Connect with us

Internasional

Trump dan Zelensky Ribut di Gedung Putih, Presiden Komisi Eropa ke Ukraina: Jangan Takut!

Donald Trump dan Volodymyr Zelensky terlibat adu mulut dalam pertemuan di Gedung Putih, Jumat (28/2).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 X 849 Px) Mpn 2025 03 03t085020.568
Trump dan Zelensky berdebat | Gambar: X/@TRX

MPN Indonesia 3 Maret 2025 - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlibat adu mulut dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (28/2).

Insiden tersebut berujung pada keluarnya Zelensky dari Ruang Oval tanpa mencapai kesepakatan.

Perdebatan di Ruang Oval

Ketegangan terjadi saat konferensi pers bersama antara Trump dan Zelensky. Trump menekan Zelensky agar bersedia mencapai kesepakatan, terutama terkait konflik dengan Rusia.

Trump juga meminta Zelensky untuk berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan AS.

“Anda akan membuat kesepakatan atau kita keluar!” ujar Trump dengan nada tegas.

Namun, Zelensky memilih meninggalkan pertemuan tanpa menandatangani kesepakatan terkait pengembangan sumber daya mineral di Ukraina, yang sebelumnya menjadi salah satu agenda diskusi.

Setelah kejadian itu, Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang menyatakan bahwa Zelensky tidak siap untuk berdamai jika AS terlibat.

“Dia tidak menghormati Amerika Serikat di Ruang Oval yang disayanginya. Dia bisa kembali ketika dia siap untuk Perdamaian,” tulis Trump pada Sabtu (1/3), seperti dikutip MPN Indonesia dari akun X resmi Donald Trump, @realDonaldTrump.

Sementara itu, Zelensky melalui akun X menegaskan bahwa negaranya menginginkan perdamaian yang adil dan abadi.

“Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Terima kasih @POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami bekerja untuk itu,” tulis Zelensky

Kanada Sampaikan Dukungan ke Ukraina

Ketegangan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky di Gedung Putih ini sontak mengundang respons dari berbagai pemimpin dunia.

Baca Juga:  Cristiano Ronaldo Kembali Jadi Atlet dengan Penghasilan Tertinggi Versi Forbes

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menanggapi situasi ini dengan menegaskan bahwa Rusia telah melakukan invasi ilegal terhadap Ukraina.

Trudeau menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, rakyat Ukraina telah berjuang dengan keberanian dan ketangguhan.

“Perjuangan mereka untuk demokrasi, kebebasan, dan kedaulatan adalah perjuangan yang penting bagi kita semua. Kanada akan terus mendukung Ukraina dan rakyat Ukraina dalam mencapai perdamaian yang adil dan abadi,” ujar Trudeau dikutip MPN Indonesia dari CNBC.

Respon Berbagai Negara

Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa Ukraina dapat mengandalkan Jerman dan Eropa dalam mencari jalan menuju perdamaian yang langgeng dan adil.

Senada dengan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Ukraina adalah korban dalam konflik ini.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menyampaikan keprihatinannya atas ketegangan yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa perpecahan di antara negara-negara Barat hanya akan menguntungkan pihak yang ingin melihat kemunduran peradaban.

“Yang dibutuhkan adalah pertemuan puncak segera antara Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan sekutu untuk berbicara terus terang tentang bagaimana kita berniat untuk menghadapi tantangan besar hari ini, dimulai dengan Ukraina,” jelas Meloni.

Sementara itu, Juru Bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris akan terus mendukung Ukraina dalam menemukan jalan menuju perdamaian yang langgeng berdasarkan kedaulatan dan keamanan bagi negara tersebut.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Kanada Mélanie Joly menegaskan komitmennya untuk memberikan bantuan yang diperlukan guna memastikan keamanan dan kedaulatan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyebut bahwa insiden ini merupakan pukulan telak bagi Ukraina.

“Harus ada ruang untuk percakapan yang kuat, bahkan di antara teman-teman. Namun, ketika hal itu terjadi di depan kamera yang menyorot seperti itu, hanya ada satu pemenang. Dan dia duduk di Kremlin,” ungkap Rasmussen.

Baca Juga:  Profil Na Daehoon, Pria Korea Mualaf yang Diduga Diselingkuhi Selebgram Jule Julia Prastini

Presiden Komisi Eropa Nyatakan Dukungan untuk Zelensky

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyampaikan dukungannya kepada Ukraina.

Melalui akun X, ia menyatakan apresiasi terhadap keberanian yang ditunjukkan Zelensky.

“Jadilah kuat, jadilah berani, jadilah tak kenal takut. Anda tidak pernah sendirian, Presiden yang terhormat,” tulisnya.

Respons dari Rusia

Dari pihak Rusia, Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, turut memberikan tanggapan atas insiden ini.

Melalui platform Telegram, ia menyebut kejadian di Gedung Putih sebagai “sebuah teguran keras di Ruang Oval.”

Hubungan AS-Ukraina usai Keributan

Ketegangan antara Donald Trump dan Volodymyr Zelensky berpotensi berdampak pada hubungan diplomatik AS dan Ukraina ke depan.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang dicapai terkait kerja sama pengembangan sumber daya mineral maupun dukungan lebih lanjut AS terhadap Ukraina dalam konflik dengan Rusia.

(ADN/NID/RAD)

Trending