Connect with us

Berita

Demi Bertahan Hidup, Pemulung di Duren Sawit Nekat Curi Mesin Jahit

Pengamen asal Cikampek nekat mencuri karena tekanan ekonomi, Selasa (8/4).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 09t135628.712
Pemulung asal Cikampek nekat curi mesin jahit demi kebutuhan ekonomi, Selasa (8/4) | Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 9 April 2025 - Seorang pria asal Cikampek, Jawa Barat bernama Nayim (37) nekat melakukan aksi pencurian di sebuah rumah kosong di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa sore (8/4).

Beruntungnya, aksi pencurian tersebut berhasil digagalkan oleh petugas keamanan kompleks.

Bekerja sebagai Pemulung

Dalam pengakuannya, Nayim yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan pengamen mengaku nekat mencuri karena tekanan ekonomi.

Ia menyatakan bahwa tindakannya tersebut dilakukan demi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pikiran saya mungkin sudah tidak kepake, cuma saya salahnya naik pagar. Saya biasanya mulung dan ngamen di BKT,” ujarnya kepada petugas.

Pelaku menambahkan bahwa ia memiliki tanggungan keluarga, termasuk seorang istri dan anak.

“Orang nyari uang susah, serabutan aja. Yang penting bisa bertahan buat makan. Saya punya istri dan anak,” jelasnya.

Gagal Jual Mesin Jahit Hasil Curian

Mesin jahit yang dicuri rencananya akan dijual oleh pelaku ke pasar loak. Namun, rencana tersebut kandas usai kejahatannya itu terpergok petugas keamanan.

Ia menyebutkan beberapa lokasi yang biasa menjadi tempat penjualannya, seperti pasar loak di Jembatan Item (JI), Kecamatan Jatinegara, serta beberapa lokasi loakan lainnya.

“Jual kiloan ke tukang rongsok dimana aja, biasanya jual ke JI (Jembatan Item) pasar loak di Jatinegara. Kadang di loak-loak jualnya, kadang di Madura,” kata Nayim.

Hidup Mengontrak di Duren Sawit

Pelaku diketahui tinggal mengontrak di sebuah kamar petakan di kawasan Duren Sawit dengan tarif sewa bulanan sebesar Rp350 ribu.

Sebab penghasilannya dari mengamen dan memulung menurun, ia mengaku mengambil peluang saat melihat mesin jahit berada di luar rumah namun masih dalam area pagar.

Baca Juga:  Terbukti Satu KK dengan Dosen Untag yang Tewas di Hotel, AKBP Basuki Dipatsus 20 Hari

“Cuma karena ngeliat ada di luar aja, di luar rumah tapi di dalam pagar. Pikiran saya rumah kosong. Saya minta maaf kalau saya salah,” katanya.

(ARI/NID/RAD)

Trending