Ekonomi
Rupiah Hari Ini 30 Oktober 2026 Dibuka Menguat Tipis di Level Rp18.127 per Dolar
Kurs rupiah hari ini, Jumat (30/10), dibuka menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp18.100. Simak pengaruh inflasi AS dan tekanan pasar saham.
MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Nilai tukar rupiah hari ini, Jumat (30/10), dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.127 per dolar AS pada pembukaan perdagangan.
Mata uang Garuda menguat 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.137 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS setelah rilis data inflasi Amerika Serikat.
Nilai Tukar Rupiah Menguat saat Indeks Dolar AS Melemah
Indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,30 persen ke posisi 101,731 pada pukul 09.00 WIB.
Indeks tersebut mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia.
Pelemahan DXY terjadi setelah Amerika Serikat merilis data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE).
Data tersebut menunjukkan inflasi September 2026 naik 0,5 persen secara bulanan dan 3,6 persen secara tahunan.
Inflasi tahunan AS berada sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 3,7 persen.
Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan realisasi Agustus dan target inflasi Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen.
Pergerakan indeks dolar setelah rilis data tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kurs rupiah pada pembukaan perdagangan.
Penguatan Rupiah Masih Dibatasi Harga Minyak dan Tekanan Pasar Saham
Meski dibuka menguat, pergerakan mata uang Indonesia diperkirakan masih terbatas.
Harga minyak dunia kembali melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir.
Sementara itu, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan jual dari investor asing.
Pada perdagangan Kamis (29/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 184,25 poin atau 3,49 persen.
Penurunan tersebut membawa IHSG ke level 5.098.
Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp1,08 triliun di pasar reguler.
Aktivitas penjualan tersebut turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Sentimen Pasar Global Masih Memengaruhi Pergerakan Mata Uang
Hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) tidak lagi menjadi perhatian utama investor.
Pelaku pasar kini lebih mencermati sentimen penghindaran risiko di pasar saham global.
Perhatian tersebut meningkat setelah saham sejumlah perusahaan teknologi mengalami penurunan.
Kondisi pasar saham global dan arus modal asing di pasar domestik turut memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Tekanan jual investor asing masih berlangsung meskipun rupiah menguat pada pembukaan perdagangan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi7 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
