Connect with us

Entertainment

Soal Tambang di Raja Ampat, Cinta Laura: Katanya Ini Kemajuan, tapi untuk Siapa?

Cinta Laura menyuarakan penolakannya terhadap aktivitas tambang nikel di kawasan Raja Ampat.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 11t094443.877
Soal Tambang di Raja Ampat, Cinta Laura: Katanya Ini Kemajuan, tapi untuk Siapa? | Gambar: Ig/@claurakiehl

MPN Indonesia 11 Juni 2025 - Cinta Laura secara terbuka menyuarakan penolakannya terhadap aktivitas tambang nikel di kawasan Raja Ampat.

Melalui akun media sosialnya, ia mempertanyakan narasi kemajuan yang diusung di balik eksploitasi alam Papua.

“Semua demi nikel untuk menggerakan mobil listrik. Katanya ini kemajuan, tapi kemajuan untuk siapa?” kata Cinta, dikutip MPN Indonesia dari unggahan video Instagramnya di akun @claurakiehl, Rabu (11/6).

Ia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi di Raja Ampat mencerminkan krisis moral, bukan sekadar persoalan kebijakan.

“Ini bukan sekadar kegagalan kebijakan, it’s failure of conscience, kegagalan hati nurani,” tegasnya.

Tanah dan Laut Bukan Barang Dagangan

Cinta Laura pun menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai kerusakan yang dialami masyarakat Papua. Ia mengajak publik untuk membayangkan kesulitan warga terdampak.

“Coba tanya ke mama-mama yang di Papua sekarang kesulitan cari air bersih untuk mandiin anaknya, coba tanya nelayan yang pulang dengan jaring kosong dan nggak bisa kasih makan keluarganya,” ujarnya.

Menurut Cinta, masyarakat Papua telah mengajarkan penduduk di luar Papua bahwa alam bukan komoditas yang bisa dieksploitasi.

“Mereka hidup dengan satu kebenaran yang sekarang kita lupain, bahwa tanah sama laut itu bukan barang dagangan buat dieksploitasi, tapi saudara yang harus dijaga,” tuturnya.

Sindir Penguasa Serakah

Selain itu, ia menyinggung keserakahan yang dilakukan penguasa. Dengan tegas ia menyoroti bagaimana sikap para pemangku kepentingan bisa menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat.

“Saat izin ditandatangani dan dividen dicairkan, aku penasaran apakah orang-orang serakah ini masih ingat dengan wajah-wajah manusia yang dikorbankan dan ditinggalkan dengan tempat tinggal yang hancur dan tanah yang diracuni?” kata Cinta.

Baca Juga:  Vidi Aldiano bakal Berhenti Kemoterapi usai Berjuang Lawan Kanker Selama 5 Tahun: Sudah Terlalu Lama

“Dan dari sana keserakahan tumbuh pelan-pelan, sembunyi di balik rapat-rapat ber-AC, dibungkus jargon patriotisme. Apa yang awalnya cuma kompromi kecil soal etika, lama-lama jadi hal biasa,” tegasnya.

Cinta Laura juga mengajak netizen membayangkan bagaimana kejinya pemufakatan di antara para penguasa hanya demi keuntungan pribadi.

“Bahwa segelintir orang memilih kekayaan di atas nasib jutaan rakyat. Bahwa saat kalian berjuang beli beras dan bayar uang sekolah, mereka malah jual masa depan negeri ini demi mobil mewah, vila di luar negeri, dan rekening dengan uang berlimpah,” ujarnya.

Soroti Kesehatan Warga Papua

Tidak hanya membahas aspek lingkungan, Cinta Laura juga menyoroti dampak kesehatan akibat aktivitas tambang nikel.

Ia menyatakan bahwa penebangan hutan dan proses tambang menyebabkan penyebaran polutan.

“Kerusakan ini bukan cuma soal hilangnya budaya, yang terjadi sekarang juga fatal terhadap kesehatan warga Papua,” ungkapnya.

“Desa-desa di sekitar tambang telah melaporkan bahwa mereka mulai mengalami penyakit kulit dan gangguan pernapasan,” imbuhnya.

Ajakan untuk Menjaga Raja Ampat

Di akhir pesannya, Cinta Laura mengajak masyarakat untuk tidak diam terhadap kondisi ini.

Menurutnya, jika isu Raja Ampat didiamkan, maka akan ada kasus serupa yang dilakukan “kelompok-kelompok serakah” itu.

“Raja Ampat bukan sekadar pulau, ini peringatan. Kalau kita diam aja, apalagi yang kelompok serakah ini bakal rebut?” tegasnya.

(ELG/NID/RAD)

Trending