Connect with us

Berita

Laba Gudang Garam Terus Ambles, Harta Pemiliknya Anjlok Rp105 Triliun

PT Gudang Garam catat penurunan signifikan kinerja keuangannya pada laporan perusahaan 2024.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 13t112858.552
Presiden Direktur Gudang Garam Susilo Wonowidjojo | Gambar: Dok. Gudang Garam

MPN Indonesia 13 Mei 2025 - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali mencatatkan penurunan signifikan dalam kinerja keuangannya pada laporan tahunan perusahaan tahun 2024.

Dilihat MPN Indonesia dari Stockbit, laba bersih perusahaan tergerus 82% menjadi Rp981 miliar, dari sebelumnya Rp5,3 triliun pada 2023.

Dampak dari penurunan ini turut memengaruhi kekayaan pribadi Presiden Direktur Gudang Garam Susilo Wonowidjojo, yang berdasarkan data Forbes, turun sebesar Rp105,96 triliun sejak 2018.

Kekayaan Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo, anak bungsu dari pendiri Gudang Garam Surya Wonowidjojo, memiliki 1.709.685 saham atau 0,09% dari total saham perusahaan.

Meskipun proporsinya kecil, posisinya sebagai pimpinan menjadikannya figur kunci dalam struktur kepemilikan korporasi.

Berdasarkan data Forbes, nilai kekayaan Susilo menyusut dari USD9,2 miliar pada 2018 menjadi USD2,9 miliar pada 2024, setara dengan penurunan 68,5% dalam enam tahun terakhir.

Penurunan kekayaan ini mencerminkan kemunduran kinerja finansial perusahaan yang cukup tajam sejak mencapai puncak laba pada 2019 sebesar Rp10,8 triliun.

Pada 2024, laba bersih hanya mencapai Rp981 miliar, mencerminkan penurunan sebesar 91% dari puncak tersebut.

Pendapatan Perusahaan Menurun

Gudang Garam, produsen rokok yang berdiri sejak 1958 di Kediri, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri sigaret kretek di Indonesia.

Namun, dalam satu dekade terakhir, tren pertumbuhan pendapatan dan laba yang sebelumnya dinikmati perusahaan mengalami pembalikan arah, terutama sejak pandemi Covid-19 dan kenaikan cukai rokok.

Laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan Gudang Garam menurun 17% pada 2024 menjadi Rp98,65 triliun, dari Rp118,95 triliun pada 2023.

Penurunan ini terjadi pada penjualan ekspor yang turun 12,1% serta penjualan lokal yang merosot 17,1% dari 2023 ke 2024.

Baca Juga:  Lulu Hypermarket QBIG BSD akan Tutup Operasional pada 30 April Mendatang

Kinerja ini turut berdampak pada margin keuntungan perusahaan yang pada 2014 masih mencapai 20,53%, dan kini tercatat di bawah 15% sejak 2021.

(AKM/NID/RAD)

Trending