Connect with us

Internasional

Joe Biden Divonis Kanker Prostat Agresif

Joe Biden didiagnosis kanker prostat agresif dengan skor Gleason 9, Minggu (18/5).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 19t114341.935
Joe Biden Divonis Terkena Kanker Prostat | Gambar: AP/Nam Y.Huh

MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, resmi didiagnosis menderita kanker prostat agresif dengan skor Gleason 9, berdasarkan pernyataan dari kantornya pada Minggu (18/5).

Diagnosis ini juga mengungkap bahwa kanker telah bermetastasis ke tulang, menjadikan kondisi Biden termasuk dalam kategori berisiko tinggi dan memerlukan penanganan intensif.

“Pada Jumat lalu, ia didiagnosis menderita kanker prostat yang ditandai dengan Gleason score 9 (Grade Group 5) dan metastasis ke tulang,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut, dikutip MPN Indonesia dari BBC.

Biden Mulanya Derita Gejala Saluran Kemih

Penyakit ini terdeteksi setelah Biden menjalani pemeriksaan medis karena gejala saluran kemih yang meningkat.

Pemeriksaan lanjutan menemukan adanya nodul di prostatnya, yang kemudian dikonfirmasi sebagai kanker.

Kantor Biden menyebutkan bahwa meskipun kanker yang dideritanya termasuk agresif, jenisnya tergolong hormone-sensitive, sehingga masih terdapat opsi pengelolaan medis yang memungkinkan.

“Meskipun ini bentuk penyakit yang lebih agresif, kanker tampaknya sensitif terhadap hormon yang memungkinkan pengelolaan efektif,” ungkap kantornya.

Skor Gleason 9 mengindikasikan bahwa sel kanker telah mengalami perubahan struktur signifikan dibandingkan sel prostat normal dan memiliki potensi tinggi untuk tumbuh serta menyebar cepat.

Dalam sistem klasifikasi, ini termasuk Grade Group 5, level tertinggi dalam risiko kanker prostat.

Menurut National Institutes of Health (NIH), kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun agresif, kanker tersebut masih dapat ditangani melalui terapi hormon, salah satunya androgen deprivation therapy (ADT).

Kanker Prostat Marak Diderita Pria AS

Prostate cancer merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan kelenjar prostat dan menjadi kanker paling umum kedua pada pria di Amerika Serikat, setelah kanker kulit.

Baca Juga:  Viral! Stafsus Bersihkan Kursi hingga Gelas yang Digunakan Kim Jong Un usai Bertemu dengan Putin

Menurut data NIH, sebanyak 313.780 kasus baru kanker prostat diperkirakan terjadi tahun ini, dengan sekitar 35.770 kematian.

Penyakit ini memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 98%, tetapi kasus dengan penyebaran seperti yang dialami Biden umumnya memiliki prognosis lebih menantang.

Pernyataan resmi juga mencatat bahwa Biden sebelumnya telah mengalami beberapa masalah kesehatan terkait kanker.

Pada Februari 2023, ia menjalani pengangkatan lesi kanker di dada, dan sebelum menjabat presiden, ia telah menjalani pengangkatan kanker kulit non-melanoma menggunakan prosedur Mohs.

Dapat Dukungan dari Berbagai Pihak

Dukungan publik untuk Biden datang dari berbagai pihak, salah satunya Donald Trump.

“Kami sangat sedih mendengar diagnosis medis Joe Biden baru-baru ini,” kata Trump melalui platform Truth Social.

Wakil Presiden Kamala Harris juga menyatakan bahwa dirinya dan suami, Doug Emhoff, mendoakan keluarga Biden.

Barack Obama menyebut, “Tidak ada yang telah melakukan lebih banyak untuk menemukan pengobatan kanker dibandingkan Joe,” sambil mengingatkan peran Biden dalam memimpin program penelitian kanker nasional pada 2016.

(AKM/NID/RAD)

Trending