Ekonomi
Rupiah Hari Ini 15 September 2026 Dibuka Menguat di Level Rp17.668 per Dolar
Rupiah hari ini, Selasa (15/9), menguat tipis 1 poin ke level Rp17.668 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB, meski dolar AS ikut menguat.
MPN Indonesia 15 September 2026 - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (15/9).
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot pukul 09.05 WIB, rupiah naik 1 poin atau 0,01% ke level Rp17.668 per dolar AS.
Pergerakan ini terjadi ketika indeks dolar AS juga menguat ke level 99,594. Kondisi tersebut berlangsung setelah perdagangan sebelumnya mencatat pelemahan mata uang Indonesia.
“Dolar AS menguat secara moderat pada awal pekan ini, didorong oleh ekspektasi yang kian menguat bahwa The Fed akan mulai mengetatkan kebijakan moneter,” kata analis mata uang senior MUFG, Lee Hardman.
Data perdagangan menunjukkan nilai tukar rupiah bergerak lebih baik dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Pada Senin (14/9), kurs rupiah ditutup melemah 58 poin atau 0,33% ke posisi Rp17.669 per dolar AS.
Dolar AS Menguat terhadap Sejumlah Mata Uang
Penguatan dolar AS terjadi terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Senin (14/9).
Kondisi tersebut dipicu konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu perpindahan investor ke aset yang dinilai lebih aman.
Pergerakan beberapa mata uang utama tercatat sebagai berikut:
- Euro turun ke level US$1,153 per dolar AS.
- Euro terakhir melemah 0,2%.
- Poundsterling Inggris turun 0,2% menjadi US$1,3512 per dolar AS.
- Yen Jepang melemah 0,5% menjadi 154,355 per dolar AS.
Yen sebelumnya sempat menguat tajam. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).
Ekspektasi Kebijakan The Fed jadi Perhatian Pasar
Lee Hardman menyampaikan bahwa penguatan dolar AS pada awal pekan didukung oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
“Dolar AS menguat secara moderat pada awal pekan ini, didorong oleh ekspektasi yang kian menguat bahwa The Fed akan mulai mengetatkan kebijakan moneter,” kata Lee Hardman.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
