Connect with us

Ekonomi

Jokowi Pidato di Bloomberg New Economy Forum, Tegaskan Kemajuan Infrastruktur dan Digitalisasi QRIS

Jokowi menyampaikan pidato berbahasa Inggris di Bloomberg New Economy Forum 2025, menyoroti pembangunan infrastruktur hingga keberhasilan QRIS.

Logompn

Published

on

Jokowi pidato di bloomberg new economy forum, tegaskan kemajuan infrastruktur dan digitalisasi qris
Jokowi berpidato di di Bloomberg New Economy Forum. Gambar: YouTube/Bloomberg New Economy

MPN Indonesia 22 November 2025 - Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris di Bloomberg New Economy Forum 2025 yang berlangsung di Singapura pada Jumat (21/11).

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Penasihat forum tersebut, Jokowi menyoroti capaian pemerintah Indonesia selama satu dekade terakhir, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan transformasi digital melalui sistem pembayaran QRIS.

Fokus pada Infrastruktur Dasar

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Bloomberg New Economy Forum, Jokowi memulai dengan refleksi atas pengalamannya memimpin Indonesia sejak awal masa jabatannya.

Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Jokowi menyampaikan bahwa saat pertama kali menjabat, ia mempertanyakan cara membangun ekonomi yang kuat bagi 280 juta penduduk Indonesia.

“Ketika saya pertama kali menjadi presiden, saya punya pertanyaan sederhana: bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta orang? Kita tahu tidak ada jalan pintas, itulah sebabnya kita fokus pada hal-hal mendasar, seperti membangun jalan, pelabuhan laut, bandara, jaringan listrik, dan jaringan digital. Karena tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak dapat tumbuh,” kata Jokowi, seperti dilihat MPN Indonesia melalui kanal YouTube Bloomberg New Economy, Sabtu (22/11).

Menurutnya, tidak ada jalan pintas untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, seperti:

  • Jalan raya
  • Pelabuhan laut
  • Bandara
  • Pembangkit listrik
  • Jaringan digital

Ia menyebut bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, pertumbuhan ekonomi tidak akan optimal.

Kemajuan di Sektor Digital

Selain pembangunan fisik, Jokowi menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa selama 10 tahun terakhir, pemerintah telah:

  • Membangun pusat data
  • Meluncurkan satelit baru
  • Memperluas jaringan digital
  • Meningkatkan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia
Baca Juga:  Eks Manajer Liverpool, Matt Beard Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun

“Kami memperkenalkan regulasi yang mendorong bisnis dan startup lokal untuk berkembang,” ujar Jokowi.

Langkah ini, menurut Jokowi, dibarengi dengan regulasi yang mendorong pertumbuhan bisnis dan startup lokal.

Jokowi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan regulasi yang tepat merupakan prasyarat penting sebelum beralih ke ekonomi digital atau ekonomi cerdas.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur menyediakan dasar untuk konektivitas, arus data, dan integrasi teknologi, sementara regulasi memperkuat ekosistem agar mendukung inovasi, teknologi, dan kewirausahaan.

Keberhasilan Ekosistem Digital

Presiden juga menyebut sejumlah perusahaan rintisan Indonesia yang berkembang berkat ekosistem digital yang kondusif. Di antaranya:

  • Gojek
  • Tokopedia
  • Halodoc
  • Traveloka

Jokowi menekankan bahwa keberhasilan startup tersebut mencerminkan peran besar regulasi dan infrastruktur dalam mendorong tumbuhnya peluang-peluang baru di sektor teknologi.

QRIS sebagai Simbol Inklusi Digital

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyoroti keberhasilan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Ia menyebut QRIS sebagai sistem yang telah menyatukan metode pembayaran digital di Indonesia, sehingga dapat digunakan oleh pedagang kaki lima di desa kecil dan perusahaan besar di Jakarta

“QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal. Saat ini, pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta. Dan saat ini, Indonesia juga belajar bagaimana memanfaatkan teknologi dan sumber daya dengan lebih baik melalui inisiatif hilirisasi dan sektor baterai EV. Ini merupakan langkah menuju kecerdasan ekonomi,” jelas Jokowi.

Ia juga menyatakan bahwa melalui inisiatif hilirisasi dan pengembangan sektor baterai kendaraan listrik (EV), Indonesia sedang belajar untuk memanfaatkan teknologi dan sumber daya secara lebih baik sebagai bagian dari langkah menuju ekonomi yang lebih cerdas.

Baca Juga:  Daftar 14 Menteri dan Wakil Menteri Perempuan di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

(AKM/NID/RAD)

Trending