah kesehatan mental, Ariana Grande berusaha memaknai pengalamannya sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Hubungan Ariana dengan para penggemar juga menjadi salah satu hal penting dalam kehidupannya.

“Misalnya, bertemu pelayan di restoran yang memberi tahu saya bahwa mereka merasa seperti memiliki kakak perempuan dalam diri saya karena mereka tidak memiliki saudara perempuan saat tumbuh dewasa,” tuturnya.

“Ini benar-benar indah, dan saya selalu mengingatnya,” tambah Ariana.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending