Connect with us

Internasional

Viral Tren Ajakan #KaburAjaDulu, Jepang Sebut Ingin Meningkatkan Jumlah Tenaga Kerja Indonesia

Dubes Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menanggapi tren #KaburAjaDulu dan membuka peluang kerja di Jepang.

habigates

Published

on

Viral Tren Ajakan #kaburajadulu, Jepang Sebut Ingin Meningkatkan Jumlah Tenaga Kerja Indonesia
Viral Tren Ajakan #KaburAjaDulu, Jepang Sebut Ingin Meningkatkan Jumlah Tenaga Kerja Indonesia. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 22 Februari 2025 - Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menanggapi tren ajakan bekerja di luar negeri yang viral di media sosial dengan tagar #KaburAjaDulu.

Pernyataannya disampaikan dalam acara peringatan Ulang Tahun Kaisar Jepang atau National Day Reception di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, pada Kamis (20/2) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Masaki Yasushi menyatakan bahwa Jepang saat ini menghadapi tantangan demografi dan membutuhkan tenaga kerja asing terampil.

Oleh karena itu, pemerintah Jepang menyambut baik pekerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Warga Indonesia Dihargai di Jepang

Masaki menegaskan bahwa masyarakat Jepang sangat menghargai tenaga kerja asal Indonesia.

Ia menyebut hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua negara menjadi salah satu faktor yang membuat pekerja Indonesia dianggap istimewa.

“Warga Indonesia sangat istimewa. Karena, kita punya tradisi persahabatan yang panjang dan banyak pekerja di Indonesia merupakan pekerja keras di Jepang,” ujar Masaki.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pekerja Indonesia tersebar di berbagai sektor di Jepang, seperti layanan medis, manufaktur, perikanan, dan jasa.

Masaki juga menekankan pentingnya meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang berkontribusi di Jepang.

“Jadi, misi saya meningkatkan jumlah orang-orang itu,” tambahnya.

Persyaratan dan Adaptasi Budaya

Saat ditanya mengenai persyaratan bagi warga Indonesia yang ingin bekerja di Jepang, Masaki menjelaskan bahwa penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu faktor penting.

Namun, ia menegaskan bahwa bahasa yang dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari relatif terbatas dan dapat dipelajari.

Selain itu, ia menyebut bahwa perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia tidak terlalu signifikan, sehingga memudahkan pekerja untuk beradaptasi.

Baca Juga:  Profil Ahmad Dofiri, Jenderal yang Pernah Pecat Ferdy Sambo dan Kini jadi Penasihat Presiden

“Mungkin, satu-satunya perbedaan adalah agama. Kebanyakan dari mereka beragama Islam,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa masyarakat Jepang saat ini semakin memahami dan menghormati Islam.

“Jadi, menurut saya, kami mampu memiliki lebih banyak pekerja terampil dari Indonesia,” kata Masaki.

Jepang Membuka Ratusan Ribu Lowongan Kerja

Dalam menghadapi tantangan demografi dan kebutuhan tenaga kerja yang meningkat, pemerintah Jepang telah mengumumkan pembukaan hingga 820 ribu lowongan kerja bagi tenaga kerja asing untuk periode 2024 hingga 2029.

Berdasarkan data, jumlah tenaga kerja Indonesia di Jepang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlahnya hampir tiga kali lipat atau naik sebesar 192 persen, mencapai 121.507 pekerja dibandingkan tahun 2018.

Banyak pekerja Indonesia tertarik ke Jepang karena gaji yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri.

Jepang memberikan upah sekitar Rp18,7 juta per bulan, yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan standar gaji di Indonesia.

Tren #KaburAjaDulu dan Tantangan di Indonesia

Tren #KaburAjaDulu yang berkembang di media sosial menjadi salah satu faktor meningkatnya minat pekerja Indonesia untuk mencari peluang di luar negeri.

Tagar ini mencerminkan protes masyarakat terhadap kondisi sosial dan ekonomi di dalam negeri, termasuk minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya upah, ketidaksesuaian sistem pendidikan dengan dunia kerja, serta kurangnya jaminan sosial dan kesejahteraan.

(ADN/NID/RAD)

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending