Connect with us

Viral

Viral! Pengantin Pria di Sulteng Dikeroyok Keluarga Istri, Diduga karena Mahal Kecil

Diduga mahal kecil, pengantin pria di Parigi Moutong, Sulteng dikeroyok keluarga istri usai akad nikah.

Logompn

Published

on

Viral! pengantin pria di sulteng dikeroyok keluarga istri, diduga karena mahal kecil
Pengantin pria di Sulawesi Tengah dikeroyok keluarga istri usai akad nikah. Gambar : Kolase Tangkapan Layar X/@bacottetangga__

Sulawesi Tengah, MPN Indonesia 27 April 2025 - Insiden pengeroyokan terhadap seorang pengantin pria terjadi di Desa Sendana, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Rabu (23/4). Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah video yang memperlihatkan momen tersebut diunggah ke platform X pada Kamis (24/4). 

Berdasarkan informasi dari aparat kepolisian, korban telah membuat laporan terkait kasus kriminal ini, yang kini dalam proses penyelidikan sebagai bagian dari penegakan hukum dan kriminal di wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan Saat Acara Pernikahan

Video yang beredar luas menunjukkan pasangan pengantin baru yang baru saja menyelesaikan prosesi akad nikah. Dalam rekaman, suasana awal terlihat bahagia, dengan kedua mempelai tampak tersenyum meski sedikit canggung. 

Pengantin wanita tampak malu-malu saat hendak menggandeng tangan suaminya, sementara pengantin pria sudah mengulurkan tangan terlebih dahulu.

Keduanya berjalan bersama dari satu ruangan ke ruangan lain sebelum suasana berubah drastis. Sekelompok pria tiba-tiba memasuki ruangan dan langsung melakukan penganiayaan terhadap pengantin pria. 

Dalam video, terlihat korban menerima bogem mentah di bagian kepala hingga terjatuh. Sang istri berusaha melindungi suaminya dengan memeluk dan menenangkannya di tengah kekacauan. Isak tangis terdengar saat keributan berlangsung.

Identitas Pelaku dan Langkah Kepolisian

Kapolsek Kasimbar, Ipda Arman, mengonfirmasi bahwa para pelaku merupakan keluarga dari pihak pengantin wanita. Berdasarkan laporan, polisi telah mengantongi identitas empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

“Dia adalah keluarga dari pihak perempuan,” kata Ipda Arman kepada wartawan pada Jumat (25/4).

Baca Juga:  Viral! Nakes Aceh Joget saat Tangani Pasien Operasi, Begini Kata Direktur RS

Polisi kini masih memburu keempat terduga pelaku yang kabur usai insiden tersebut.

“Terduga masih belum tahu di mana keberadaannya, kabur ini. Saya sudah upaya cek, sekitar 4 orang (terduga pelaku),” ujar Ipda Arman.

Korban, yang berinisial MS, mengalami luka memar di wajah dan langsung membuat laporan di Polsek Kasimbar setelah kejadian.

“Sakit mukanya (korban),” jelas Ipda Arman.

Motif Pengeroyokan Masih Diselidiki

Hingga saat ini, motif pengeroyokan masih belum bisa dipastikan. Terdapat dugaan bahwa insiden ini dipicu oleh ketidakpuasan pihak keluarga istri terhadap mahar yang dinilai terlalu kecil. Namun, informasi ini masih simpang siur dan dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

“Itu masih simpang siur. Memang sebelumnya sempat ada ketidaksepakatan keluarga. Tapi pernikahan tetap berlangsung setelah dibicarakan secara kekeluargaan,” ujar Ipda Arman.

Saat diperiksa, korban MS mengaku tidak mengetahui pasti alasan para pelaku melakukan penganiayaan. Menurutnya, tidak ada permasalahan sebelumnya dengan pihak keluarga istri.

“Pelapor nda (tidak) tahu apa motifnya, karena spontan (pelaku melakukan pemukulan),” pungkasnya.

Upaya Polisi Memproses Kasus Penganiayaan

Dalam upaya penyelesaian kasus kriminal ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian. Aparat desa juga telah diminta membantu pendekatan kepada keluarga mempelai wanita agar para pelaku mau menyerahkan diri.

“Saya sudah mengimbau aparat desa untuk membantu melakukan pendekatan ke keluarga perempuan agar pelaku bisa dihadirkan ke kami,” tegas Ipda Arman.

(AKM/NID/RAD)

Trending