Connect with us

Viral

Viral! Pesan Terakhir Ustaz Jazir Masjid Jogokariyan: Izrail Datang Tidak Menakutkan

Pesan terakhir Ustaz Muhammad Jazir sebelum wafat di RS PKU Muhammadiyah viral di media sosial. Ia bicara tenang soal kematian dan Alam Barzakh.

Logompn

Published

on

Viral! pesan terakhir ustaz jazir masjid jogokariyan izrail datang tidak menakutkan
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP. Gambar : Instagram/@masjidjogokariyan

MPN Indonesia 26 Desember 2025 - Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, meninggal dunia pada Senin subuh (22/12) di RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta, setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, sekaligus pesan spiritual yang kini ramai diperbincangkan publik.

Sebuah rekaman video yang diunggah akun Facebook @Umi Nissa pada Jumat (26/12), memperlihatkan pesan terakhir Ustaz Jazir yang disampaikan saat kondisinya lemah di ranjang rumah sakit.

Pesan Tentang Kematian dan Alam Barzakh

Dalam rekaman yang disebut sebagai “kuliah terakhirnya”, Ustaz Jazir menyampaikan pandangannya tentang kematian dengan wajah tenang dan senyum yang tetap terukir.

Ia menegaskan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan.

“Makanya saya ingat, ini direkam. Kalau terjadi sesuatu, hari ini kapan saya meninggal, saya sudah memberitakan perjalanan saya ke Alam Barzakh,” ujar Ustaz Jazir dalam rekaman tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (26/12).

Ia juga menolak gambaran umum tentang kematian yang identik dengan rasa sakit dan ketakutan.

“Alam Barzakh itu tidak mengerikan, tidak menakutkan, tidak menyakitkan… Tidak seperti itu,” katanya.

Dalam kondisi suara terbata namun jelas, Ustaz Jazir menekankan bahwa penderitaan jasad tidak selalu mencerminkan kondisi jiwa.

“Kalau hari ini saya memburuk, terus mati, jangan resah… Kita melihat dia menderita (karena alat medis), tapi ruh dan jiwanya, itu bahagia,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penguatan spiritual bagi keluarga dan jamaah yang ditinggalkan.

Kiprah Ustaz Jazir di Masjid Jogokariyan

Ustaz Muhammad Jazir ASP dikenal luas sebagai sosok yang membangun Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan nasional dalam bidang dakwah dan ekonomi umat.

Baca Juga:  Bebas Bersyarat, Ini Momen Eks PM Thailand Keluar dari Penjara

Ia menerapkan prinsip saldo infak Rp0, transparansi anggaran, serta manajemen masjid berbasis kesejahteraan jamaah.

Di bawah kepemimpinannya, masjid ini mengembangkan 11 program kerja untuk pemberdayaan masyarakat, seperti ATM Beras, Jemaah Mandiri, dan Kampoeng Ramadhan.

Masjid Jogokariyan di Mantrijeron, Yogyakarta, juga dikenal hingga mancanegara.

Salah satunya, relawan dari King Hussein Cancer Centre (KHCC) di Yordania pernah berkunjung setelah masjid tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Ustaz Jazir juga memiliki cita-cita besar terkait wakaf produktif.

“Kalau bisa semua masjid, itu punya wakaf produktif… bisa digunakan untuk masyarakat,” ucap Haidar, putra Ustaz Jazir, kepada wartawan di Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, Senin (22/12).

Ia juga menyampaikan pesan tentang peran masjid dalam membangun kehidupan umat.

“Masjid itu tidak cuma mengurusi bangunan, tapi kita juga sedang membangun peradaban,” tutur Haidar mengutip pesan ayahnya.

Selain itu, Ustaz Jazir dikenal sebagai kader Muhammadiyah yang aktif, gigih, dan istiqamah dalam dakwah di akar rumput.

Riwayat Penyakit Hingga Wafat

Sebelum wafat, Ustaz Jazir menderita komplikasi penyakit kronis, termasuk diabetes dan hipertensi.

Gagal ginjal menjadi faktor paling fatal hingga ia harus menjalani cuci darah secara rutin sejak 6 November.

Dalam 45 hari terakhir hidupnya, ia beberapa kali keluar masuk rumah sakit akibat penurunan fungsi ginjal yang drastis.

“Jadi selama 45 hari ini dari tanggal 6 November itu memang betul-betul ginjalnya fungsinya sudah sangat menurun. Sampai harus cuci darah itu di tanggal 6 November itu, mungkin 4 kali ada (bolak-balik RS),” imbuh Haidar.

Jenazah Ustaz Jazir disemayamkan di Masjid Jogokariyan dan dimakamkan di Makam Karangkajen, Mergangsan, pada hari yang sama, Senin (22/12).

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir untuk menyalatkan dan memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga:  Charly Van Houten Pamer Dapat Job dari Dedi Mulyadi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan belasungkawa.

“Almarhum adalah kader Muhammadiyah yang dikenal tekun, gigih, dan memiliki komitmen kuat dalam menggerakkan dakwah Persyarikatan di tingkat akar rumput. Kiprahnya dalam membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan menjadi teladan bagi gerakan masjid di Indonesia,” pungkas Haedar dalam keterangannya, Senin (22/12).

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending