Connect with us

Berita

Kapolri Suyudi Perintahkan Seluruh Kapolda Petakan Kampung dan Bandar Narkoba

Kapolri Suyudi Ario Seto meminta seluruh kapolda memetakan kampung narkoba dan bandar narkotika di Indonesia sebagai sasaran operasi kepolisian.

Actress 1299250

Published

on

Kapolri Suyudi Perintahkan Seluruh Kapolda Petakan Kampung dan Bandar Narkoba
Kapolri Suyudi Perintahkan Seluruh Kapolda Petakan Kampung dan Bandar Narkoba. Gambar: MPN Indonesia/BDR

MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Kapolri Jenderal Polisi, Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh kapolda untuk memetakan kampung narkoba dan mengidentifikasi bandar narkoba di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut disampaikan di Kantor Kementerian Hukum, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Pemetaan dilakukan untuk menentukan sasaran penindakan kepolisian terhadap kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkotika.

“Saya telah menginstruksikan untuk seluruh kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung, terutama, ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba,” kata Suyudi kepada awak media, Kamis (15/10).

Suyudi menjelaskan sejumlah kepolisian daerah telah melakukan penindakan di kawasan yang terindikasi menjadi lokasi peredaran narkoba.

Operasi tersebut merupakan bagian dari pemberantasan kasus narkotika di berbagai wilayah Indonesia.

“Jadi, sudah mulai para kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Kapolri Instruksikan Pemetaan Kampung Narkoba di Seluruh Daerah

Suyudi menyebut sejumlah kawasan yang telah menjadi sasaran penindakan kepolisian.

Dua di antaranya adalah Kampung Ambon di Jakarta Barat dan Kampung Bahari di Jakarta Utara.

“Termasuk Kampung Ambon, Kampung Bahari, dan lain-lain,” tambahnya.

Selain mengidentifikasi kawasan rawan, seluruh kapolda diminta memetakan keberadaan bandar narkoba di daerah masing-masing.

Pemetaan tersebut digunakan untuk menentukan lokasi dan sasaran operasi kepolisian.

Pada rangkaian penindakan sejak Jumat (9/10) hingga Rabu (14/10), kepolisian menggelar penggerebekan di sejumlah wilayah.

Operasi tersebut menyasar kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga:  Tak Mempan Dihajar, Maling Sepeda Langsung Tumbang Usai Cincin Akik di Jari Dicabut Warga

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran operasi, seperti:

  • Kampung Ambon, Jakarta Barat.
  • Kampung Boncos, Jakarta Barat.
  • Makassar, Sulawesi Selatan.
  • Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
  • Palembang, Sumatra Selatan.
  • Sejumlah wilayah di Sumatra dan Palu, Sulawesi Tengah.

Penggerebekan Kampung Ambon, Tujuh Orang Diamankan

Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan satuan kerja Polri menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Operasi tersebut berlangsung pada Kamis (15/10) sebagai bagian dari penindakan terhadap dugaan peredaran narkoba.

Petugas mengamankan tujuh orang dalam operasi tersebut.

Hasil pemeriksaan urine menunjukkan enam orang positif narkoba, sementara seluruhnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Ardyan Yudo Setyantono menjelaskan polisi masih mendalami keterlibatan mereka.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing orang yang diamankan.

“Kami mengamankan tujuh orang totalnya yang kami lakukan cek urine positif sehingga kami akan lakukan pemeriksaan,” kata Ardyan, dikutip MPN Indonesia dari laman Tribrata News pada Jumat (16/10).

Selain mengamankan tujuh orang, petugas menemukan sejumlah barang bukti di lokasi penggerebekan, yaitu beberapa klip kecil yang diduga berisi sabu dan sejumlah senjata tajam.

Ardyan menyebut senjata tajam tersebut diduga telah disiapkan untuk melakukan penyerangan.

Namun, petugas berhasil mengamankan barang tersebut sebelum digunakan.

Ardyan juga menjelaskan polisi masih menemukan indikasi aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Meski demikian, petugas masih membutuhkan bukti untuk mendalami dugaan aktivitas tersebut.

“Dalam operasi ini tentunya masih ada orang-orang yang kami dapati masih berjualan, tapi kami masih belum mendapatkan buktinya. Makanya kami terus melakukan operasi ini untuk masyarakat juga,” ujarnya.

Operasi Narkoba di Jakarta Barat dan Sejumlah Daerah

Penggerebekan pada Kamis (15/10) merupakan kelanjutan operasi yang sebelumnya dilakukan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos.

Baca Juga:  Momen Polresta Bogor Kejar Komplotan Ganjal ATM, 4 Pelaku Ditangkap

Kedua kawasan di Jakarta Barat tersebut menjadi sasaran penindakan pada Jumat (9/10).

Dalam operasi sebelumnya, polisi mengamankan 24 orang dari dua lokasi, terdiri dari 16 orang Kampung Ambon, dan 8 orang Kampung Boncos.

Penindakan serupa juga dilakukan di Sumatra Utara, sejumlah 36 orang diamankan dari sembilan lokasi penggerebekan dan menyita sekitar 102 gram sabu.

Sementara itu, kepolisian di Riau mengamankan 68 orang dalam operasi di sebuah tempat hiburan malam.

Berdasarkan jumlah tersebut, hasil pemeriksaan urine menunjukkan 63 orang positif narkoba.

Operasi pemberantasan narkoba juga dilakukan di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya.

Pada rangkaian penindakan di wilayah tersebut, sebanyak 104 orang diamankan, termasuk tiga orang yang diduga sebagai bandar narkoba.

BNN Catat 9.720 Kawasan Rawan Narkotika di Indonesia

Secara terpisah, BNN pada Mei 2026 mencatat sekitar 9.720 kawasan rawan narkotika di Indonesia.

Kawasan tersebut tersebar di tingkat desa dan kelurahan di berbagai wilayah.

Data tersebut berkaitan dengan pemetaan wilayah rawan yang menjadi perhatian dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.

Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan selama operasi.

Penyidik juga mendalami barang bukti yang ditemukan untuk mengetahui dugaan keterlibatan masing-masing pihak.

(AKM/NID/RAD)

Trending