Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Indonesia tembus 40,1% PDB pada akhir 2025.
Ekspor komoditas pertanian Indonesia naik signifikan awal 2025, didominasi kopi, sarang burung, buah tahunan, rempah, dan produk olahan lainnya.
Pemerintah dorong inklusi keuangan digital lewat pemerataan infrastruktur, peningkatan SDM, penguatan regulasi, dan edukasi keamanan sejak dini.
Harga emas batangan tembus Rp2.021.040/gram, tertinggi 2025. Kenaikan dipicu sentimen global dan Hari Raya, perak juga ikut menguat.
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi, memicu lonjakan permintaan di butik Antam. Pembeli antusias berinvestasi meski harga tinggi.
Di tengah tarif resiprokal AS, Indonesia tetap catat surplus dagang Maret 2025 sebesar 1,98 miliar dolar AS, ditopang ekspor nonmigas utama.
Masalah utang yang menumpuk akibat penggunaan layanan PayLater kini makin menimbulkan kekhawatiran.
Pemerintah tetapkan tarif listrik non-subsidi tetap pada April 2025 demi jaga daya beli masyarakat, meski indikator ekonomi tunjukkan potensi kenaikan.
Harga emas ditentukan oleh faktor global seperti permintaan, pasokan, kebijakan moneter, dan kondisi geopolitik.
Penggunaan PayLater meningkat tajam di kalangan milenial dan Gen Z.