Connect with us

Selebriti

Buntut Kasus Royalti Agnez Mo, Anji Manji Seret Nama Lyodra hingga Happy Asmara

Anji Manji membuka diskusi terkait masalah hak cipta dan royalti di industri musik Indonesia lewat unggahannya di media sosial.

Pexels photo

Published

on

Buntut Kasus Royalti Agnez Mo, Anji Manji Seret Nama Lyodra Hingga Happy Asmara
Buntut Kasus Royalti Agnez Mo, Anji Manji Seret Nama Lyodra hingga Happy Asmara. Gambar: Kolase Instagram/@duniamanji/@agnezmo

MPN Indonesia 8 Februari 2025 - Kasus pelanggaran hak cipta yang melibatkan penyanyi Agnez Mo terus menjadi perbincangan.

Anji Manji, turut membahas isu hak cipta ini dengan menyeret nama beberapa penyanyi seperti Lyodra, Fatin, dan Happy Asmara.

Melalui unggahan di media sosialnya, Anji mengungkapkan keresahannya terhadap praktik di industri musik Indonesia yang dinilainya merugikan pencipta lagu.

Anji Manji Ungkap Sisi Gelap Industri Musik

Dalam unggahannya di Instagram, Anji Manji menyoroti kebiasaan para penyanyi yang sering membawakan lagu tanpa izin dari penciptanya.

Menurutnya, anggapan bahwa penyanyi tidak perlu meminta izin sudah menjadi praktik yang berlangsung bertahun-tahun dan berdampak pada ekosistem musik secara keseluruhan.

Anji juga menekankan bahwa permasalahan ini lebih luas daripada sekadar kasus antara Agnez Mo dan pencipta lagu Ari Bias.

“Sudah sejak beberapa tahun lalu saya ingin mengungkapkan cerita ini. Tapi rasanya sekarang adalah waktu yang tepat,” tulis Anji dalam unggahannya pada Jumat (7/2).

Dalam unggahan tersebut, Anji membagikan tangkapan layar percakapannya dengan beberapa pencipta lagu yang menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap sistem royalti yang berjalan saat ini.

Kasus Lyodra dan Hak Cipta Lagu “Berharap Tak Berpisah”

Salah satu contoh yang dibahas Anji adalah kasus yang melibatkan Lyodra.

Dalam percakapannya dengan pencipta lagu Denny Chasmala, Anji membagikan cerita tentang bagaimana lagu Berharap Tak Berpisah, yang dibawakan Lyodra dalam sebuah acara, menjadi perhatian.

Denny mengaku senang melihat Lyodra membawakan lagu tersebut dengan baik.

Baca Juga:  Skandal Kim Soo Hyun dengan Kim Sae Ron, dari Pacaran hingga Kematian sang Aktris

Namun, ia merasa kurang dihargai karena Lyodra tidak mengenalnya sebagai pencipta lagu tersebut.

“Gue seneng lihat Lyodra dan band bagus banget. Tapi ada pertanyaan, Lyodra kenal gue nggak ya? Tapi gapapa deh gakenal kan wajar orang belakang panggung. Yang sedih sih, royalti performing right gue dapet apa gak hahahaha,” ungkap Denny.

Lebih lanjut, Denny juga meragukan apakah ia akan menerima royalti dari penampilan tersebut.

Anji menegaskan bahwa permasalahan ini bukan kesalahan Lyodra, melainkan akibat kebiasaan industri yang telah berlangsung lama.

Fatin dan Happy Asmara Juga Disorot dalam Masalah Hak Cipta

Selain Lyodra, Anji juga menyoroti kasus serupa yang melibatkan Fatin dan pencipta lagu Dia, Freddy.

Menurut Freddy, ia belum pernah bertemu atau berkomunikasi langsung dengan Fatin, meskipun lagunya telah dibawakan oleh penyanyi tersebut.

Anji menilai bahwa situasi ini mencerminkan kurangnya komunikasi antara pencipta lagu dan penyanyi di industri musik Indonesia.

Nama lain yang turut disorot adalah Happy Asmara.

Penyanyi dangdut ini diketahui sering membawakan lagu Rungkad, yang diciptakan oleh Vicky Prasetyo.

Namun, menurut Anji, Vicky juga tidak mendapatkan haknya sebagai pencipta lagu.

Dalam unggahannya, Anji menegaskan bahwa permasalahan ini bukan terletak pada penyanyi, melainkan pada kebiasaan industri yang sudah mengakar.

“Apakah Happy Asmara salah? Tidak. Tapi kebiasaan yang diwarisi lah yang salah,” tulis Anji.

Permasalahan Royalti dan Harapan Perubahan

Anji menyimpulkan bahwa sistem royalti dan hak cipta di Indonesia masih perlu diperbaiki agar lebih adil bagi pencipta lagu.

Ia menekankan pentingnya izin dari pencipta lagu sebelum sebuah lagu dibawakan oleh penyanyi lain, guna memastikan bahwa hak-hak pencipta lagu tetap dihormati.

Baca Juga:  Sambil Nangis, Ressa Berharap Diakui Denada sebagai Anak Kandung

“Pastinya agak sulit diterima ketika kebiasaan lama harus didobrak,” ujar Anji.

Di akhir pernyataannya, Anji meminta maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah menciptakan ekosistem musik yang lebih baik dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Trending