Connect with us

Ekonomi

Top 5 Komoditas Pertanian Ekspor Tertinggi Indonesia Tahun 2024–2025

Ekspor komoditas pertanian Indonesia naik signifikan awal 2025, didominasi kopi, sarang burung, buah tahunan, rempah, dan produk olahan lainnya.

Logompn

Published

on

Top 5 komoditas pertanian ekspor tertinggi indonesia tahun 2024–2025
Komoditas Pertanian Ekspor Tertinggi Indonesia Tahun 2024–2025. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 April 2025 - Nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024 hingga awal tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah dari dokumen kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (PEB dan PIB), lima komoditas utama berhasil mendominasi pasar ekspor, yakni kopi, komoditas lainnya, buah-buahan tahunan, sarang burung walet, serta tanaman obat dan rempah-rempah.

Konteks ini memperjelas kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional serta pentingnya optimalisasi ekspor-impor untuk meningkatkan devisa negara.

Kopi: Komoditas Pertanian dengan Nilai Ekspor Tertinggi

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BPS, kopi menjadi komoditas pertanian unggulan dengan nilai ekspor tertinggi sepanjang 2024, mencapai US$ 1.624,3 juta.

Performa ekspor kopi menunjukkan lonjakan signifikan pada bulan Oktober dengan nilai US$ 256,1 juta dan tetap kuat hingga akhir tahun.

Sepanjang dua bulan pertama tahun 2025, ekspor kopi Indonesia mencapai US$ 353,4 juta, mencerminkan permintaan yang terus meningkat dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan, yang menghargai cita rasa kopi arabika Gayo dan robusta Lampung.

Seiring tren ini, kopi berperan penting dalam mendukung kestabilan ekspor-impor Indonesia, mempertegas kedudukannya sebagai salah satu komoditas pertanian utama.

Komoditas Lainnya: Diversifikasi yang Berkontribusi Besar

Kategori “lainnya” yang mencakup bunga potong, tanaman hias, dan produk olahan pertanian lainnya, secara kolektif menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 1.504 juta pada tahun 2024. Hingga Februari 2025, kontribusinya sudah mencapai US$ 274,9 juta.

Baca Juga:  Indonesia-Timor Leste Perkuat Kerja Sama Dagang, Fokus Marmer hingga Kopi

Diversifikasi produk ini mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas dan memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap fluktuasi pasar global.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pendekatan diversifikasi dalam ekspor-impor pertanian memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja devisa nasional.

Buah-Buahan Tahunan: Komoditas Segar dengan Permintaan Stabil

Buah-buahan tahunan seperti mangga, durian, pisang, dan nanas mencatat nilai ekspor sebesar US$ 580,6 juta pada tahun 2024.

Negara-negara tujuan utama ekspor buah-buahan ini meliputi Tiongkok, negara-negara Timur Tengah, dan kawasan Asia Tenggara.

Pada Januari dan Februari 2025, ekspor buah-buahan tahunan mencapai US$ 177 juta, memperlihatkan momentum kuat menjelang musim panen raya di kuartal kedua.

Stabilitas permintaan ini menunjukkan peran penting buah-buahan dalam memperkuat sektor ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Sarang Burung: Produk Premium Bernilai Tinggi

Sarang burung walet tetap mempertahankan statusnya sebagai produk premium dengan nilai ekspor sebesar US$ 551,5 juta pada tahun 2024.

Sepanjang dua bulan pertama tahun 2025, ekspor sarang burung telah menyumbang US$ 92,9 juta.

Tiongkok menjadi pasar utama karena tingginya kepercayaan terhadap manfaat kesehatan dan kecantikan dari sarang burung walet.

Dengan harga jual yang tinggi, sarang burung berkontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai ekspor-impor nasional.

Tanaman Obat dan Rempah-Rempah: Pendorong Tren Gaya Hidup Sehat

Tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, sereh, dan temulawak mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 425,7 juta sepanjang 2024.

Popularitas gaya hidup sehat yang meningkat pasca pandemi turut mendorong permintaan global terhadap komoditas ini.

Pada Januari hingga Februari 2025, ekspor tanaman obat dan rempah telah mencapai US$ 72,4 juta, memperlihatkan bahwa sektor ini tetap menjadi andalan dalam ekspor-impor komoditas pertanian Indonesia.

Baca Juga:  Minum Obat Lalu Ngopi, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya!

Tren Ekspor Pertanian Awal 2025: Stabil dan Menjanjikan

Total nilai ekspor seluruh komoditas pertanian Indonesia pada Januari–Februari 2025 telah mencapai US$ 1.111,6 juta.

Angka ini setara hampir 20% dari total ekspor pertanian sepanjang tahun 2024 yang sebesar US$ 5.715 juta.

Kinerja awal ini menandakan bahwa sektor ekspor komoditas pertanian Indonesia berada dalam jalur pertumbuhan yang stabil dan menjanjikan untuk tahun 2025, dengan kopi, komoditas lainnya, buah-buahan tahunan, sarang burung walet, serta tanaman obat dan rempah-rempah sebagai pendorong utama.

Kontribusi Komoditas Pertanian terhadap Perekonomian Nasional

Kelima komoditas tersebut berkontribusi lebih dari 70% terhadap total ekspor pertanian nasional.

Peran penting sektor ini menunjukkan bahwa pertanian Indonesia tidak hanya menopang ketahanan pangan nasional tetapi juga menjadi motor penggerak utama devisa melalui ekspor-impor yang berkelanjutan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending