Connect with us

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Hari Ini 26 Oktober 2026 Meroket Tinggi, Brent Masih di Atas US$115

Harga minyak dunia hari ini, Senin (26/10), melemah setelah Brent sempat tembus US$116 per barel. Pasar mencermati ketegangan AS-Iran dan Houthi.

Actress 1299250

Published

on

Harga Minyak Dunia Hari Ini 26 Oktober 2026 Meroket Tinggi, Brent Masih di Atas US$115
Harga Minyak Dunia Hari Ini 26 Oktober 2026 Meroket Tinggi, Brent Masih di Atas US$115. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Oktober 2026 - Harga minyak dunia hari ini, Senin (26/10), tembus US$116 per barel untuk Brent.

Dikutip MPN Indonesia dari Trading Economics, harga minyak Brent mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, dengan kenaikan mingguan lebih dari 6%.

Sementara itu, harga minyak mentah lainnya menembus US$103 per barel dan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1,5%.

Kenaikan harga minyak dunia tersebut terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan bahwa Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran.

Trump juga mengatakan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat.

Konflik Houthi Ancam Pasokan Minyak Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (25/10) menyatakan akan segera menentukan langkah terhadap Iran, termasuk kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau melanjutkan operasi militer.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah, menyusul ancaman Iran dan kelompok Houthi terhadap warga AS di kawasan tersebut.

Iran juga dilaporkan telah menyiapkan langkah balasan yang berpotensi menyasar Israel dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sementara itu, konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali memanas sepanjang akhir pekan.

Kelompok Houthi mengklaim telah menargetkan Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh sebagai respons atas serangan Arab Saudi terhadap Sanaa dan sejumlah wilayah Yaman pada Sabtu (24/10).

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah dilaporkan telah kembali mendekati tingkat sebelum perang.

Meski demikian, potensi eskalasi konflik dikhawatirkan kembali mengganggu distribusi dan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Pengamat: Korupsi Pertamina Kejahatan Luar Biasa, Hukumannya Bisa Seumur Hidup

(AKM/NID/RAD)

Trending