Connect with us

Politik

Sultan Hamengku Buwono X Datangi Polda DIY: Saya Sepakat dengan Tuntutan Demo

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendatangi Polda DIY untuk menemui massa aksi Aliansi Jogja Memanggil. Sultan sepakat dengan aspirasi demokratisasi dan janji sampaikan ke pemerintah pusat.

Logompn

Published

on

Sultan hamengku buwono x datangi polda diy saya sepakat dengan tuntutan demo
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendatangi Mapolda DIY pada Jumat malam (29/8) untuk menemui massa aksi yang menggelar demonstrasi. Gambar : Kolase Tangkapan Layar X/@YogyakartaCity

MPN Indonesia 30 Agustus 2025 - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendatangi Mapolda DIY pada Jumat malam (29/8) untuk menemui massa aksi yang menggelar demonstrasi hingga Sabtu dini hari (30/8).

Kedatangan Sultan sekitar pukul 22.38 WIB disambut massa yang memberi jalan bagi rombongannya untuk masuk ke area Polda DIY.

Dalam pertemuan itu, Sultan menyatakan sepakat dengan aspirasi massa terkait demokratisasi.

“Saya pun sepakat dengan itu. Hanya saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga,” ujar Sultan HB X di hadapan wartawan dan massa aksi di Mapolda DIY, Sabtu (30/8) dini hari.

Ia menegaskan bahwa kekerasan bukan budaya Yogyakarta dalam membangun demokrasi.

Sultan juga mengajak massa membubarkan diri karena waktu sudah larut malam.

Aspirasi Massa Aliansi Jogja Memanggil

Aksi ini digelar oleh Aliansi Jogja Memanggil dengan sejumlah tuntutan, di antaranya pengusutan tindakan represif aparat, hukuman mati untuk penabrak Affan Kurniawan, serta penerapan pajak progresif.

Massa juga mengecam kekerasan dalam penanganan demonstrasi di berbagai daerah, termasuk tragedi Kanjuruhan di Malang dan kasus Gamma di Semarang.

Sultan Pastikan Penanganan Aspirasi

Sultan hadir didampingi GKR Condrokirono, GKR Hayu, dan KPH Yudanegara.

Kehadiran mereka diterima oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kalak BPBD DIY Noviar Rahmad, dan Pj Sekda DIY Aria Nugrahadi.

Dalam pernyataannya, Sultan berjanji akan menyampaikan aspirasi massa ke pemerintah pusat.

Ia juga menyampaikan rasa duka atas meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan.

Baca Juga:  Buruh Demo di Depan Kemnaker, Tuntut Aturan Outsourcing

“Saya juga sangat prihatin dan mengucapkan duka cita saya atas meninggalnya Affan Kurniawan. Kenapa selalu ada korban dalam membangun demokratisasi,” ucapnya.

Pemda DIY, kata Sultan, siap memfasilitasi dialog terbuka dengan massa, termasuk komunitas ojek online. Ia bersedia memberikan tenaga dan pikiran, asalkan ada dasar resmi.

“Kalau tenaga saya, pikiran saya dibutuhkan, silakan. Tapi saya harus dapat suratnya,” jelasnya.

Kericuhan Sebelum Sultan Datang

Sebelum kedatangan Sultan, sempat terjadi kericuhan di sekitar Polda DIY.

Massa membakar sejumlah fasilitas dan kendaraan, termasuk dua kendaraan milik Polda DIY, water barrier, SPKT, dan pos polisi lalu lintas di Condong Catur.

Kerusuhan ini juga menyebabkan ring road utara lumpuh total, dengan pertokoan dan Pakuwon Mall tutup lebih awal.

Setelah pertemuan, Sultan memastikan pembebasan delapan orang pendemo yang sempat diamankan.

“Saya kembalikan kepada saudara-saudara. Karena itu teman anda, anda semua,” ungkap Sultan.

Ia berharap langkah ini menjadi awal dialog berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Sultan menegaskan bahwa dirinya langsung datang ke Polda DIY setelah tiba dari Jakarta untuk mendengar aspirasi massa.

“Jadi memang sangat jelas saya memang butuh hadir di sini,” katanya.

Situasi Massa Usai Pertemuan

Hingga dini hari, massa aksi masih bertahan meski hujan turun dan aparat menembakkan gas air mata.

Massa mundur ke area Pakuwon Mall dan gang sekitar, sambil meneriakkan yel-yel “revolusi” dan menyanyikan lagu perlawanan.

Kedatangan Sultan disambut dengan seruan “Rojone teko!” dan massa mematikan api di jalan untuk memberi akses masuk bagi rombongan Sultan.

(AKM/NID/RAD)

Trending